<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; ubuntu</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/ubuntu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Tips Menghilangkan Paket Desktop Ubuntu kembali jadi Minimal</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/09/linux/tips-menghilangkan-paket-desktop-ubuntu-kembali-jadi-minimal/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/09/linux/tips-menghilangkan-paket-desktop-ubuntu-kembali-jadi-minimal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 18:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[virtualbox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya, saya lagi mau coba oprek satu OS untuk keperluan eksperimen buat server. Nah paling aman tentunya dijalanin secara virtual (bukan hard install di atas PC/Laptop). Untuk virtualization-nya saya pakai VirtualBox. Masalahnya saya enggak punya ISO Ubuntu server. Adanya iso Ubuntu Desktop. Jadilah ISO ini yang saya pakai untuk dipasang di VirtualBox. Karena versi desktop, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/ubuntulogo.png"><img title="Ubuntu" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/ubuntulogo.png" alt="" align="left" /></a>Ceritanya, saya lagi mau coba oprek satu OS untuk keperluan eksperimen buat server. Nah paling aman tentunya dijalanin secara virtual (bukan hard install di atas PC/Laptop). Untuk <em>virtualization</em>-nya saya pakai VirtualBox.</p>
<p>Masalahnya saya enggak punya ISO Ubuntu server. Adanya iso Ubuntu Desktop. Jadilah ISO ini yang saya pakai untuk dipasang di VirtualBox.</p>
<p>Karena versi desktop, jadi banyak software &#8211; software yang tidak saya butuhkan. Nah saya ingin membuat paket &#8211; paket desktop ini. Ingin mengembalikannya ke versi base saja. Lalu nanti baru nanti saya install paket server yang saya perlukan.</p>
<p>Saya tadinya berpikir, ah gampang, tinggal jalankan ini : <code>sudo apt-get remove ubuntu-desktop</code>. (beberapa tulisan di internet juga menyatakan demikian) Hmm.. Ya, pake ubuntu-desktop memang dihapus. Tapi sayangnya itu cuma paket meta aja. Tidak benar &#8211; benar paket softwarenya.</p>
<p>Mungkin sebagian besar dari anda berpikir sama dengan saya, jika saya menghapus suatu paket desktop yang esensial, pasti software &#8211; software desktopnya juga akan terbawa dihapus. Masalahnya apa nama paketnya ini? Setelah mencari &#8211; cari dan sedikit menebak &#8211; nebak, ketemulah dia. Ini paketnya : <strong>libgtk2.0-0</strong></p>
<p>Jadi, setelah saya jalankan : <code>sudo apt-get purge libgtk2.0-0</code> semua (atau setidaknya sebagian besar) program desktop Ubuntu dihapus. Sekarang Ubuntu di VB saya sudah minimalis, tambahkanlah garam dan sambal secukupnya, hidangkan selagi hangat <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/09/linux/tips-menghilangkan-paket-desktop-ubuntu-kembali-jadi-minimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunakan Partisi Terbesar di Server Amazon EC2</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/05/linux/gunakan-partisi-terbesar-di-server-amazon-ec2/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/05/linux/gunakan-partisi-terbesar-di-server-amazon-ec2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 19:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[admin]]></category>
		<category><![CDATA[amazon ec2]]></category>
		<category><![CDATA[ec2]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[webserver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Untuk yang pernah menggunakan (me-launch) instance baru di Amazon EC2, biasanya mendapatkan setingan partisi default : 10 GB untuk sistem operasi, dan sisanya di /mnt. Beberapa waktu lalu saya juga membuat instance baru di Amazon EC2. Kali ini bukan Debian, tapi Ubuntu 10.04. Instance kali ni merupakan instance yang large : Prosessor AMD 64 (virtual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk yang pernah menggunakan (me-launch) instance baru di Amazon EC2, biasanya mendapatkan setingan partisi default : 10 GB untuk sistem operasi, dan sisanya di /mnt. Beberapa waktu lalu saya juga membuat instance baru di Amazon EC2. Kali ini bukan Debian, tapi Ubuntu 10.04. Instance kali ni merupakan instance yang large : Prosessor AMD 64 (virtual tentunya), RAM 7,8GB, dan hardisk 400GB-an (lupa pastinya). AMI yang saya gunakan, yang resmi dari Canonical.</p>
