<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; okezone</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/okezone/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Masa Depan Cerah Mobile Web di Indonesia ?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 13:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detik]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[*Sedikit mengulang lagi dari twitter* Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : &#8220;Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. &#8220;. (Ya, tentu status yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Sedikit mengulang lagi dari twitter*</p>
<p>Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : &#8220;Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. &#8220;. (Ya, tentu status yang dia maksud adalah status seseorang di Facebook.). Di lain waktu pesannya : &#8220;Kok belum masuk ya emailmu kemarin itu? Bolak &#8211; balik aku cek gak ada di inbox..&#8221;</p>
<p>Anda pernah dengar daerah bernama Onan Runggu? Kalau dari kota Medan, anda butuh waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tepian Danau Toba. Setelah itu anda harus menyeberangi Danau Toba dan dilanjutkan dengan perjalanan darat baru tiba di daerah tersebut.</p>
<p>Disana jangan berharap ada hotspot gratisan bertebaran seperti di Jogja, atau ISP dengan koneksi unlimited seperti di Jakarta. Akses yang pasti tinggal melalui network GSM. Dan ya, bukan 3G, tapi GPRS. Jadi jelas, di daerah tersebut bukan hal yang umum ditemui seseorang nongkrong sambil browsing menggunakan netbook.</p>
<p>Tapi.. Pada kenyataannya orang &#8211; orang disana juga tidak ketinggalan update dunia maya. Mereka tetap aktif ber Facebook ria, baca berita, baca email, dan chatting tentunya. Modal yang dibutuhkan tidak banyak soalnya. Kalau dulu seseorang harus mempunyai komputer dan membayar biaya internet yang mahal untuk sekadar menelusuri internet, sekarang cukup dengan HP yang support OperaMini dan koneksi GPRS hal tersebut sudah bisa dilakukan. Hei.., lagian sekarang banyak banget muncul HP yang harganya terjangkau dengan fasilitas bisa internetan.</p>
<p><strong>Tidak cuma di daerah</strong></p>
<p>Apa cuma di daerah saja pengguna internet mobile aktif ? <span id="more-728"></span>Di gedung &#8211; gedung besar di Jakarta, karyawan yang tidak punya akses ke komputer, atau karyawan yang punya akses internet tapi situs tertentu di blok, juga menggunakan HP masing &#8211; masing sebagai &#8220;peluang terakhir&#8221; untuk <em>eksis</em> di internet. Apalagi kalau di kos &#8211; kosan, HP jadi hiburan utama. (Banyak kan anak kos yang gak punya TV. Tapi hampir semua punya HP)</p>
<p><strong>Masih situs itu &#8211; itu saja</strong></p>
<p>Ya, memang saat ini sebagian besar yang mereka akses adalah Facebook, Friendster, situs portal berita, dan situs mainstream lainnya. Belum muncul yang signifikan untuk situs atau web apps lainnya. (Apa mungkin Koprol nanti ya? Kayaknya mmm.. ).</p>
<p>Nah pada akhirnya orang &#8211; orang juga akan bosan dengan situs itu &#8211; itu saja. Mereka mulai mencari &#8211; cari situs lain. Mulai membuka situs yang juga ramai di kunjungi dengan browser di komputer. Tapi.., aah.. kok tampilannya tidak enak di mobile yah? Ganti situs lain.. Begitu lagi.., dan seterusnya. Mau jadi perhentian berikutnya? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan memang situs &#8211; situs besar *lokal* yang ada, sekarang banyak yang sudah mobile friendly. Sebut saja, Detik, OkeZone, KapanLagi dan Kompas. Kaskus sendiri sudah mobile friendly, tapi sepertinya masih di &#8220;lewatkan&#8221; dengan bantuan Google, bukan develop baru (CMIIW).</p>
<p><strong>Peluang</strong></p>
<p>Ada dua peluang besar disini :</p>
<ol>
<li>Bisnis development web yang mobile friendly (ah.. saya sebut sajalah Mobile Web Development)</li>
<li>Kalau ada yang bisa menemukan website seperti apa yang cocok buat para pengakses internet mobile di Indonesia ini, kayaknya bakal laris manis deh.</li>
</ol>
<p>Menurut anda ?</p>
<p>[catatan]</p>
<p>Istilah &#8220;mobile web&#8221; mungkin tidak tepat. Tapi saya tidak ketemu istilah lain yang lebih pendek dengan makna yang saya maksud. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[link terkait]</p>
