<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; media online</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/media-online/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Mengapa Terjun ke Bisnis Online (Website) ?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2011/08/website/mengapa-terjun-ke-bisnis-online-website/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2011/08/website/mengapa-terjun-ke-bisnis-online-website/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 03:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[detik.com]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=1061</guid>
		<description><![CDATA[Saya batasi dulu, yang saya maksud bisnis online (website) dalam tulisan ini : Bisnis yang pemasukan utamanya adalah dari online (misal : dari iklan di webnya, membership berbayar, dsb). Jadi yang bisnisnya utamanya adalah jualan produk dan online-nya &#8220;cuma&#8221; jadi tempat promosi saja dan transaksi tetap offline bukanlah yang saya maksud. Untuk yang berjualan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya batasi dulu, yang saya maksud bisnis online (website) dalam tulisan ini : Bisnis yang pemasukan utamanya adalah dari online (misal : dari iklan di webnya, membership berbayar, dsb). Jadi yang bisnisnya utamanya adalah jualan produk dan online-nya &#8220;cuma&#8221; jadi tempat promosi saja dan transaksi tetap offline bukanlah yang saya maksud. Untuk yang berjualan di online (e-commerce, tiket, jasa reservasi, dll) juga bukan yang saya maksud. Kalau contoh riilnya, bisnis online yang saya maksud : Detik.com, Kaskus.us, KapanLagi.com, Koprol.com, Flickr.com, YouTube.com, Twitter.com, Facebook.com, Pinboard.in.</p>
<p><strong>Nasihat</strong></p>
<p>Oke, lanjut.. Nah jadi, sejak sekitar 5 tahun lalu, saya sering mengamati dunia bisnis online baik lokal maupun luar (tulisan2 jaman itu masih ada di blog ini). Beberapa &#8220;sabda&#8221; yang dari jaman itu hingga sekarang selalu saya dengar adalah : &#8220;Jangan ragu &#8211; ragu masuk ke bisnis online di Indonesia&#8230; Marketnya sangat besar.., potensi bisnisnya juga sangat besar.. bla..bla..&#8221;. (1)</p>
<p>Kemudian biasanya diikuti dengan nasihat : &#8220;Inget, bisnis online itu tidak melulu sumber pendapatannya dari iklan, masih banyak model bisnis lainnya, misal : layanan berbayar (seperti 37signals.com), konten premium (seperti DetikPortal.com), and the bla.. and the bla..&#8221; (2)</p>
<p>Anehnya, paradoks dengan nasihat di atas, pihak &#8211; pihak yang sama (luar negri maupun lokal) juga mempopulerkan ini : &#8220;Budget beriklan di online itu sekarang naiknya pesat sekali.., sudah naik jadi _sekian_ persen.&#8221; Atau yang seperti ini : &#8220;Ada sekian Milliar rupiah budget iklan dari perusahaan &#8211; perusahaan di Indonesia dan tiap tahun makin besar nilainya. Hampir semuanya masuknya kesitu &#8211; situ juga (portal berita), jadi peluang nya masih besar..&#8221; (3)</p>
<p><strong>Skeptis</strong></p>
<p>Teman &#8211; teman saya mungkin menganggap saya selalu pesimis soal dunia bisnis online Indonesia. Tapi, saya sendiri sebenarnya merasa saya mengambil sikap skeptis, tapi tetap optimis. Nah berhubungan dengan 3 poin di atas, ini yang mau saya bahas :</p>
<p>(1) Iya.. benar.. marketnya besar.. ada 30-40jt-an pengguna internet di Indonesia (di tahun 2006 dulu diperkirakan baru ada 18jt). Untuk poin ini saya setuju.</p>
<p>(2) Nah untuk poin ini saya masih skeptis. Saya jaman dulu sempat memegang teguh nasihat (2), sehingga sebegitu bencinya saya dengan banner-ads. Seperti di film The Social Network itu, mereka juga anti banget dengan banner ads toh.. (waktu nasihat itu saya dengar, Friendster masih jadi raja soc. network). Tapi nyatanya memang sumber pemasukan paling real itu ya iklan (ads), entah apapun itu bentuknya : tulisan berbayar, banner image, teks, contextual text, link dsb.  (Facebook pun sekarang memasang ads toh&#8230; Twitter juga menampilkan ads (dalam bentuk promoted hashtag)).</p>
<p>Iya saya tahu.. kalau efektifitas banner ads itu (katanya) cuma sekitar 2,8%, tapi itu bukankah kalau usernya nggak targeted?  Kalau ngiklan obat diabetes di situs komunitas penderita diabetes lebih efektif dong harusnya ya.. Toh.. situs e-commerce juga (katanya) tingkat konversinya juga paling pol cuma 2%.. bahkan untuk yang sekelas Bhinneka.com yang sudah dipercaya.</p>
<p>Pertimbangan lainnya, situs yang secara trafik memang luar biasa : Detik.com, Kaskus.us, KapanLagi.com, LintasBerita.com dll, sumber pemasukannya dari iklan juga bukan? Kompas.com (yang dibackup group sebesar Kompas Gramedia) pun 70% pemasukannya disumbang oleh halaman depannya (saya lupa baca soal ini dimana), yang berarti 70% nya itu sudah pasti ads (atau saya yang salah tangkap?).<span id="more-1061"></span></p>
<p>(3) Benar memang sabda no (3) ini, budget iklan di online itu naik terus.. apalagi di target market SES A dan B yang notabene lebih banyak menghabiskan waktu di online daripada media cetak, TV ataupun radio. Nah.. tapi.. ini jadinya kebalik dong dengan nasihat (2) ..??  Katanya jangan befokus pada penghasilan dari iklan, tapi bikin webnya karena tahu budget iklan di online sangat besar.. Nah looo..</p>