<p>Sama seperti instance untuk server Debian. 10 GB digunakan untuk sistem operasi, dan sisanya (414 GB) dimount ke partisi /mnt.  Nah berhubung website ini membutuhkan banyak space, dan space terbesar justru berada di /var, maka /mnt itu akan saya ganti jadi /var.</p>
<p><em>Catatan : /var banyak makan space, karena di dalamnya ada direktori untuk script web (/var/www), direktori untuk data MySQL (/var/lib/mysql), dan jangan lupa LOG ! <a href="http://okto.silaban.net/2009/10/linux/mysql-di-hari-minggu/">Kasus saya dulu</a> partisi utama cepat penuh justru karena Log Apache (Thanks to agan <a href="http://nugrahadi.pramono.info/">Yuda Nugrahadi</a> atas petunjuknya). Ah iya, Log apache terletak di /var/log/apache2/</em></p>
<p>Nah. Kembali ke topik. Jadi ini langkah &#8211; langkah yang saya lakukan agar space 414 GB itu menjadi direktori /var sistem.</p>
<p>1. Login ssh ke server (karena pakai Amazon EC2, jangan lupa gunakan file key pairing nya *.pem, atau kalau tidak mau repot lakukan : ssh-add fileKey.pem).</p>
<p>2. sudo -s (biar jadi root)</p>
<p>3. pico /etc/fstab.</p>
<p>ganti baris :</p>
<p><code>/dev/sdb    /mnt    auto    defaults,comment=cloudconfig    0    0</code></p>
<p>jadi :</p>
<p><code>/dev/sdb    /var    ext3    defaults    0    0</code></p>
<p>4. rsync -avz /var/* /mnt/</p>
<p>5. mv /var  /var-old</p>
<p>6. umount /dev/sdb</p>
<p>7. mount /dev/sdb</p>
<p>8. Kalau mau lebih yakin : reboot</p>
<p>Nah langkah &#8211; langkah di atas berjalan dengan baik untuk 2 server yang saya sempat senggol. Tapi cukup riskan juga sebenarnya. Jika tidak yakin, jangan coba &#8211; coba.. He..he..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/05/linux/gunakan-partisi-terbesar-di-server-amazon-ec2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upgrade Ubuntu yang Tak Pernah Berhasil dengan &#8216;apt-get dist-upgrade&#8217;</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/upgrade-ubuntu-yang-tak-pernah-berhasil-dengan-apt-get-dist-upgrade/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/upgrade-ubuntu-yang-tak-pernah-berhasil-dengan-apt-get-dist-upgrade/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 16:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[apt]]></category>
		<category><![CDATA[karmic]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, ritual 6 bulanan selalu saya lakukan ketika ada rilis Ubuntu baru terbit. Oh tidak.., tidak.. saya bukan seorang penggila Ubuntu yang begitu menggilanya ingin menginstall Ubuntu begitu ada rilis baru. Saya melakukannya karena tiap rilis Ubuntu masih menyisakan beberapa masalah yang belum selesai. Karena itu setiap rilis baru saya selalu install. Dan seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, ritual 6 bulanan selalu saya lakukan ketika ada rilis Ubuntu baru terbit. Oh tidak.., tidak.. saya bukan seorang penggila Ubuntu yang begitu menggilanya ingin menginstall Ubuntu begitu ada rilis baru. Saya melakukannya karena tiap rilis Ubuntu masih menyisakan beberapa masalah yang belum selesai. Karena itu setiap rilis baru saya selalu install.</p>
<p>Dan seperti juga pernah tertulis di blog ini, saya sudah kapok melakukan upgrade ketika ada rilis Ubuntu baru. Karena dari pengalaman yang sudah &#8211; sudah tidak pernah ada yang berjalan mulus. Ini memaksa saya mengambil pilihan install baru, fresh install, instal bersih.. *ya.. apapun lah sebutannya.</p>
<p>Tapi, berhubung kali ini, di bulan November ini, dan di rilis Karmic Koala ini, saya ada satu laptop lagi.. *ihiiy.. berima.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  *, maka saya pun beranikan untuk melakukan upgrade. Bukan install ulang.</p>
<p>Langkah &#8211; langkahnya :</p>
<p>1. Di laptop satu lagi (yg sudah menggunakan Karmic Koala, fresh install), diinstall apt-mirror.</p>