<p><a href="http://www.opera.com/smw/2009/10/">Informasi statistik pengguna web via OperaMini</a> (via @<a href="http://twitter.com/sandalian">sandalian</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susahnya Web 2.0 di Indonesia</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/susahnya-web-20-di-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/susahnya-web-20-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 18:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[Fupei.com]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/susahnya-web-20-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Adakah web 2.0 buatan anak negri ini yang sukses mendulang Rupiah? Cobalah tengok kisah Fupei.com yang begitu sulitnya berjuang untuk bisa berhasil seperti MySpace, Friendster atau Facebook di Amerika sana. Wawancara dengan GATRA Koran Tempo (sayang saya tidak punya account, jadi tidak bisa mengakses tulisannya) Pikiran Rakyat Bandingkan dengan Detikcom, Bisnis.com, Kompas.com, PortalHR.com dll yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Adakah web 2.0 buatan anak negri ini yang sukses mendulang Rupiah?</strong></p>
<p>Cobalah tengok kisah <a href="http://Fupei.com">Fupei.com</a> yang begitu sulitnya berjuang untuk bisa berhasil seperti MySpace, Friendster atau Facebook di Amerika sana.</p>
<ul>
<li><a href="http://www.gatra.com/2008-06-28/artikel.php?id=115643">Wawancara dengan GATRA</a></li>
<li><a href="http://www.korantempo.com">Koran Tempo</a> (sayang saya tidak punya account, jadi tidak bisa mengakses tulisannya)</li>
<li><a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=10110">Pikiran Rakyat</a></li>
</ul>
<p>Bandingkan dengan Detikcom, Bisnis.com, Kompas.com, PortalHR.com dll yang bisa sukses mendulang Rupiah di jagad maya. Ya mungkin karena memang mereka punya kekuatan yang luar biasa : trafik yang sangat tinggi, atau target audience yang jelas (dan berkelas). Sepertinya situs model portal seperti inilah yang lebih menghasilkan, kalau istilah saya, ini bisnis online yang <a href="http://www.virtual.co.id/blog/virtual-corner/seminar-online-strategy-pertama/">model korporat</a>.</p>
<p>Saya jadi ingat salah satu omongan dosen saya : <em>Indonesia ini kadang &#8211; kadang terlalu cepat mengadaptasi suatu perkembangan di luar negri. Padahal seringkali Indonesia ini belum membutuhkannya, atau belum siap terhadap apa yang mau diadaptasi</em>.</p>
<p>Dia mencontohkan Nokia Communicator yang banyak dimiliki oleh anak &#8211; anak muda, yang bahkan cara mensetting GPRS di perangkat mobile nya pun tidak tahu. Rame &#8211; rame beli HP dengan fasilitas Video Call, padahal tiap isi pulsa cuma 25ribu.</p>
<p>Lalu begitu semangatnya orang &#8211; orang datang ke pameran komputer, untuk membeli komputer dengan spesifikasi setara untuk komputer designer animasi 3D di luar negri sana. Padahal komputer itu hanya digunakan untuk <strike>mengcopy &amp; edit &#8211; edit dikit</strike> membuat laporan kuliah, menonton film <strike>bajakan</strike>, mendengarkan mp3 <strike>yang juga bajakan</strike>, dan sisanya main game <strike>pastinya juga bajakan</strike>.</p>
<p>Apakah ini juga yang terjadi dengan web 2.0 di Indonesia? Apakah memang belum saatnya web 2.0 di Indonesia berkembang (dan mendulang Rupiah)? Tak heran kalau banyak web developer lebih tertarik dengan program Affiliate Marketing, Pay per Post, Google AdSense, jual beli link, dsb.. Karena usaha dan modal yang dikeluarkan tidak sebesar jika kita membangun layanan web 2.0 sendiri, tetapi hasilnya sama, atau bahkan lebih besar.</p>
<p>Saya cukup miris membaca betapa rendahnya tawaran investor lokal atas website yang dikembangkan oleh <a href="http://fupei.com/blog/webmaster/">Sanny Gaddafi</a> (Sagad) (27), Melinda Yumin (23), dan Bahder Johan ini.</p>
<p>Entahlah, saya tidak mengerti dunia perbisnisan korporat, saya cuma punya pengalaman 14 tahun mengurusi pembeli di toko keluarga kami. Jadi tidak sebanding ilmunya. Apakah memang begitu kecil nilai bisnis yang ada pada dunia web 2.0 Indonesia? Ataukah ini hanya kasuistik (pada Fupei) saja?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/susahnya-web-20-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat Trafik Semua Situs di Statbrain.com</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/melihat-trafik-semua-situs-di-statbraincom/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/melihat-trafik-semua-situs-di-statbraincom/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 18:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/melihat-trafik-semua-situs-di-statbraincom/</guid>