<p>Jadi kalau alasan saya, anda atau mereka masuk ke bisnis online adalah karena sabda no (3) ini.., ya sudahlah.. jelas argumen no (2) tadi lewat.. Jelas bahwa model bisnisnya memang harus di seputar iklan.</p>
<p><strong>Model bisnis lain ?</strong></p>
<p>Jadi apakah memang enggak ada model bisnis lain selain dari iklan (untuk di Indonesia)? Nah itulah pertanyaan dengan jawaban termahal. Percaya tidak percaya.., mereka yang berada di belakang tim business-development website &#8211; website gede itu pun masih belum punya jawaban pasti, walaupun pengalaman mereka sudah bertahun &#8211; tahun berkecimpung di jagad online ini.</p>
<p>Saat ini alternatifnya ya kombinasi bisnis online (ads) dan offline (kegiatan seminar, berjualan offline, kegiatan komunitas, kopdar, dsb yang bisa mendatangkan pemasukan dari sponsor). Untuk sementara ini memang seperti ini yang masuk akal. Salah satu yang sudah menerapkan kombinasi offline dan online ini (yang saya tahu) : OtomotifNet Group (Kompas Gramedia). Ada beberapa yang lainnya, tapi saya tidak tahu dengan pasti.</p>
<p><strong>Tidak mungkinkah mendapatkan pemasukan dari user langsung?</strong></p>
<p>Mungkin saja. Setahu saya DetikPortal.com itu harus subscribe untuk bisa akses kontennya. Tapi seberapa besar pemasukannya, atau seberapa besar jumlah orang yang berlangganan saya tidak tahu. Perkiraan saya sih masih sulit diterapkan di Indonesia. Kultur kita belum terbiasa untuk mau membayar layanan dari sebuah website. Berbeda dengan di luar negri.</p>
<p><strong>Investor<br />
</strong></p>
<p>Ah iya.. ada satu hal lagi yang agak lucu.. Ada beberapa orang yang terjun ke bisnis online (website) bukan karena melihat potensi market, kue iklan yang masih gede, dsb&#8230; Tapi karena sekarang banyak investor yang mau mendanai web-startup dengan angka investasi yang lumayan.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi.., kenapa anda terjun ke bisnis online (website)? Karena budget iklan online yang besar? karena anda percaya user mau membayar untuk layanan anda? karena sekarang banyak investor? atau karena iseng aja? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2011/08/website/mengapa-terjun-ke-bisnis-online-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Online Content Strategy untuk Awam</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/07/website/online-content-strategy-untuk-awam/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/07/website/online-content-strategy-untuk-awam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 18:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[content strategy]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[online strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun lalu, sewaktu baru saja kenal dengan Pak Nukman, sering terlintas tulisan Online Strategy. Entah apa arti sebenarnya waktu itu, saya juga tidak begitu paham. Belakangan, istilah itu terlihat lebih jelas. Karena melihat begitu banyaknya pemain serius yang mau masuk ke dunia online, tapi tanpa strategi yang jelas. Dan walaupun mulai bergeliat, namun sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun lalu, sewaktu baru saja kenal dengan Pak Nukman, sering terlintas tulisan Online Strategy. Entah apa arti sebenarnya waktu itu, saya juga tidak begitu paham. Belakangan, istilah itu terlihat lebih jelas. Karena melihat begitu banyaknya pemain serius yang mau masuk ke dunia online, tapi tanpa strategi yang jelas. Dan walaupun mulai bergeliat, namun sangat lambat geraknya.</p>
<p>Online Stragtegy sendiri tak lepas dari beberapa strategi yang sudah ada dan umum di dunia offline, misal : Content Strategy, Brand Strategy, dll.. Dan hal istilah &#8211; istilah ini &#8216;lagi laris&#8217; belakangan ini di dunia digital, khususnya dunia online.</p>
<p>Nah, berbicara tentang Content Strategy. Untuk yang awam dan mungkin blank tentang apa sebenarnya Content Strategy, silahkan baca <a href="http://okto.silaban.net/2007/03/website/develop-dan-content-dua-sisi-mata-uang/">disini</a>. Itu sebagian gambarannya. Dalam level yang serius tentu saja masih lebih luas dari situ. (Saya baru sadar kalau saya pernah menuliskan tentang hal ini tahun 2007)</p>
<p>Di tulisan tersebut saya menuliskan tentang salah satu contoh kasus yang saya alami, dan cukup sederhana. Untuk masa sekarang, Content Strategy nya tentu akan lebih rumit. User sekarang sudah paham cara menggunakan media website. Mereka juga sudah tahu lebih banyak situs, dan bagaimana mencari konten yang diinginkan. Dengan kata lain, peluang user untuk meninggalkan situs kita semakin besar, jika.. tanpa didasari Content Strategy yang sesuai.</p>