<p>2. Tancapkan hardisk eksternal, set di /etc/apt/mirror.list biar repository nya disimpan di hardisk eksternal. *ya.. saya memang agak ndak sabar menunggu rilis DVD repo, jadi saya mirror saja repo ubuntu itu ke hardisk eksternal *cuma 27 GB kok <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , dan cuma butuh waktu 4 jam (hanya saja, akibatnya sekarang koneksi ke kambing.ui.ac.id dilimit oleh sang admin.., ha..ha..)</p>
<p>3. Di laptop utama, tancapkan hardisk eksternal, sesuaikan /etc/apt/sources.list.</p>
<p>4. sudo apt-get update</p>
<p>5. sudo apt-get dist-upgrade</p>
<p>6. Tunggu beberapa hari.. , lalu hidangkan selagi hangat.. *ehm.., beberapa jam maksudnya.. Saya sambil baca komik soalnya..</p>
<p>7. Selesai</p>
<p>8. Restart</p>
<p>9. Sepertinya normal &#8211; normal saja..</p>
<p>10. 3 hari kemudian.., kenyataan mulai terungkap. Totem-xine hilang, di install ulang dibilang udah terinstall, ndak bisa muter video.., dst.. dst..</p>
<p><em>[UPDATE] Totem-xine memang sudah ditiadakan untuk Karmic dan seterusnya.. Yang ada disitu cuma paket transisi (via <a href="http://solyaris.wordpress.com/">ak</a>)</em></p>
<p>11. Curiga dist-upgrade memang tidak bisa diandalkan.</p>
<p>12. Nulis keluhan di blog *alias tulisan ini..</p>
<p>Nah.. jadi sebenarnya dist-upgrade itu memang tidak baik digunakan di desktop ya? Soalnya katanya kalau di versi server (no GUI), aman &#8211; aman saja.. Baiklah.., setidaknya sekarang saya kapok kedua kalinya untuk tidak melakukan upgrade jika ada rilis Ubuntu baru..</p>
<p>Temenku sampai berhari &#8211; hari menuliskan status di YM : Karmic Kualat, demi banyaknya error akibat rilis Karmic ini.</p>
<p>*nyiapin sekardus biskuit untuk menemani fresh install Karmic Koala&#8230;</p>
<p>Karmic Koala mu gimana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/upgrade-ubuntu-yang-tak-pernah-berhasil-dengan-apt-get-dist-upgrade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Exaile &#8211; Pembunuh Amarok</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/06/linux/exaile-pembunuh-amarok/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/06/linux/exaile-pembunuh-amarok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 12:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[amarok]]></category>
		<category><![CDATA[exaile]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Tadinya saya kecewa dengan Amarok di Ubuntu Jaunty, yang saya rasa &#8216;buggy&#8217; (bug nya disana siniy..). Kemudian bung Rijal menyarankan menggunakan MiniRok (walaupun dia lebih suka Rok Mini). MiniRok ini adalah Amarok versi minimalis. Hampir memenuhi kebutuhan saya. Cuma satu kurangnya, volume controlnya ndak ada. Harus lewat master volume controlnya Ubuntu.. Ndak nyaman. Akhirnya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2009/06/exaile.png"><img title="exaile" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2009/06/exaile.png" alt="exaile" align="left" /></a>Tadinya saya kecewa dengan Amarok di Ubuntu Jaunty, yang saya rasa &#8216;buggy&#8217; (bug nya disana siniy..). Kemudian bung <a href="http://plurk.com/frijal">Rijal</a> menyarankan menggunakan <a href="http://chistera.yi.org/~adeodato/code/minirok/">MiniRok</a> (walaupun dia lebih suka Rok Mini). MiniRok ini adalah Amarok versi minimalis. Hampir memenuhi kebutuhan saya. Cuma satu kurangnya, volume controlnya ndak ada. Harus lewat master volume controlnya Ubuntu.. Ndak nyaman.</p>
<p>Akhirnya dengan sangat &#8211; sangat terpaksa, saya memakai <a href="http://www.gnome.org/projects/rhythmbox/">Rhythmbox</a> (default audio player di Ubuntu). Saya sangat merasa tidak nyaman, karena ndak ada file browsernya. (atau jangan2 ada pluginnya?). Tapi selain itu, penggunaan lainnya juga saya enggak ngerasa nyaman.</p>
<p>Dan tadi siang, seorang teman saya yang baru kurang lebih 3 minggu pakai Linux (total Ubuntu, tanpa OS lain !), menunjukkan <a href="http://www.exaile.org/">Exaile</a>.. (saya *lagi &#8211; lagi* baru tahu ada program ini).</p>
<p>Singkatnya, Exaile ini adalah Amarok versi GTK. Jadi User Interface nya memang mirip banget dengan Amarok. Anda yang sudah biasa pakai Amarok pasti sangat gampang menggunakan program ini. Ahh.. ini dia, player yang memenuhi keinginan saya :</p>
<ul>
<li>Ada file browsernya (integrated)</li>