		<description><![CDATA[Sampai saat ini cukup sulit menemukan layanan gratis yang menyediakan data trafik kunjungan suatu situs, yang bisa diakses secara umum. Memang ada Alexa, ataupun Compete, tetapi ini cuma untuk website yang trafiknya cukup besar. Tetapi beruntung, tanpa sengaja saya menemukan situs lain lagi yang menyediakan layanan data trafik suatu situs, yaitu Statbrain.com. Sebagai perbandingan, trafik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sampai saat ini cukup sulit menemukan layanan gratis yang menyediakan data trafik kunjungan suatu situs, yang bisa diakses secara umum. Memang ada <a href="http://Alexa.com">Alexa</a>, ataupun <a href="http://Compete.com">Compete</a>, tetapi ini cuma untuk website yang trafiknya cukup besar. Tetapi beruntung, tanpa sengaja saya menemukan situs lain lagi yang menyediakan layanan data trafik suatu situs, yaitu <a href="http://Statbrain.com">Statbrain.com</a>.</p>
<p>Sebagai perbandingan, trafik Detikcom, Kompas.com, dan OkeZone jika dibandingkan di Alexa, hasilnya bisa <a href="http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/pageviews-kompascom-mengalahkan-detikcom/">dilihat disini</a>. (ada ulasannya juga)</p>
<p>Sementara itu dari Statbrain hasilnya :</p>
<ul>
<li>Detikcom :   <strong>2,270,139</strong> visits per day <strong>! </strong>(edan&#8230;)</li>
<li>Kompas.com :  505,650 visits per day</li>
<li>OkeZone.com :  340,218 visits per day</li>
<li>Kaskus.us :  <strong>2,281,183 </strong>visits per day (ternyataDetikcom kalah ya?)</li>
</ul>
<p>Tapi saya cukup kaget waktu melihat ini :</p>
<ul>
<li> Planet.Terasi.Net :  2,209 visits per day<span id="more-405"></span></li>
</ul>
<p>Menurut anda apa memang Planet Terasi &#8220;cuma&#8221; segitu trafiknya? Apa karena kebanyakan yang baca Planet Terasi udah pada melek IT, jadi pada baca lewat RSS Reader ya?</p>
<p>Satu hal lagi yang cukup mengejutkan, perbandingan trafik Yahoo dan Google :</p>
<ul>
<li>Yahoo.com :  111,499,022 visits per day</li>
<li>Google.com :  91,201,253 visits per day</li>
</ul>
<p>Kira &#8211; kira kenapa ya?</p>
<p>Oh iya, berbeda dengan Alexa dan Compete, Statbrain mampu membedakan trafik dari subdomain. Ini fitur yang penting bagi saya pribadi. Karena biasanya (di Alexa dan Compete), ketika saya melihat data trafik blog saya ini (okto.silaban.net), yang keluar justru data domain induknya (<a href="http://Silaban.Net">Silaban.Net</a>), yang notabene trafiknya memang lumayan tinggi (sekitar 24ribu <strong>unique visitors</strong> / month).</p>
<p>Walaupun tampilannya sangat sederhana, Statbrain tidak minta banyak permintaan. Web yang hanya punya trafik dibawah 100 orang per hari pun masih bisa kita lacak. Kalau di Alexa sih udah gak bakalan masuk hitungan.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalo data ini valid, seru juga kayaknya. Biaya research untuk trafik web kompetitor bisa ditekan <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/melihat-trafik-semua-situs-di-statbraincom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompas.com, OkeZone.com, TabloidPCPlus.com &#8211; Satu Motherboard !</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/kompascom-okezonecom-tabloidpcpluscom-satu-motherboard/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/kompascom-okezonecom-tabloidpcpluscom-satu-motherboard/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 10:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[codeigniter]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/kompascom-okezonecom-tabloidpcpluscom-satu-motherboard/</guid>