<p>*intinya.. saya baru nyadar pernah nulis itu tahun 2007.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terkait : <a href="http://okto.silaban.net/2010/01/website/membangun-media-online-yang-kasat-mata-dan-tidak/">Membangun Media Online &#8211; Yang Kasat Mata dan Tidak</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/07/website/online-content-strategy-untuk-awam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Media Online &#8211; Yang Kasat Mata dan Tidak</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/01/website/membangun-media-online-yang-kasat-mata-dan-tidak/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/01/website/membangun-media-online-yang-kasat-mata-dan-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 13:53:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang sadar ke depan trend yang berkibar adalah informasi digital. Tapi walaupun banyak yang sadar, banyak juga yang latah mengeksekusinya. Lalu bagaimana membangun media online? Pertanyaan yang tidak punya jawaban pasti. Hanya ada beberapa petunjuk &#8211; petunjuk atau mungkin boleh saya bilang selentingan pendapat dari sana sini. Kalau dari saya ini : Content is [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang sadar ke depan trend yang berkibar adalah informasi digital. Tapi walaupun banyak yang sadar, banyak juga yang latah mengeksekusinya. Lalu bagaimana membangun media online? Pertanyaan yang tidak punya jawaban pasti. Hanya ada beberapa petunjuk &#8211; petunjuk atau mungkin boleh saya bilang selentingan pendapat dari sana sini. Kalau dari saya ini :</p>
<p><strong>Content is the king ?<br />
</strong></p>
<p>Membangun media online itu bukan berarti punya konten dengan kualitas dan kuantitas tinggi lalu memasangnya di internet. Jauh lebih dari situ. Ibaratnya kalau mau bikin restoran gudeg, punya resep gudeg yang super, lalu dapat investor bukan berarti restoran itu pasti sukses.</p>
<p><strong>User Behaviour</strong></p>
<p>Sangat perlu diingat, perilaku membaca di online dan offline itu berbeda. Sangat berbeda. Jadi penyajian konten di online pun harus punya strategi yang pas, yang sesuai dengan konten yang ingin disampaikan, dan siapa target pengunjung yang dituju. Kadangkala sebuah situs terlalu agresif, dengan tampilan halaman depan yang seolah &#8211; olah ingin berkata : &#8220;Kami punya konten ini lho.. Ini juga, tentang ini juga, oh iya yang ini juga, bahkan tentang ini.., dst..&#8221;.  Sehingga yang tampak justru masing &#8211; masing konten bersaing satu sama lain agar mendapat perhatian.</p>
<p><strong>Statistic</strong></p>
<p>Memiliki konten online, dengan pengunjung bulanan sejumlah XXXX, bukan berarti situs itu layak dipasangi iklan dengan harga mahal. Darimana pengunjung situs itu? Pengunjung itu membuka situs anda karena memang ingin, atau hanya karena nyasar dari Google? Link dari situs lain kah?  Setelah itu, berapa lama dia berada di situs anda? Di bagian mana? Kenapa? Pengunjung situs itu ngapain aja di situs anda? dst..</p>
<p><strong>Visitors</strong></p>
<p>Mengenali target pengunjung situs itu wajib dilakukan. Karena beda target, beda pendekatan, beda pula strategi maupun eksekusinya.</p>
<p><strong>Marketing</strong></p>
<p>Berjualan iklan di media online pun tidak mudah. Selain harus memahami faktor di atas, si penjual iklan harus juga bisa membawa calon pengiklan dalam pola pikir online. Berhubung pihak pengiklan bisa dikatakan raja, maka si penjual iklan pun seringkali tidak bisa memaksa membawa pemikiran mereka ke ranah online. Tapi yang paling parah adalah, kadang si penjual iklan itu sendiri tidak mengerti dunia online..!</p>
<p><strong>Technology</strong></p>
<p>Demi mengejar target agar bisa cepat online, seringkali keputusan penggunaan teknologi dilakukan dengan gegabah. Misal, memutuskan menggunakan sebuah framework MVC dengan bahasa program yang sama sekali baru bagi programmernya. Memutuskan menyerahkan pembuatan web pada pihak luar yang ternyata juga *hanya* menggunakan CMS jadi dengan sedikit sentuhan pada template. Sistem tambal sulam. Kadangkala, si pengambil kebijakan teknologi terkait itu pun memang tidak begitu memahami dunia online. Perancangan, penerapan, dan eksekusi pengembangan sistem dilakukan tanpa mengetahui bagaimana trend dunia online sesungguhnya. Sehingga ketika hal tersebut disadari, seringkali sudah terlambat.</p>
<p><strong>Make Money</strong></p>
<p>Ujung &#8211; ujungnya tentu kesini. Model bisnis banyak yang bisa diterapkan sebenarnya. Mereka yang berada di belakang berbagai situs tentu juga punya banyak ide model bisnis yang menarik. Tapi mungkin mereka yang disasar sebagai client masih belum bisa menerima model bisnis ini (khususnya di Indonesia). Jalan yang umum dipakai tentu saja iklan banner. Hingga kadangkala banner inilah yang mengganggu fungsionalitas dari website itu sendiri.</p>
<p><strong>Culture</strong></p>
<p>Nah ini yang menarik. Kultur yang dimaksud disini adalah pola kerja semua elemen di dalamnya. Media online tidak lepas dari dunia internet. Dunia yang sangat cepat berubah. Karena itu, mau tidak mau, elemen yang bergerak di belakang situs itu pun harus bisa cepat beradaptasi terhadap setiap perubahan. Kadangkala prosedur yang bertele &#8211; tele (dari sudut pandang online) membuat website tersebut lamban. Kadang juga mereka yang merasa lebih tahu urusan konten tidak luwes bekerjasama dengan mereka yang berada di belakang teknologi.</p>