<li>Bisa dirandom, dan disorting sesuai selera kita.</li>
<li>Ada equalizernya</li>
<li>Default tampilan track/album/artist bisa dikostumisasi dan diganti dengan File Location..</li>
<li>Ada tray icon nya (jadi ndak usah menuh &#8211; menuhin jendela yang sedang kebuka).</li>
</ul>
<p>OK lah..  : sudo apt-get purge amarok !</p>
<p>Cuma satu kurangnya (atau saya yang belum tahu), di atas tray icon nya Exaile, belum bisa gedein atau ngecilin volume dengan mouse scroll.</p>
<p>Oh iya, kayaknya salah satu developer Exaile ini orang Indonesia, namanya <a href="http://sjohannes.wordpress.com/about/">Johannes Sasongko</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/06/linux/exaile-pembunuh-amarok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rilis Theme WordPress untuk Situs KPLI Jogja</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/06/linux/rilis-theme-wordpress-untuk-situs-kpli-jogja/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/06/linux/rilis-theme-wordpress-untuk-situs-kpli-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 01:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[jogja linux]]></category>
		<category><![CDATA[kpli]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Karena KPLI Jogja sangat dekat dengan istilah GPL, maka saya rasa tidak ada salahnya jika theme wordpress untuk situs KPLI &#8211; Jogja (Jogja Linux) pun saya lepaskan secara gratis dibawah lisensi GPL. Silahkan download di sini : http://okto.silaban.net/download/jogjalinux79.tar.gz PERINGATAN : Theme ini dibuat khusus (custom) untuk situs Jogja Linux, jadi untuk bisa tampil keren seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena <a href="http://jogja.linux.or.id">KPLI Jogja</a> sangat dekat dengan istilah GPL, maka saya rasa tidak ada salahnya jika <a href="http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/03/29/tes-desain-baru-situs-jogja-linux/">theme wordpress untuk situs KPLI &#8211; Jogja </a>(Jogja Linux) pun saya lepaskan secara gratis dibawah lisensi GPL. Silahkan download di sini : <a href="http://okto.silaban.net/download/jogjalinux79.tar.gz">http://okto.silaban.net/download/jogjalinux79.tar.gz</a></p>
<p>PERINGATAN : Theme ini dibuat khusus (custom) untuk situs Jogja Linux, jadi untuk bisa tampil <span style="text-decoration: line-through;">keren</span> seperti <a href="http://jogja.linux.or.id">situs Jogja Linux</a> saat ini anda harus menyesuaikan sendiri beberapa bagian dari theme tersebut.</p>
<p>Sedikit cerita *curhat* dibalik re-desain situs KPLI Jogja ini.</p>
<p><strong>Nama</strong></p>
<p>Nama theme nya JogjaLinux79. Kenapa? JogjaLinux nya jelas.., tapi mengapa angka 79? Karena dibuatnya dari tahun 2007 &#8211; 2009. Lama? Ya gitulah.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Sebenarnya saya sudah janji sama bung Iwan &#8216;stwn&#8217; (pembuat <a href="http://kuliax.org">distro Kuliax</a> &#8211; eks. ketua KPLI Jogja) untuk meredesain situs Jogja Linux. Dan seharusnya desain baru tersebut dilaunching bersamaan dengan event <a href="http://okto.silaban.net/2007/10/linux/dukung-indonesia-linux-conference-di-blogweb-anda/">Indonesia Linux Conference 2007</a> yang saat itu dipegang oleh KPLI Jogja. Tapi janji tinggal janji.., aku telah ingkari.. Ouh..ouh.. ouh.. Laa.. la..laa.. *ehm..</p>
<p><strong>Logo</strong></p>
<p>Logo baru Jogja Linux itu sebenarnya sudah jadi sebelum ILC 2007. Jadi tadinya niatnya launching desain baru situs Jogja Linux, sekalian memperkenalkan logo barunya. <span style="text-decoration: line-through;">Eh iya, sapa ya yang buat logo Jogja Linux yang baru ini? Aku kok lupa? Pliss.., yang tahu ninggal komen dibawah ya..</span></p>
<p>[UPDATE] Logo KPLI Jogja yang baru ini dibuat oleh Fahrezal Effendi aka rezal aka exavolt (thanx bung Iwan atas koreksinya).</p>
<p>Logo yang digunakan di web sekarang bukan versi original. Yang digunakan di web sekarang itu sudah saya edit sedemikian rupa dengan software <a href="http://www.inkscape.org/">Inkscape</a>.</p>
<p><strong>Mockup</strong></p>