		<description><![CDATA[Saya dulu sempat bingung ketika hendak memilih Framework PHP MVC untuk bercoding ria. Memang secara prinsip Framework, CMS, CMF, dst itu hanyalah tool.. Untuk apa tool canggih tapi webnya tidak menghasilkan?. Tapi saya percaya dengan pemilihan teknologi yang tepat, sebuah website bisa berkembang lebih baik. Kemungkinannya untuk dikembangkan akan semakin besar, tetapi tetap dengan cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dulu sempat bingung ketika hendak memilih Framework PHP MVC untuk bercoding ria. Memang secara prinsip Framework, CMS, CMF, dst itu hanyalah tool.. Untuk apa tool canggih tapi webnya tidak menghasilkan?. Tapi saya percaya dengan pemilihan teknologi yang tepat, sebuah website bisa berkembang lebih baik. Kemungkinannya untuk dikembangkan akan semakin besar, tetapi tetap dengan cara yang cantik. Tidak dengan membongkar ulang core programnya.</p>
<p>Saya akhirnya mendengar kabar bahwa OkeZone telah beralih dari Joomla ke pengembangan sendiri, dengan menggunakan Framework PHP CodeIgniter. Ahh.. ternyata sudah ada contoh nyata <strong>di Indonesia</strong> website besar yang menggunakan framework ini. (Saya sering dengar tentang CakePHP dan Symfony, tapi tidak dengan contoh nyatanya <strong>di Indonesia</strong>). *Detikcom pakai Framework Fusebox kalau tidak salah. Hanya karena alasan sederhana itulah saya akhirnya memilih CodeIgniter sebagai framework pilihan saya.</p>
<p>Ingat waktu Kompas.com masih berstatus BETA? Waktu itu saya lihat di urlnya kalau tidak salah masih berakhiran *.cfm (ColdFusion berarti ya?). Dan ntah sejak kapan, Kompas.com sudah melepas status BETA nya. Dan bersamaan dengan itu, saya merasa ada yang berbeda dengan situsnya (dari sisi URL). Memang sih sudah pake Clean URL itu biasa. Tapi sepertinya ada yang lebih. Dan ternyata benar, Kompas.com pun ternyata menggunakan CodeIgniter. Wueh.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>EllisLab (pembuat CodeIgniter) harusnya tahu kabar ini.. Bagaimana tidak, dua dari tiga portal berita besar di Indonesia menggunakan Framework mereka sebagai kerangka. Oh iya, Tabloid PC Plus juga pakai CI.. Seperti di sebuah PC, prosesor, RAM, VGA, dll boleh beda. Tetapi motherboardnya tetap sama.</p>
<p>*Promosi CI mode : ON</p>
<p>Jadi baguskah performa CodeIgniter? Mari kita lihat..  Hi.. hi.. hi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/kompascom-okezonecom-tabloidpcpluscom-satu-motherboard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OkeZone.com &#8211; Cari Personel Lagi</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/okezonecom-cari-personel-lagi/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/okezonecom-cari-personel-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 09:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/okezonecom-cari-personel-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Tak mau kalah dengan Kompas yang &#8220;berlomba&#8221; dengan Detikcom, OkeZone pun terus membenahi diri. Banyak tentunya yang mereka lakukan. Tapi yang jelas dari sisi teknis mereka sudah melakukannya. Keterbukaan para developernya menjadi acungan jempol buat saya . Kompas punya kans besar buat menyalib Detikcom, karena mereka punya sumber daya *tepatnya konten* yang berlimpah. Tetapi OkeZone [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak mau kalah dengan<a href="http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/pageviews-kompascom-mengalahkan-detikcom/"> Kompas yang &#8220;berlomba&#8221; dengan Detikcom</a>, OkeZone pun terus membenahi diri. Banyak tentunya yang mereka lakukan. Tapi yang jelas dari sisi teknis mereka sudah melakukannya. Keterbukaan para developernya menjadi acungan jempol buat saya <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Kompas punya kans besar buat menyalib Detikcom, karena mereka punya sumber daya *tepatnya konten* yang berlimpah. Tetapi OkeZone pun punya sumber daya yang berlimpah juga (mengingat bendera MNC di belakangnya). Dan nilai plusnya lagi, mereka juga punya pengalaman di bidang media elektronik mulai dari radio sampai televisi. Walaupun Kompas (melalui KKG) juga berpengalaman dengan radio2 &amp;TV7  (sekarang Trans7). Tapi jika OkeZone bisa memanfaatkan resource nya dari TPI, GlobalTV, dan RCTI (dimana segmen penontonnya berbeda), maka OkeZone sepertinya sih bisa meramu bagaimana menentukan segmen portal mereka di mata pengunjung.</p>
<p>Bagaimana meramunya? Mbuh.. He..he.. Mikir skripsi aja sekarang..</p>
<p>Oh iya, ini dia lowongan dari OkeZone, silahkan bagi yang berminat : <span id="more-397"></span><br />