<p>Mungkin di lain waktu, mereka yang merasa lebih tahu desain, tidak tanggap terhadap keinginan mereka yang mengurusi konten. Padahal pada dasaranya, mereka yang mengurusi konten belum tentu fasih dengan dunia online. Mereka yang mengurusi teknologi juga tidak mengerti betul konten seperti apa yang ingin dihadirkan. Tapi yang jelas mereka sebenarnya sejajar. Seperti rel dan kereta api. Tanpa rel, kereta api mungkin bisa jalan.., tapi menuju kematian. Sementara tanpa kereta api, rel hanya akan jadi logam hiasan di atas tanah.</p>
<p>[catatan]</p>
<p>Seperti biasa&#8230;, cuma pemikiran.. belum pernah praktek <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[terkait]</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/2009/11/linux/beda-desainer-web-programmer-sysadmin-marketer-dan-pemilik-bisnis/">Beda Desainer, Web Programmer, SysAdmin, Marketer dan Pemilik Bisnis</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/01/website/membangun-media-online-yang-kasat-mata-dan-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Cerah Mobile Web di Indonesia ?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 13:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detik]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[*Sedikit mengulang lagi dari twitter* Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : &#8220;Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. &#8220;. (Ya, tentu status yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Sedikit mengulang lagi dari twitter*</p>
<p>Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : &#8220;Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. &#8220;. (Ya, tentu status yang dia maksud adalah status seseorang di Facebook.). Di lain waktu pesannya : &#8220;Kok belum masuk ya emailmu kemarin itu? Bolak &#8211; balik aku cek gak ada di inbox..&#8221;</p>
<p>Anda pernah dengar daerah bernama Onan Runggu? Kalau dari kota Medan, anda butuh waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tepian Danau Toba. Setelah itu anda harus menyeberangi Danau Toba dan dilanjutkan dengan perjalanan darat baru tiba di daerah tersebut.</p>
<p>Disana jangan berharap ada hotspot gratisan bertebaran seperti di Jogja, atau ISP dengan koneksi unlimited seperti di Jakarta. Akses yang pasti tinggal melalui network GSM. Dan ya, bukan 3G, tapi GPRS. Jadi jelas, di daerah tersebut bukan hal yang umum ditemui seseorang nongkrong sambil browsing menggunakan netbook.</p>
<p>Tapi.. Pada kenyataannya orang &#8211; orang disana juga tidak ketinggalan update dunia maya. Mereka tetap aktif ber Facebook ria, baca berita, baca email, dan chatting tentunya. Modal yang dibutuhkan tidak banyak soalnya. Kalau dulu seseorang harus mempunyai komputer dan membayar biaya internet yang mahal untuk sekadar menelusuri internet, sekarang cukup dengan HP yang support OperaMini dan koneksi GPRS hal tersebut sudah bisa dilakukan. Hei.., lagian sekarang banyak banget muncul HP yang harganya terjangkau dengan fasilitas bisa internetan.</p>
<p><strong>Tidak cuma di daerah</strong></p>
<p>Apa cuma di daerah saja pengguna internet mobile aktif ? <span id="more-728"></span>Di gedung &#8211; gedung besar di Jakarta, karyawan yang tidak punya akses ke komputer, atau karyawan yang punya akses internet tapi situs tertentu di blok, juga menggunakan HP masing &#8211; masing sebagai &#8220;peluang terakhir&#8221; untuk <em>eksis</em> di internet. Apalagi kalau di kos &#8211; kosan, HP jadi hiburan utama. (Banyak kan anak kos yang gak punya TV. Tapi hampir semua punya HP)</p>
<p><strong>Masih situs itu &#8211; itu saja</strong></p>
<p>Ya, memang saat ini sebagian besar yang mereka akses adalah Facebook, Friendster, situs portal berita, dan situs mainstream lainnya. Belum muncul yang signifikan untuk situs atau web apps lainnya. (Apa mungkin Koprol nanti ya? Kayaknya mmm.. ).</p>
<p>Nah pada akhirnya orang &#8211; orang juga akan bosan dengan situs itu &#8211; itu saja. Mereka mulai mencari &#8211; cari situs lain. Mulai membuka situs yang juga ramai di kunjungi dengan browser di komputer. Tapi.., aah.. kok tampilannya tidak enak di mobile yah? Ganti situs lain.. Begitu lagi.., dan seterusnya. Mau jadi perhentian berikutnya? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan memang situs &#8211; situs besar *lokal* yang ada, sekarang banyak yang sudah mobile friendly. Sebut saja, Detik, OkeZone, KapanLagi dan Kompas. Kaskus sendiri sudah mobile friendly, tapi sepertinya masih di &#8220;lewatkan&#8221; dengan bantuan Google, bukan develop baru (CMIIW).</p>
<p><strong>Peluang</strong></p>
<p>Ada dua peluang besar disini :</p>
<ol>
<li>Bisnis development web yang mobile friendly (ah.. saya sebut sajalah Mobile Web Development)</li>
<li>Kalau ada yang bisa menemukan website seperti apa yang cocok buat para pengakses internet mobile di Indonesia ini, kayaknya bakal laris manis deh.</li>
</ol>
<p>Menurut anda ?</p>
<p>[catatan]</p>
<p>Istilah &#8220;mobile web&#8221; mungkin tidak tepat. Tapi saya tidak ketemu istilah lain yang lebih pendek dengan makna yang saya maksud. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[link terkait]</p>
