<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; lenny</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/lenny/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Aku, Linux dan Kawin Cerai</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 06:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[feisty]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[linux mint]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar libur Lebaran, aku cerai dengan Feisty, terus kawin dengan Gutsy. Ternyata rumah tangga kami tidak harmonis.., seringkali terjadi cekcok sebelum kami bisa &#8220;bercinta&#8221;. Akhirnya, terpaksa aku ceraikan juga si Gutsy. Aku cari pasangan yang emosinya lebih stabil, terbukti tangguh. Akhirnya pacaran dengan Debian, sampai akhirnya nikah dengan Debian. Ternyata Debian ini terlalu tua untukku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/aku-linux-dan-kawin-cerai/" rel="attachment wp-att-235" title="Aku, Linux, dan Kawin Cerai"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/nikah.jpg" alt="Aku, Linux, dan Kawin Cerai" align="left" /></a>Sekitar libur Lebaran, aku cerai dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/feisty">Feisty</a>, terus kawin dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/gutsy">Gutsy</a>. Ternyata rumah tangga kami tidak harmonis.., seringkali terjadi cekcok sebelum kami bisa &#8220;bercinta&#8221;. Akhirnya, terpaksa aku ceraikan juga si Gutsy. Aku cari pasangan yang emosinya lebih stabil, terbukti tangguh. Akhirnya pacaran dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/debian">Debian</a>, sampai akhirnya nikah dengan Debian.</p>
<p>Ternyata Debian ini terlalu tua untukku. Banyak &#8220;sifat &#8211; sifat&#8221;-ku yang belum dikenali oleh si Debian. Akhirnya aku kawin dengan adiknya yang lebih muda, Lenny namanya. Rumah tangga kami berjalan mulus untuk beberapa saat, sampai akhirnya aku khilaf dan selingkuh dengan si Unstable dari keluarga Debian juga. Akhirnya rusaklah hubungan kami.</p>
<p>Sadar aku khilaf, akhirnya aku mulai lagi hubunganku dari awal dengan Lenny. Mungkin udah keburu sakit hati, di tahap kedua ini Lenny justru seringkali gagal memahami beberapa &#8220;sifat&#8221;-ku. Saat sifatku yang satu dia &#8220;pahami&#8221;. Sifatku yang lain tidak dikenalinya. Puffhh.., saatnya cari istri baru sepertinya. Aku belum mau menyerah membina rumah tangga.<span id="more-234"></span></p>
<p>Seorang teman, <a href="http://willysr.blogspot.com/">Willy SR</a>, yang sudah bertahun &#8211; tahun membina rumah tangga dengan salah seorang dari keluarga Slackware mengenalkan pada salah satu keluarga istrinya tersebut. Jadilah aku dan Slackware berkenalan. Slackware yang  kuajak berkenalan ini adalah &#8220;keturunan&#8221; ke-12. Tanpa basa &#8211; basi dan pacaran kami langsung nikah. Belum sampai malam pertama,  kami sudah cekcok. Banyak <em>sifat &#8211; sifat</em> kami yang tidak cocok. Bahkan untuk &#8220;penampilannya&#8221; saja aku harus &#8220;mendandani&#8221; nya satu &#8211; satu agar terlihat pas dengan gaun Presario ku. Dengan diiringi air mata, akhirnya aku ceraikan juga Slackware. Ini demi kebaikan kami bersama.</p>
<p>Petualangan cinta ku belum selesai. Aku masih mencari pasangan ku yang sejati. Sewaktu main ke markas <a href="http://kmtf.ft.ugm.ac.id">KMTF</a>, aku melihat Mint. Pandangan pertama sih tidak begitu menarik perhatian. Tapi ya gak apa &#8211; apalah. Siapa yang tahu mana yang bakal jadi jodoh anda kalau anda tidak memulai berkenalan.</p>
<p>Perkenalan berlangsung singkat, kami sempat berpacaran beberapa saat sebelum memutuskan untuk menikah. Pada saat &#8220;pernikahan&#8221; ada sedikit gangguan, hingga ritual pernikahan harus diulang.</p>
<p>&#8220;Bersedia kah kamu menemani Labanux dalam kondisi normal, error, connect, disconnect, sampai waktunya upgrade?&#8221;, ujar pak Pendeta.</p>
<p>&#8220;Ya, saya bersedia&#8221;, jawab Mint.</p>