Okezone, news portal, unit bisnis dari PT Media Nusantara Citra Tbk (Group Company dari RCTI, TPI, Globaltv, Sindo, Trijaya, Trust, Genie, Mom&amp;Kiddi) , membutuhkan beberapa Staff IT untuk menempati beberapa posisi sebagai berikut :<br />
1. Junior Web Developer ( 4 orang )<br />
1.1. Mahir PHP dan MySQL<br />
1.2. Mengerti dan paham konsep OOP di dalam PHP dan model class-clas<br />
1.3. Mengerti PHP Framework Code Igniter<br />
1.4. Mengerti AJAX, XML<br />
1.5. Pengalaman kerja minimal 1 tahun di bidang yang sama<br />
1.6. Dapat bekerja dalam team<br />
1.7. Dapat bekerja dengan target dan disiplin<br />
1.8. Kualifikasi pribadi: Jujur, tepat waktu, bertanggung jawab &amp; pekerja keras<br />
1.9. Lulusan atau mahasiswa yg mau lulus dari Universitas Termuka.</p>
<p>2. System Analyst ( 2 orang )<br />
2.1. Mahir PHP dan MySQL<br />
2.2. Mahir konsep OOP di dalam PHP dan model class-class<br />
2.3. Mengerti PHP Framework Code Igniter<br />
2.4. Mengerti J2EE, PHYTON<br />
2.5. Mengerti AJAX, XML<br />
2.6. Mengerti konsep web service, RDBMS<br />
2.7. Pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang yang sama.<br />
2.8. Dapat bekerja dalam team<br />
2.9. Dapat bekerja dengan target dan disiplin<br />
2.10. Kualifikasi pribadi: Jujur, tepat waktu, bertanggung jawab &amp; pekerja keras<br />
2.11. Lulusan atau mahasiswa yg mau lulus dari Universitas Termuka.</p>
<p>3. Designer ( 1 orang )<br />
3.1. Mahir dalam Photoshop, Macromedia (Flash, Dreamweaver, Director), serta Editing film<br />
3.2. Mahir dalam CSS &amp; Web Design<br />
3.3. Mempunyai jiwa seni dan pengalaman minimal 1 tahun<br />
3.4. Dapat membuat aplikasi web design maupun design untuk media cetak maupun elektronik<br />
3.5. Mampu bekerja dalam team perangkat lunak<br />
3.6. Dapat bekerja dengan target dan disiplin<br />
3.7. Kualifikasi pribadi: Jujur, tepat waktu, bertanggung jawab &amp; pekerja keras</p>
<p>Tolong kirim CV ke <a href="mailto:shoni.fata@okezone.com">shoni.fata@okezone.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/okezonecom-cari-personel-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Orang System Analyst untuk Dua Portal Berita Terbesar Indonesia</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/04/website/satu-orang-system-analyst-untuk-dua-portal-berita-terbesar-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/04/website/satu-orang-system-analyst-untuk-dua-portal-berita-terbesar-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 02:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/04/website/satu-orang-system-analyst-untuk-dua-portal-berita-terbesar-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya melihat tulisan Suara Kebon Sirih dari OkeZone.com, di bagian akhir tertulis nama RBS, yang disitu tertulis sebagai System Analyst OkeZone.com, begitu juga di halaman tentang redaksi. Eh.., sebentar.. sebentar.., sepertinya saya pernah membaca nama ini. Dan benar ternyata, di Detikcom RBS juga tercatat sebagai System Analyst mereka.. Dulu sepertinya beliau memulai karir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja saya melihat tulisan Suara Kebon Sirih dari OkeZone.com, di <a target="_blank" href="http://news.okezone.com/SKS/index.php/ReadStory/2008/03/17/61/92351/so-we-dream-of-new-and-better-things">bagian akhir tertulis nama RBS</a>, yang disitu tertulis sebagai System Analyst OkeZone.com, begitu juga di <a target="_blank" href="http://management.okezone.com/redaksi.html">halaman tentang redaksi</a>. Eh.., sebentar.. sebentar.., sepertinya saya pernah membaca nama ini. Dan benar ternyata, di Detikcom <a target="_blank" href="http://www.detik.com/dapur/redaksi.php">RBS juga tercatat</a> sebagai System Analyst mereka.. Dulu sepertinya beliau <a target="_blank" href="http://www.detik.com/suratPI/public/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/11/time/123255/idnews/633377/idkanal/238/">memulai karir sebagai web developer</a> disana.</p>
<p>Wow.. keren ya, satu orang bekerja sebagai system analyst di dua portal berita besar di Indonesia.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  he..he..</p>