<p><a href="http://www.opera.com/smw/2009/10/">Informasi statistik pengguna web via OperaMini</a> (via @<a href="http://twitter.com/sandalian">sandalian</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review eZ Publish CMS</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/12/linux/review-ez-publish-cms/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/12/linux/review-ez-publish-cms/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 14:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cakephp]]></category>
		<category><![CDATA[cms]]></category>
		<category><![CDATA[drupal]]></category>
		<category><![CDATA[ez publish]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 2 bulan ini saya berkutat dengan CMS eZ Publish ini. CMS ini free, sama seperti Drupal, WordPress ataupun Joomla. Bedanya karena tidak berbasis pengembangan oleh komunitas, dokumentasi terkait relatif sulit didapatkan. Beberapa perbedaan eZ Publish dengan CMS opensource lainnya : Dikembangkan oleh perusahaan (eZ Systems AS, berbasis di Norwegia) Extension (modul/plugin) yang masuk ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah 2 bulan ini saya berkutat dengan <a href="http://ez.no">CMS eZ Publish</a> ini. CMS ini free, sama seperti <a href="http://drupal.org">Drupal</a>, <a href="http://Wordpress.org">WordPress</a> ataupun <a href="http://Joomla.org">Joomla</a>. Bedanya karena tidak berbasis pengembangan oleh komunitas, dokumentasi terkait relatif sulit didapatkan.</p>
<p>Beberapa perbedaan eZ Publish dengan CMS opensource lainnya :</p>
<ol>
<li>Dikembangkan oleh perusahaan (eZ Systems AS, berbasis di Norwegia)</li>
<li><a href="http://ez.no/developer/articles/an_introduction_to_developing_ez_publish_extensions">Extension</a> (modul/plugin) yang masuk ke situs resmi eZ direview dulu dengan ketat oleh eZ Systems. Jadi tidak semua extension kiriman dari komunitas otomatis di approve dan masuk situs resmi mereka.</li>
<li>Fitur yang disediakan secara default sangat banyak (Custom Field *sejenis <a href="http://drupal.org/project/cck">CCK</a> kalau di Drupal*, Polling, Newsletter, Multiple Site, Single sign on, dll).</li>
<li>Secara default memang bisa digunakan sebagai satu CMS untuk beberapa situs. Tapi arti satu CMS disini tidak cuma scriptnya. Jadi bukan cuma satu script untuk beberapa situs sekaligus, melainkan satu CMS itu secara sistem bisa mencakup beberapa situs sekaligus.</li>
<li>Secara default support multiple database (*mmm.. database cluster kali ya istilahnya).</li>
<li>Secara default Cache nya aktif.. *ehm.. super duper aktif malah gan..!</li>
<li>Banyak konfigurasi yang disimpan tidak di database, melainkan di file INI.</li>
<li><a href="http://ez.no/doc/ez_publish/technical_manual/4_x/reference">Templating</a> menggunakan *bahasa* sendiri, yang mirip &#8211; mirip Smarty.</li>
<li>Secara default ada fitur *social network* (saya belum telusuri lebih jauh, tapi setahu saya sangat basic)</li>
<li>Advance user access limitation</li>
<li>Secara default menyediakan fitur Drafting dan Versioning content</li>
<li>Fitur RSS Import tersedia secara default</li>
<li>Semua konten adalah node.. (bahkan user dan kategori *dalam eZ istilahnya Folder* pun adalah node)</li>
<li>Fitur auto resize image sesuai konfigurasinya sangat membantu (Berbahagialah jika anda menggunakan Linux, ImageMagick adalah kuncinya disini)</li>
<li>Menyatakan diri sebagai CMS yang enterprise.. *bagi saya Drupal dan WordPress sih enterprise juga&#8230;, apalagi sangat banyak situs besar yang menggunakan kedua CMS ini (eZ Publish justru sangat jauh jika dibanding kedua CMS itu)</li>
</ol>
<p><strong>Yang saya rasa kurang pas :</strong></p>
<p>Demi kemudahan manajemen sistem, fitur custom field secara default tersedia. Tapi tidak seperti Drupal yang CCK nya menggenerate table baru, eZ Publish memasukkannya dalam field &#8211; field di table MySQL. Akibatnya, setiap query content melakukan query SQL yang cukup berat, karena JOIN query berlapis &#8211; lapis yang dihasilkan. <span id="more-723"></span></p>
<p>Misalkan saja, kita punya tipe content Berita. Dan kita buat custom fields ini : Judul, Sub Judul, Summary, Body, Lokasi, Video, Thumbnail, Tag, Publish Date. Dan beberapa custom fields spesifik (checkbox) : Enable Comment, Show as Flash News.</p>
<p>Jika kita ingin menampilkan suatu detail artikel berita, tentunya semua field diatas diperlukan. Jadi wajar kalau semua field tersebut di-query. Tapi ada kalanya kita hanya ingin menampilkan list 5 berita terbaru di sidebar. Yang kita butuhkan paling hanya  Judul, dan Link nya. Tapi dengan API (?) yang tersedia, kita tidak bisa memanggil hanya Judul dan Link nya saja. Tapi semua field diatas ikut diambil.</p>
<p>Jadi bayangkan saja jika di satu halaman web seperti halaman depan Kompas.com ditampilkan. _Setiap_ Judul berita yang anda lihat itu adalah hasil dari JOIN query berlapis yang mengambil semua field nya. Itu masih ditambah lagi dengan field yang pasti ada dari setiap node (owner, publish date, version, dst..)</p>
<p>Ya, mungkin karena itu eZ Publish menyediakan fasilitas Cache secara default, bahkan sangat agresif.</p>
<p>Ah iya.. dokumentasi..! Karena memang CMS ini tidak begitu popular, seringkali sulit menemukan dokumentasi terkait.</p>
<p><strong>Yang saya rasa asyik :</strong></p>