<p>Desain dalam bentuk grafis (istilahnya kalo gak salah mockup) <a href="http://okto.silaban.net/2007/11/general/desain-web-kpli-jogja-jogja-linux-yang-baru/">pernah dibuat tahun 2007</a>.  Tapi jelek banget.. jadi ndak tega diteruskan jadi theme wordpress. Kalau yang sekarang kan keren abiss&#8230; (berani protes, gorok&#8230;!). Berikutnya terjadi modifikasi terus. Silahkan lihat disini <a href="http://okto.silaban.net/download/">http://okto.silaban.net/download/</a>. Semua file yang bernama depan mockup-*, dan berakhiran *.htm itu adalah perkembangannya dari jaman ke jaman. Yang sekarang dipake adalah versi 0.4, walaupun dengan sedikit perubahan dari mockup asli.</p>
<p>Selama proses ini saya juga tetap diuber &#8211; uber sama <a href="http://agung.getux.com">bung Agung (ketua KPLI Jogja)</a>. Hingga akhirnya dia berhasil. (Cocok buat dipilih lagi jadi ketua untuk pengurus periode berikutnya).</p>
<p>Oh iya, seluruh desain dibuat menggunakan Inkscape pada <a href="http://ubuntu-id.org">OS Ubuntu</a>, saya menggunakan bantuan grid image *lupa dapet dari situs mana*. Color Pallete yang saya pilih di Inkscape adalah Tango.</p>
<p><strong>XHTML + CSS</strong></p>
<p>Di versi <a href="http://okto.silaban.net/download/mockup-0.3.htm">mockup 0.3</a> sebenarnya sudah sempat mau dijadikan theme, walaupun saya masih merasa ndak puas. Kemudian setelah beberapa kali meminta bantuan di <a href="http://groups.yahoo.com/group/jogja-linux">milis Jogja Linux</a>, akhirnya ada yang mau meluangkan waktu membantu saya. <a href="http://andrew.getux.com/2009/05/11/newsportal-department-of-agricultural-engineering-university-gadjah-mada-redesign/">Bung Andri</a> bersedia <a href="http://andrew.getux.com/2009/03/11/membuat-layout-instan-dengan-yaml-css-framework/">mengkonversinya ke XHTML &amp; CSS menggunakan bantuan tool YAML</a>. Tetapi karena saya akhirnya merubah desainnya ke <a href="http://okto.silaban.net/download/mockup-0.4.htm">versi 0.4</a>, hasil kerja keras bung Andri tersebut tidak jadi diteruskan menjadi theme wordpress.<span id="more-628"></span></p>
<p>Versi 0.4 nya akhirnya saya kerjakan sendiri (karena emang lagi ndak ada kerjaan). Dan akhirnya dirilis seperti sekarang. Disini tool yang saya pakai Netbeans-PHP dan kadang &#8211; kadang GEdit (text editor default pada distro Ubuntu Linux).</p>
<p><strong>Kompatibilitas</strong></p>
<p>Di versi pertama rilis (seingat saya pas Hari Raya Nyepi tahun 2009), sama sekali tidak support browser IE 6, tapi XHTML &amp; CSS nya valid. Sekarang sih udah mendingan di IE 6, tapi jadinya CSS nya ndak valid <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><strong>Masalah yang diketahui</strong></p>
<p>- Resolusinya di 1024×768 agak scroll sedikit ke kanan &#8211; <a href="http://willysr.blogspot.com/">Willy SR</a></p>
<p>- Bagian footer kurang simetris &#8211; <a href="http://milisdad.blogspot.com">Dedi &#8220;milisdad&#8221;</a></p>
<p>- Tampilan di IE ndak dijamin.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Acuan</strong></p>
<p>Bagi saya yang jadi acuan nomor satu adalah UI (User Interface), jadi bagian &#8211; bagian dari halaman web (terutama konten) harus jelas. Ketika dimasukkan gambar, tag HTML, atau berbagai kemungkinan lain, tampilan tersebut tidak rusak, atau paling enggak diminimalisir.  Grafis sangat saya minimalisir (biar loading, designing, maupun coding nya ndak berat, he..he..) . Selain itu, memang kemampuan desain saya terbatas.. Jadi harap maklum.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Theme sebelumnya</strong></p>
<p>Theme Jogja Linux sebelumnya dikembangkan oleh I Gede Wijaya yang sekarang sudah berdomisili di Jakarta.</p>
<p><strong>Review</strong></p>
<p>Sebagian besar review tentunya dari para Jogxer (Jogja Linuxer) dan <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/05/13/172435/1130934/404/kampanye-ubuntu-dan-uu-no19-tahun-2002">Ubuntero Jogja</a>.</p>
<p>Dan mereka semua bilang : KEREN BANGEETT&#8230;!  Iya kan teman &#8211; teman? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , <a href="http://plurk.com/kosha">bung Kosha</a> saja sampai tidak tahan untuk segera berkomentar pertama kali..</p>
<p><strong>Credit</strong></p>