<p>*sepertinya salah satu dari mereka lupa mengupdate data timnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/04/website/satu-orang-system-analyst-untuk-dua-portal-berita-terbesar-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TheJakartaPost.com &#8211; Redevelop, Redesign &amp; Get Defaced ?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/website/thejakartapostcom-redevelop-redesign-get-defaced/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/03/website/thejakartapostcom-redevelop-redesign-get-defaced/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 06:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>
		<category><![CDATA[thejakartapost]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/website/thejakartapostcom-redevelop-redesign-get-defaced/</guid>
		<description><![CDATA[Ok.. ok.., gak usah protes, memang gak di deface kok. Cuma diselipkan tulisan saja. Awalnya saya baru tahu kalau web The Jakarta Post baru ganti desain dari blognya bung Aria Rajasa. Iseng &#8211; iseng lihat webnya, dan penasaran situs ini dibangun pakai apa. Seperti biasa, saya lakukan cara kuno buat tahu apa engine dibelakang web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ok.. ok.., gak usah protes, memang gak di deface kok. Cuma diselipkan tulisan saja. Awalnya saya baru tahu kalau web <a href="http://www.thejakartapost.com">The Jakarta Post</a> baru ganti desain dari blognya bung <a href="http://rajasa.com/blog/">Aria Rajasa</a>. Iseng &#8211; iseng lihat webnya, dan penasaran situs ini dibangun pakai apa. Seperti biasa, saya lakukan cara kuno buat tahu apa engine dibelakang web ini (bahasanya apa, frameworknya, atau CMS nya) yaitu dengan memberi halaman error. Eh taunya malah &#8220;saya jadi berita&#8221; di situs ini.</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/03/jakartapost2.jpg" title="The Jakarta Post"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/03/jakartapost2.jpg" alt="The Jakarta Post" height="282" width="791" /></a></p>
<p>Ini bukan hasil rekayasa skrinsut. URL-nya? Maaf, saya tidak bisa memberikan URL nya, takutnya malah disalahgunakan untuk yang aneh &#8211; aneh.</p>
<p>Mungkin developernya agak sedikit khilaf  <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  saja. Mudah &#8211; mudahan segera diperbaiki.</p>
<p>Btw, TheJakartaPost sudah mulai berbenah juga berarti, mengikuti jejak <a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a> dan <a href="http://OkeZone.com">OkeZone.com</a>, saya masih menunggu <a href="http://detik.com">pendahulu mereka yang satu itu</a> untuk berbenah juga (atau memang tidak akan ya?).<br />
<a href="http://www.virtual.co.id/blog/virtual-corner/babak-baru-perang-megaportal-kompas-dan-okezone-goyang-detikcom/"><br />
Perang media online</a> semakin seru tampaknya. Anda ikut?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/03/website/thejakartapostcom-redevelop-redesign-get-defaced/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CodeIgniter Indonesia</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 10:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[codeigniter]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang sedang ingin belajar, sedang belajar, ataupun sudah ahli dengan CodeIgniter PHP Framework, saat ini sudah ada milisnya untuk lokal indonesia. Milis ini beralamat di codeigniter-id@yahoogroups.com. Kalau mau diakses lewat internet, bisa lewat sini. Info ini saya dapatkan dari Bung Sunaryuda di komentarnya dalam tulisan saya sebelum ini. *berharap developernya OkeZone.com mau bergabung.., [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/02/ci.gif" title="CodeIgniter Indonesia"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/02/ci.gif" alt="CodeIgniter Indonesia" align="left" /></a>Bagi anda yang sedang ingin belajar, sedang belajar, ataupun sudah ahli dengan CodeIgniter PHP Framework, saat ini sudah ada milisnya untuk lokal indonesia. Milis ini beralamat di codeigniter-id@yahoogroups.com. Kalau mau diakses lewat internet, bisa lewat <a href="http://tech.groups.yahoo.com/group/codeigniter-id/">sini</a>.</p>
<p>Info ini saya dapatkan dari <a href="http://www.sinaryuda.web.id/">Bung Sunaryuda</a> di komentarnya dalam tulisan saya sebelum ini.</p>