<p>Development relatif mudah (untuk kebutuhan standar). Walaupun agak tricky. Terutama dibagian template. Seringkali saya menemui kasus yang dengan sebaris PHP bisa diselesaikan, tapi berhubung fungsi tersebut tidak tersedia di template, harus diakali dengan cara lain.</p>
<p>Fitur custom module nya cukup asyik &#8220;dimainkan&#8221;. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Jadi, kesimpulan saya sejauh ini, situs ini cocok untuk website yang model portal informasi, media, atau publishing. Enak memang managementnya. Dan developmentnya pun cukup mudah. Tapi sepertinya fiturnya yang sangat banyak itu menjadi tidak terpakai ketika permintaan customize sebuah website semakin tinggi. Apalagi di era ke depan, web application, termasuk keterlibatan API lintas webservice akan semakin umum dibutuhkan.</p>
<p>[Catatan]</p>
<p>Mungkin ada beberapa poin yang saya tulis tidak benar, jika ada yang tahu tinggalin komentar ya, saya juga masih mencari tahu soalnya.</p>
<p>** eZ Publish di pagi hari, CakePHP di malam hari **</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/12/linux/review-ez-publish-cms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Astaga.com Reborn..!</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/astaga-com-reborn/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/astaga-com-reborn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cms]]></category>
		<category><![CDATA[drupal]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=697</guid>
		<description><![CDATA[Saya ndak pernah tahu lagi kabar Astaga.com (salah satu portal yang dulu sempat besar di Indonesia) sampai salah seorang awaknya (Aan Afdi) memberi komentar di blog ini. Dan Astaga.com (yang sekarang dipegang PT. IMT) ternyata sudah di-redevelop dan diluncurkan kembali pada tanggal 5 Oktober lalu. Tentu saja ada beberapa fitur yang *berbau web 2.0*, seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="astaga" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2009/10/astaga.jpg" alt="astaga" align="left" />Saya ndak pernah tahu lagi kabar Astaga.com (salah satu portal yang dulu sempat besar di Indonesia) sampai salah seorang awaknya (<a href="http://www.planet-orange.org/about/">Aan Afdi</a>) memberi komentar di blog ini. Dan Astaga.com (yang sekarang dipegang <a href="http://www.imt.co.id/">PT. IMT</a>) ternyata sudah di-redevelop dan diluncurkan kembali pada tanggal 5 Oktober lalu. Tentu saja ada beberapa fitur yang *berbau web 2.0*, seperti &#8217;7circles&#8217; (digg-like) dan &#8216;yournews&#8217;. Review lengkapnya bisa dibaca di <a href="http://www.planet-orange.org/astagacom-reborn/">blog Aan Afdi ini</a>.</p>
<p>Astaga.com baru ini menggunakan <a href="http://okto.silaban.net/2007/08/website/sedikit-pengenalan-tentang-drupal-cms/">CMS Drupal</a>, dan dikerjakan dalam waktu 1 bulan 15 hari.. (wow..!), dengan menggunakan clustering server. Menurut komentar bung Aan Afdi, Astaga.com ini dikembangkan oleh satu orang programer, satu orang orang webmaster, satu orang desainer dan satu orang sysadmin.</p>
<p>Menanggapi pertanyaannya di bagian komentar :<br />
<em>Saya mo komen ahh… kalo bang okto bilang lupakan detikcom bikin yang beda, maka akan muncul pertanyaan baru tuh bang</em> ” apa sih yang belum ada di jagad maya ini?&#8221;</p>
<p>Maksud saya di tulisan itu sebenarnya adalah, kalau mau bikin <strong>portal berita</strong> baru jangan &#8220;copy-paste&#8221; detikcom. Ya bikin yang beda (tampilan, model penulisan, cara pemaparan, cara berinteraksi, marketing, dst.. dst..). (itu cuma pemikiran, saya sendiri juga blm bisa mempraktekkan kok.. he..he..)</p>
<p>Kalau soal apa yang beluma ada di jagad maya, pertanyaan yang sama selalu ada setiap saat. 10 tahun yang lalu, kalau saya ditanya, saya tidak tahu. Tapi hari ini kita tahu.. Ternyata yang belum ada waktu itu : Twitter, Facebook, LinkedIn, StumbleUpon, Flickr, Politikana, dst.. dst..</p>
<p>Terus, kalau sekarang yg belum ada apa? Banyak.. terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu. Kalau boleh saya ganti pertanyaannya harusnya menjadi &#8220;Yang dibutuhkan di dunia maya sekarang apa?&#8221; Nah kalau ini saya sendiri tidak berani menjawab. Kalau saya dapat jawabannya, kemungkinan besar sudah saya buat duluan.. hee.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau pertanyannya ganti jadi &#8220;Yang dibutuhkan di dunia maya sekarang apa&#8221; kan berarti ndak harus sesuatu yang baru. Selama memang itu dibutuhkan, ya kemungkinan besar pasti sukses. Dan kalau Astaga.com bisa memberi jawaban atas pertanyaan itu, niscaya portal ini bisa sukses.. (*serasa motivator..*)</p>
<p>[catatan]</p>