<p>- Logo RSS feed, aslinya dicomot dari TechCrunch.com dengan sedikit pengeditan. (Saya udah ijin Michael Arrington kok. Saya miskol dia tiga kali, dan ndak masuk. Itu artinya saya dapet ijin kan?)</p>
<p>- Jogja Linux &amp; <a href="http://picasaweb.google.com/didin.jamaludin/JRPJEC#">Ubuntu Jogja</a> buat review dan masukannya</p>
<p>- Tuhan yang Maha Esa</p>
<p>- Papa mama</p>
<p>- Guru &#8211; guru SD, SMP, SMA dan dosen &#8211; dosen..</p>
<p>*kok jadi kaya &#8220;thanks to&#8221; di cover album kaset ya?</p>
<p>Sekian..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/06/linux/rilis-theme-wordpress-untuk-situs-kpli-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brasero &#8211; CD Ripper yang Super Canggih di Linux</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/12/linux/brasero-cd-ripper-yang-super-canggih-di-linux/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/12/linux/brasero-cd-ripper-yang-super-canggih-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 21:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Penting]]></category>
		<category><![CDATA[ibex]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Di Linux *Ubuntu Ibex*, tool untuk copy CD Audio (ripping) yang paling saya sukai adalah program Brasero. Saya sudah sangat sering menggunakan program ini, soalnya Bapak Kos saya sering minta dicopykan lagu dari CD yang dia beli, agar bisa dimainkan berulang kali untuk latihan nyanyi anaknya. Tapi tak disangka kemampuannya bisa super canggih seperti ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Linux *Ubuntu Ibex*, tool untuk copy CD Audio (ripping) yang paling saya sukai adalah program Brasero. Saya sudah sangat sering menggunakan program ini, soalnya Bapak Kos saya sering minta dicopykan lagu dari CD yang dia beli, agar bisa dimainkan berulang kali untuk latihan nyanyi anaknya. Tapi tak disangka kemampuannya bisa super canggih seperti ini :</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/12/brasero.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-516" title="brasero" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/12/brasero.gif" alt="" width="283" height="264" /></a></p>
<p>Progresnya menyatakan : sudah 367MB dicopy dari 2MB, dan proses sudah berjalan 13612%</p>
<p>Wow..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/12/linux/brasero-cd-ripper-yang-super-canggih-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Long Way to Yahoo Games</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/12/linux/long-way-to-yahoo-games/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/12/linux/long-way-to-yahoo-games/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 22:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[firefox]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[ibex]]></category>
		<category><![CDATA[java]]></category>
		<category><![CDATA[opera]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya sempat menjadi pecandu. Menjadi pecandu game domino online di Yahoo Games. Jadi pecandu, karena arwah saya penasaran. Masa dari 20 kali main, saya 21 kali kalah (he..). Tapi ada satu masalah. Dominoes di Yahoo Games (dan hampir semua game online nya) membutuhkan Java Applet untuk bisa berjalan. Sayangnya, Java Applet sepertinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://games.yahoo.com"><img title="dominoes" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/12/dominoes.gif" alt="Yahoo Dominoes" width="253" height="244" align="left" /></a></p>
<p>Beberapa waktu lalu saya sempat menjadi pecandu. Menjadi pecandu <a href="http://games.yahoo.com/do">game domino online di Yahoo Games</a>. Jadi pecandu, karena <span style="text-decoration: line-through;">arwah</span> saya penasaran. Masa dari 20 kali main, saya 21 kali kalah (he..).</p>
<p>Tapi ada satu masalah. Dominoes di <a href="http://games.yahoo.com">Yahoo Games</a> (dan hampir semua game online nya) membutuhkan <a href="http://java.sun.com/applets/">Java Applet</a> untuk bisa berjalan. Sayangnya, Java Applet sepertinya belum berjalan sempurna di Firefox pada Linux (Ubuntu Ibex). Opera? Lebih parah lagi.. Appletnya terload, setelah itu HANG !.</p>