<p>*berharap developernya <a href="http://OkeZone.com">OkeZone.com</a> mau bergabung.., biar bisa share ilmu nya.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meninggalnya Soeharto, Hidupnya Media Berita Online</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/01/website/meninggalnya-soeharto-hidupnya-media-berita-online/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/01/website/meninggalnya-soeharto-hidupnya-media-berita-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 11:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/01/website/meninggalnya-soeharto-hidupnya-media-berita-online/</guid>
		<description><![CDATA[Mantan presiden RI ke-2, Soeharto telah meninggal dunia. Seluruh media ramai memberitakannya. Mulai dari media radio, televisi, cetak, dan tentunya media online tidak ketinggalan. Saya tidak ingin membahas polemik seputar kematian Soeharto. Yang menjadi perhatian saya adalah media yang memberitakannya. Mulai dari kabar meninggalnya Soeharto di RSPP 27 Januari lalu, sekitar pukul 13.00, bisa dikatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mantan presiden RI ke-2, <strong>Soeharto</strong> telah meninggal dunia. Seluruh media ramai memberitakannya. Mulai dari media radio, televisi, cetak, dan tentunya media online tidak ketinggalan.</p>
<p>Saya tidak ingin membahas polemik seputar kematian Soeharto. Yang menjadi perhatian saya adalah media yang memberitakannya. Mulai dari kabar meninggalnya Soeharto di RSPP 27 Januari lalu, sekitar pukul 13.00, bisa dikatakan tidak ada siaran lain di seluruh stasiun televisi. Seluruh stasiun televisi memberitakan setiap detik momen &#8211; momen yang terjadi seputar kematian Soeharto. Praktis, masyarakat Indonesia tidak punya pilihan lain selain melihat berita ini. Bahkan hari ini (28 Januari), mulai dari pukul 07.00 (bahkan mungkin dari sebelumnya), hampir sama sekali tidak ada siaran lain di televisi selain detik &#8211; detik menjelang pemakaman Soeharto tersebut.</p>
<p>Lalu, apakah selama dua hari ini (27-28 Januari), tidak ada kejadian penting lainnya di Indonesia maupun dunia? Tentu saja ada. Lalu bagaimana dengan masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terbaru lainnya? (Selain informasi seputar wafatnya Soeharto). <strong>Media berita online</strong> jawabannya. Walaupun berita utama di <a href="http://Detik.com">Detikcom</a>, <a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a>, <a href="http://OkeZone.com">OkeZone</a>, dll masih seputar wafatnya Soeharto, tetapi media &#8211; media online ini memiliki kanal &#8211; kanal (channel). Dan kanal ini masih tetap aktif memberikan informasi. Misal saja : <a href="http://techno.okezone.com">techno.okezone.com</a>, <a href="http://detikinet.com">detikinet.com</a>.</p>
<p><strong>Interaksi</strong></p>
<p>Media berita online memang memiliki beberapa keterbatasan di banding media televisi, diantaranya adalah visualisasi (audio maupun video) secara realtime, jangkauannya yang untuk saat ini masih terbatas di Indonesia. Tetapi media berita online juga memiliki kelebihan yang luar biasa : <strong>Interaksi</strong>. Di media televisi, anda tidak bisa memilih mana yang ingin anda tonton (tidak bisa berinteraksi). Pilihannya hanyalah ganti channel, atau matikan televisi. Sedangkan di media online tidak demikian. Kalau anda tidak suka berita di headline, anda bisa masuk ke kanal &#8211; kanal yang tersedia. Seperti yang kita alami dua hari ini, ketika semua televisi memberitakan (hampir non-stop) kematian Soeharto, para pelaku bisnis tetap bisa mengikuti berita tentang bisnis di <strong><a href="http://Bisnis.com">Bisnis.com</a></strong>, para pelaku IT bisa tetap mendapatkan informasi dari <strong><a href="http://Detikinet.com">Detikinet.com</a></strong>, dst. Memang media televisi menyajikan alternatif berita lain melalui fasilitas Newsticker (teks berjalan di bagian bawah layar televisi). Tetapi informasi yang bisa diberikan disini pun sangat terbatas.</p>