<p><a href="http://thenetsetter.com/blog/startups/so-you-want-to-start-a-startup-5-places-to-start/">Tulisan ini</a> cukup memberi pencerahan tentang apa yang bisa dibuat di dunia maya. (via <a href="http://twitter.com/rampok">Rama Mamuaya</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/astaga-com-reborn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati &#8211; hati Dengan Source Code Web Anda</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/09/linux/hati-hati-dengan-source-code-web-anda/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/09/linux/hati-hati-dengan-source-code-web-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 03:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Code]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[coding]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saya melakukan googling dengan kata kunci nama seseorang. Saya cuma penasaran orang ini bidang keahliannya apa. Dan secara tidak sengaja, hasil search di Google menampilkan sebuah link ke alamat SVN (Subversion) repository.  Ditilik dari domainnya, saya ketahui kalau itu adalah sebuah situs penyedia layanan SVN Repository komersial. Tapi yang membuat mata saya tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini saya melakukan googling dengan kata kunci nama seseorang. Saya cuma penasaran orang ini bidang keahliannya apa. Dan secara tidak sengaja, hasil search di Google menampilkan sebuah link ke alamat SVN (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Subversion_(software)">Subversion</a>) repository.  Ditilik dari domainnya, saya ketahui kalau itu adalah sebuah situs penyedia layanan SVN Repository komersial.</p>
<p>Tapi yang membuat mata saya tak berhenti berkedip adalah link subfolder yang namanya kebetulan sama dengan nama salah satu portal yang cukup besar di Indonesia. Ok, saya klik. Dan benar saja isinya adalah source code PHP. Satu demi satu saya jelajahi berkas script yang ada di repository SVN tersebut. Saya semakin yakin kalau ini memang script dari portal tersebut. Dan bohong kalau saya bilang saya tidak mendownload script tersebut.. (tapi cuma untuk referensi pribadi saja, bukan untuk yang aneh &#8211; aneh kok..).</p>
<p>Dan&#8230; heii&#8230;. Ini memang source code portal yang saya duga di awal tadi!  Lengkap dengan file SQL nya, patch SQL nya, bahkan password root di database MySQL server nya..!  (mantap..).</p>
<p>Karena source code webnya sudah di laptop, ndak ada salahnya dicoba dijalankan di localhost toh? Dengan sedikit penyesuaian akhirnya web itu jalan di localhost. Walaupun memang ada bagian &#8211; bagian yang error, karena berkas SQL tadi hanya berisi structure saja, tidak dengan datanya. Dari bentuknya, versi online portal tersebut tidak ada yang berbeda. Apa memang ini versi terakhirnya ya?</p>
<p>Jadi buat anda, mereka, dia maupun saya.. Berhati &#8211; hatilah meletakkan source code web kita. Mungkin kalau script nya diambil orang tidak begitu masalah. Mau dipakai buat apa juga? Bikin portal serupa? Ahh.. ndak masalah kalau itu. Yang menurut saya menjadi masalah adalah keamanan data di website (atau server web) itu sendiri. Kata orang bijak: &#8220;Laptop boleh saja hilang, tapi jangan datanya..&#8221;</p>
<p>Ya.., lumayanlah sekarang saya jadi tau dikit &#8211; dikit tentang (ehm..) <a href="http://www.fusebox.org/">Fusebox</a> <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Eh tadi dah sempat mau nyanyi gini :</p>
<p><em>&#8220;..daripada cuma dapet di Google..</em></p>
<p><em>Mendingan tak commit toh.., enak toh.., mantep toh..</em></p>
<p><em>Tak commit.. kemana &#8211; mana.. 2x&#8221;</em></p>
<p>- mbah SVN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/09/linux/hati-hati-dengan-source-code-web-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seruu.com &#8211; Portal Berita Baru lagi</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/07/website/seruu-com-portal-berita-baru-lagi/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/07/website/seruu-com-portal-berita-baru-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 17:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[portal berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=660</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Detikcom, OkeZone, Kompas, Inilah.com, VivaNews, IndonesiaOnTime (tutup), muncul lagi portal berita baru, Seruu.com. Saya tidak pernah dengar desas &#8211; desusnya, tiba &#8211; tiba saja iklannya sudah nongol di Facebook. Berbeda dengan portal berita lain yang digawangi para jurnalis  atau orang &#8211; orang media, Seruu.com tampaknya lebih banyak digawangi para &#8220;scientist&#8221; (dalam arti sebenarnya). Pimpinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="seruu.com" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2009/07/seruu.com.png" alt="seruu.com" align="left" /></p>
<p>Setelah Detikcom, OkeZone, Kompas, <a href="http://okto.silaban.net/2008/01/website/innchannelscom-akhirnya-memperbaiki-diri-berganti-jadi-inilahcom/">Inilah.com</a>, VivaNews,<a href="http://okto.silaban.net/2009/02/website/indonesiaontimecom-sudah-resmi-ditutupkah/"> IndonesiaOnTime</a> (tutup), muncul lagi portal berita baru, <a href="http://Seruu.com">Seruu.com</a>. Saya tidak pernah dengar desas &#8211; desusnya, tiba &#8211; tiba saja iklannya sudah nongol di Facebook.</p>
<p>Berbeda dengan portal berita lain yang digawangi para jurnalis  atau orang &#8211; orang media, Seruu.com tampaknya lebih <a href="http://seruu.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=178&amp;Itemid=341">banyak digawangi para &#8220;scientist&#8221;</a> (dalam arti sebenarnya). Pimpinan redaksinya adalah DR. Ir. Djisman Manurung M.Sc, kalau dari hasil Googling, beliau adalah salah satu peneliti di Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB (Institut Pertanian Bogor). Beliau juga adalah pimpinan redaksi di SolusiMobil.com. Uniknya, tim redaksinya juga digawangi dua orang dokter, salah satunya adalah seorang Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Hmmm&#8230;, menarik.</p>