<p>Sebenarnya kalau untuk sekedar main domino nya saja, Java Applet pada Firefox di Ubuntu itu berjalan dengan baik. Tapi kadangkala saya harus bertemu dengan Message Box. Entah itu invitation, atau pemberitahuan bahwa saya di &#8220;boot&#8221; (diusir) dari meja permainan. Dan message box inilah yang membuat Firefox saya selalu beku.</p>
<p>Saya coba dengan Firefox di Windows, ternyata aman &#8211; aman saja. Tapi, masa saya harus pindah ke Windows demi bermain Domino? (bukan kenapa &#8211; kenapa, tools yang saya butuhkan buat bekerja semuanya ada di Linux). Akhirnya terpaksa deh pasang Windows di <a href="http://www.virtualbox.org/">VirtualBox</a>, pasang Firefox di Windowsnya itu, pasang <a href="http://java.sun.com">JRE</a> nya di Windows itu juga, baru main domino. Niat ya saya?</p>
<p>Dan tidak sia &#8211; sia kawan.., sekarang dari sekitar 54 game yang saya ikuti, saya kalah 63 kali.. (angry)<sub>plurk</sub> !</p>
<p><em>*Image idea taken from <a href="http://teddziuba.com/2008/09/a-web-os-are-you-dense.html">Ted Dziuba</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/12/linux/long-way-to-yahoo-games/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nautilus Tab Tab</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/nautilus-tab-tab/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/nautilus-tab-tab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 19:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[intrepid]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Senang rasanya, akhirnya Nautilus (di Ubuntu Intrepid) bisa ber Tab &#8211; Tab ria.. Soalnya kebiasaan browsing di Firefox dengan Tab &#8211; Tab, begitu browse direktori di hardisk, jari &#8211; jari ini sering reflek mencet Ctrl+T.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senang rasanya, akhirnya Nautilus (di Ubuntu Intrepid) bisa ber Tab &#8211; Tab ria.. Soalnya kebiasaan browsing di Firefox dengan Tab &#8211; Tab, begitu browse direktori di hardisk, jari &#8211; jari ini sering reflek mencet Ctrl+T.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/nautilus-tab-tab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Mp3 di YouTube dengan Linux</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/mencari-mp3-di-youtube-dengan-linux/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/mencari-mp3-di-youtube-dengan-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 20:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/11/linux/mencari-mp3-di-youtube-dengan-linux/</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah melihat sebuah klip lagu bagus di YouTube. Kadangkala saya begitu menyukai lagu di dalam video tersebut. Saya ingin menyetelnya berulang &#8211; ulang kali. Tapi rasanya tidak efisien jika setiap kali saya mau mendengarkan lagu tersebut saya harus kembali membuka YouTube. Oh iya, donlot ajaah.. Kan bisa tuh di donlot file .flv nya. Udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah melihat sebuah klip lagu bagus di YouTube. Kadangkala saya begitu menyukai lagu di dalam video tersebut. Saya ingin menyetelnya berulang &#8211; ulang kali. Tapi rasanya tidak efisien jika setiap kali saya mau mendengarkan lagu tersebut saya harus kembali membuka YouTube.</p>
<p>Oh iya, donlot ajaah.. Kan bisa tuh di <a href="http://okto.silaban.net/2008/02/linux/download-video-youtube-tanpa-downloader-di-linux/">donlot file .flv nya</a>. Udah sih.., udah di download. Tapi nanti kan playernya adalah player video. Jadi saya tidak bisa memutarnya dengan memasukkannya ke dalam player audio saya di Ubuntu Intrepid, yaitu Amarok. Iya sih.., Amarok bisa memainkan file flv juga (walaupun gambarnya tidak keluar). Tapi jika digabungkan dalam sebuah berkas playlist, seringkali file flv tersebut tidak dimainkan dengan benar.<span id="more-464"></span></p>
<p>Lalu mengapa tidak merubahnya menjadi mp3?</p>
<p>Gunakanlah tool ffmpeg. Silahkan install program ini terlebih dahulu. Di Ubuntu dengan apt-get install ffmpeg.</p>
<p>Jika sudah perintah untuk convertnya adalah :</p>
<p><code>ffmpeg -i Labanux_live.flv Labanux_live.mp3</code></p>