<p>Jadi kalau anda (mungkin termasuk saya) ingin bergerak di media online, ini adalah salah satu nilai lebih dari media online. Masih banyak nilai lebih lain yang bisa digali, apalagi dihubungkan dengan kata kunci utamanya : interaksi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/01/website/meninggalnya-soeharto-hidupnya-media-berita-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OkeZone.com &#8211; Redesign</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/01/website/okezonecom-redesign/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/01/website/okezonecom-redesign/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 07:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cms]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[drupal]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/01/website/okezonecom-redesign/</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan postingan sebelumnya (tentang redesign situs Kompas.com). Ternyata OkeZone.com juga sudah meredesign situsnya (argh&#8230; saya baru tahu). Padahal di tulisan saya sebelumnya tersebut saya sempat menuliskan bahwa OkeZone.com masuk dalam desain yang belum sekelas media berita online luar negri. Sama seperti Kompas.com, OkeZone.com pun memiliki tipikal desain yang tak jauh beda dengan situs &#8211; situs [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/01/okezone.gif" title="OkeZone.com"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/01/okezone.gif" alt="OkeZone.com" align="left" /></a>Melanjutkan postingan sebelumnya (tentang redesign situs <a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a>). Ternyata <a href="http://OkeZone.com">OkeZone.com</a> juga sudah meredesign situsnya (argh&#8230; saya baru tahu). Padahal di tulisan saya sebelumnya tersebut saya sempat menuliskan bahwa OkeZone.com masuk dalam desain yang belum sekelas media berita online luar negri.</p>
<p>Sama seperti Kompas.com, OkeZone.com pun memiliki tipikal desain yang tak jauh beda dengan situs &#8211; situs luar yang saya jadikan perbandingan di tulisan sebelum ini. Sepertinya memang desain seperti ini menjadi standar desain media berita online. Dan sampai kapankah <a href="http://detik.com">Detikcom</a> bertahan dengan desainnya yang sekarang ini? Ia memang memberikan <a href="http://detikportal.com">website</a> dengan desain yang lebih bersih dan rapi, tetapi untuk mengaksesnya anda harus berlangganan. Bukan masalah biaya yang saya tekankan, tetapi kalau media berita online lainnya memberikannya secara gratis, mengapa harus bayar?</p>
<p>Satu hal lagi yang saya suka dari OkeZone adalah setting kanal (channel) nya. Memang dari awal saya tahu untuk setiap kanal ada subdomainnya. Misal, kanal Techno (<a href="http://techno.okezone.com">techno.okezone.com</a>), kanal Economy (<a href="http://economy.okezone.com">economy.okezone.com</a>), dst. Tetapi dulu subdomain tersebut hanya merupakan redirect ke dalam OkeZone.com sendiri. Jadi halaman yang anda tuju tidak benar &#8211; benar berada pada subdomain tersebut.</p>
<p>Lain halnya dengan sekarang. Tiap subdomain dari kanal &#8211; kanal OkeZone, memang berada pada subdomain tersebut (dari sisi user). Memang di sisi server sendiri belum tentu isi dari tiap kanal (subdomain) berada pada masing &#8211; masing web folder dari subdomain. Hal ini umum dan cukup mudah dilakukan dengan <a href="http://okto.silaban.net/2007/08/website/sedikit-pengenalan-tentang-drupal-cms/">CMS Drupal</a>. Tetapi berhubung OkeZone.com (dulu) menggunakan <a href="http://Joomla.org">Joomla</a> , saya sendiri tidak tahu bagaimana teknik yang mereka gunakan. (<strong><em>update</em> </strong>: Sepertinya OkeZone.com tidak menggunakan Joomla lagi sekarang, tetapi membangun sendiri, dengan basis Framework <a href="http://CodeIgniter.com">CodeIgniter</a>).</p>
<p>Tidak sampai disitu saja, sekarang OkeZone sudah Search Engine Friendly (SEF). Jadi sepertinya bakal lebih mudah di index oleh search engine. Suatu hal yang (ternyata) belum diterapkan oleh Kompas.com. Kita lihat saja nanti, sepertinya Kompas.com juga tidak mau ketinggalan. Apalagi statusnya sekarang masih Beta.</p>
<p>Kompas.com dan OkeZone.com semakin memperbaiki diri untuk bersaing di dunia media berita online. Tetapi bagaimana dengan <a href="http://detik.com">&#8220;raja&#8221;-nya</a> media berita online Indonesia saat ini? Saya yakin mereka juga berbenah, tetapi bukan di sisi yang bisa dilihat langsung oleh user. Kita lihat saya bagaimana persaingan ini akan berlangsung.</p>
<p><em>Note : Artikel ini sudah 3 kali diupdate, menyesuaikan dengan beberapa informasi yang dicross-check.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/01/website/okezonecom-redesign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