<p>Portal berita yang dibangun dengan Joomla ini berada dibawah <a href="http://www.allcompanyonline.com/company/15/9/28/749655/PT-Parisada-Infotama.html">PT Parisada Infotama</a>. Eh, namanya mirip dengan PT. Parisada Hutama (PT yang menaungi SolusiMobil.com).</p>
<p>Yang menarik? Saya belum menemukan sesuatu yang menarik atau baru dari sisi konten. Sepertinya memang cuma portal berita saja. Yang kurang menarik? desainnya. Sepertinya masih butuh dipermak sedikit lagi.</p>
<p>Oh iya, portal berita Seruu.com juga menyediakan layanan seputar IT :</p>
<p>&#8220;<em>Seruu.com juga memberikan layanan lain yang berhubungan dengan Internet dan Multimedia, seperti web services yang mencakup development dan maintenance website, video profile, CD interaktif, serta berbagai aplikasi pemograman, yang dapat digunakan dalam website maupun non website, misal product launching, dll.</em>&#8221;</p>
<p> <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/07/website/seruu-com-portal-berita-baru-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IndonesiaOnTime.com &#8211; Sudah Resmi Ditutupkah?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/02/website/indonesiaontimecom-sudah-resmi-ditutupkah/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/02/website/indonesiaontimecom-sudah-resmi-ditutupkah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 08:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya kabar burung tentang portal berita lokal yang mati itu memang kenyataan. Hari ini saya akses IndonesiaOnTime, dan tidak ada berita baru sama sekali sejak akhir tahun 2008. Tapi sampai sekarang situsnya masih bisa diakses. IndonesiaOnTime.com ini salah satu portal berita baru yang digawangi beberapa orang yang sangat berpengalaman di media elektronik (radio &#38; televisi). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya kabar burung tentang <a href="http://okto.silaban.net/2008/11/website/portal-berita-lokal-yang-mati/">portal berita lokal yang mati</a> itu memang kenyataan. Hari ini saya akses IndonesiaOnTime, dan tidak ada berita baru sama sekali sejak akhir tahun 2008. Tapi sampai sekarang situsnya masih bisa diakses.</p>
<p>IndonesiaOnTime.com ini salah satu portal berita baru yang digawangi beberapa orang yang sangat berpengalaman di media elektronik (radio &amp; televisi). Diluncurkan tahun 2008, tetapi gaungnya kurang besar. Informasi yang saya dapat sebelum portal ini diluncurkan cuma dari <a href="http://agung.getux.com/2008/02/22/kita-tunggu-kehadiran-indonesia-on-time/">bung Agung</a>.</p>
<p>Kenapa ya ditutup?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/02/website/indonesiaontimecom-sudah-resmi-ditutupkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Portal Berita Lokal yang Mati</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/11/website/portal-berita-lokal-yang-mati/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/11/website/portal-berita-lokal-yang-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 22:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/11/website/portal-berita-lokal-yang-mati/</guid>
		<description><![CDATA[Portal berita baru VivaNews.com besutan kelompok Bakrie baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu. Sementara itu ada portal berita lain yang mengalami nasib kebalikannya. Baru saja dapat kabar dari seorang sumber yang bisa dipercaya, ada sebuah portal berita yang sudah menyatakan diri bubar (ditutup / berhenti) *penting ya penekanannya, he..he.. . Padahal seingat saya portal berita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Portal berita baru VivaNews.com besutan kelompok Bakrie baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu. Sementara itu ada portal berita lain yang mengalami nasib kebalikannya.</p>
<p>Baru saja dapat kabar dari seorang sumber yang bisa dipercaya, ada sebuah portal berita yang sudah menyatakan diri bubar (ditutup / berhenti) *penting ya penekanannya, he..he.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Padahal seingat saya portal berita ini baru beroperasi sekitar 5 bulan lalu.</p>
<p>Dari hasil terawang saya, memang berita terakhir di portal berita ini tertanggal 31 Oktober 2008. Sungguh suatu hal yang aneh, kalau portal berita tidak diupdate sampai 3 hari.</p>
<p>Kabarnya lagi nih, sebagian karyawan yang punya kompetensi &amp; kualifikasi tertentu ditransfer ke RRI, sisanya ada yang mencari karir baru, dan ada juga yang menghilang..</p>
<p>Saya belum menemukan artikel klarifikasi tentang hal ini, jadi status kebenaran hal ini juga masih samar &#8211; samar.. Gosip atau fakta? Sepertinya jatah <a href="http://www.navinot.com/">NavinoT</a> nih buat menyelidiki <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/11/website/portal-berita-lokal-yang-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