<p>Tapi ingat, dengan perintah itu, hasilnya bitrate file .mp3 nya cukup tinggi, jadi jika anda berniat menggunakannya sebagai ringtone di hengpon anda, silahkan turunkan bitrate nya dengan program pengolah audio, contohnya <a href="http://audacity.sourceforge.net/">Audacity</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/mencari-mp3-di-youtube-dengan-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beralih ke Ubuntu Intrepid, Pertahankan Java dan Eclipse Anda</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/beralih-ke-ubuntu-intrepid-pertahankan-java-dan-eclipse-anda/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/beralih-ke-ubuntu-intrepid-pertahankan-java-dan-eclipse-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 20:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[eclipse]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/11/linux/beralih-ke-ubuntu-intrepid-pertahankan-java-dan-eclipse-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru saja melakukan upgrade fresh install Ubuntu Intrepid tadi sore. Sayangnya, DVD repositorynya belum tersedia. Jadi terpaksa ritual pemasangan perangkat lunak setelah fresh install tidak bisa saya lakukan dengan mudah. Duuh.. sedih deh.. Gini nih, saya kan biasa pakai Eclipse (dengan PDT) untuk bercoding CakePHP ria.. Nah, ketika saya selesai install Ubuntu Intrepid, tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru saja melakukan <strike>upgrade</strike> fresh install Ubuntu Intrepid tadi sore. Sayangnya, DVD repositorynya belum tersedia. Jadi terpaksa ritual pemasangan perangkat lunak setelah fresh install tidak bisa saya lakukan dengan mudah. Duuh.. sedih deh..</p>
<p>Gini nih, saya kan biasa pakai Eclipse (dengan PDT) untuk bercoding CakePHP ria.. Nah, ketika saya selesai install Ubuntu Intrepid, tentu saja saya perlu menginstal ulang Java SE nya. Mudah memang dengan apt-get, tetapi koneksi saya hanyalah 3G dari TelkomselFlash, yang kecepatannya.. (hmm.. takut OOT..). Jadi tidak mungkin saya melakukan apt-get install java, yang besar paketnya *sekian* MB itu.</p>
<p>Untungnya saya sangat jenius.. (keliatan kan?).  Sebelum pasang Intrepid, saya buat backup dari J2SE saya. Saya salinlah direktori /usr/lib/jvm/java-sun-6-sdk ke <a href="http://okto.silaban.net/2008/09/linux/bagi-bagi-partisi-di-linux/">/media/adata/opt</a>. Kebetulan Eclipse pun saya pasang (install) di direktori yang sama. (/media/adata/ saya symbolic link ke /home/laban/adata). Dengan begitu saya tidak perlu mengunduh ulang Java SE lewat apt-get.</p>
<p>Berikutnya saya coba jalankan perintah java di terminal. Dan muncul pesan error bahwa berkas jre/lib/i386/jvm.cfg tidak ditemukan. Ternyata berkas tersebut merupakan symbolic links dari /etc/jvm.cg. Sementara berkas tersebut terlupakan untuk saya salin dari Ubuntu Hardy sebelumnya.</p>
<p>Akhirnya saya buat sendiri berkas tersebut. Tapi isinya apa? Hmm.. butuh 10 googling untuk tahu apa isinya. Dan ternyata cukup dengan dua baris ini sudah bisa berjalan :<span id="more-461"></span></p>
<p><code>-client KNOWN<br />
-server KNOWN</code></p>
<p>Hore.. java nya sudah dikenali.</p>
<p>Kemudian saya jalankan  ./adata/opt/eclipse-PDT/eclipse. Dan muncul lah pesan error bahwa Java Environment tidak ditemukan. Waah.. iya, saya lupa memberitahu Intrepid lokasi JAVA_HOME saya.</p>
<p>Saya suntinglah berkas .bashrc. Di baris terakhir saya tambahkan 2 baris ini :</p>
<p><code>export JAVA_HOME=/media/adata/opt</code></p>
<p><code>export PATH=$PATH:$JAVA_HOME/jre/bin/</code></p>
<p>Kemudian, logout dari Intrepid, dan login lagi. Yeah&#8230; java sudah dikenali di konsol. Tapi ketika menjalankan Eclipse lewat GUI (di klik dari perambah berkas (file browser) ), tetap muncul pesan error kalau Java Environment tidak ditemukan. Sedangkan jika dijalankan dari terminal, Eclipse nya berjalan.</p>
<p>Pakai solusi lain lagi, buat symbolic link dari /media/adata/opt/java/jre ke /media/adata/opt/eclipse-PDT/jre. Akhirnya Eclipse berjalan seperti semula. Horeee.. kembali coding..</p>
<p>Tapi ada yang aneh, kok rasanya judul posting ini kurang pas ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/11/linux/beralih-ke-ubuntu-intrepid-pertahankan-java-dan-eclipse-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