<p>Dan kulingkarkanlah cincin GRUB di partisi pertama jarinya. Kami resmi jadi suami istri. Hari &#8211; hari baru akan segera kami lalui.. Doakan agar kami langgeng terus sampai saatnya upgrade ya.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*Susah ya membina rumah tangga, gak heran banyak orang pada kawin cerai.</p>
<p>Bagaiman dengan istri &#8211; istri atau suami &#8211; suami kalian? Setiakah..?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengatasi Error Install OpenOffice di Debian GNU/Linux</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/cara-mengatasi-error-install-openoffice-di-debian-gnulinux/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/cara-mengatasi-error-install-openoffice-di-debian-gnulinux/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 09:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[apt]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[openoffice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/cara-mengatasi-error-install-openoffice-di-debian-gnulinux/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, akhirnya switch back ke Distro Linux Debian Lenny. Secara default, berbeda dengan distro lainnya Debian tidak menyertakan OpenOffice. Paket OpenOffice sendiri tersedia di repositori nya Debian. Tetapi sayangnya, OpenOffice ini membutuhkan paket lain, yaitu ttf-opensymbol, yang mana ketika diinstal baik dengan APT ataupun Synaptic biasanya error. Pesan error nya kurang lebih seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/oo.jpg" title="OpenOffice.org"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/oo.jpg" alt="OpenOffice.org" align="left" /></a>Beberapa waktu lalu, akhirnya switch back ke <strong>Distro Linux Debian Lenny</strong>. Secara default, berbeda dengan distro lainnya Debian tidak menyertakan <strong>OpenOffice</strong>. Paket OpenOffice sendiri tersedia di repositori nya Debian. Tetapi sayangnya, OpenOffice ini membutuhkan paket lain, yaitu <strong>ttf-opensymbol</strong>, yang mana ketika diinstal baik dengan APT ataupun Synaptic biasanya error.</p>
<p>Pesan error nya kurang lebih seperti ini :</p>
<pre style="margin: 0em">/usr/share/fonts: skipping, 0 fonts, 3 dirs</pre>
<pre style="margin: 0em">/usr/share/fonts/X11: caching, 0 fonts, 6 dirs
/usr/share/fonts/X11: failed to write cache</pre>
<pre style="margin: 0em">.... dst..</pre>
<pre style="margin: 0em"></pre>
<p>Cara mengatasinya adalah <span id="more-224"></span>dengan &#8220;menyentuh&#8221; folder &#8211; folder yang gagal untuk dilakukan &#8220;write cache&#8221;. Caranya dengan memberikan perintah :</p>
<blockquote><p>laban@labanux$ touch /usr/share/fonts</p>
<p>laban@labanux$ touch /usr/share/fonts/X11</p></blockquote>
<p>dan seterusnya.., (lakukan pada semua folder yang error untuk di lakukan proses &#8220;write cache&#8221;. Setelah itu install ulang kembali OpenOffice atau ttf-opensymbolnya. Cara paling mudah adalah dengan memberikan perintah &#8220;apt-get install -f&#8221;.</p>
<p>Kalau masih error, tanya ke mbah Google <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/cara-mengatasi-error-install-openoffice-di-debian-gnulinux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimony Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon [3] &#8211; Pindah Debian 4.0</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 01:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[etch]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[kernel]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya.., memantapkan langkah untuk pindah ke Debian 4.0 (Etch), dan diupgrade ke Lenny (Testing). Semalaman berkutat dengan instalasi Debian dan paket &#8211; paket lain yang biasanya aku butuhin di Ubuntu. Beberapa proses berjalan gagal. Seperti install OpenOffice, tetapi akhirnya berhasil diatasi. Untuk menginstall OpenOffice membutuhkan paket ttf-opensymbol. Error di /usr/share/fonts. Gagal untuk membuat file cache [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/?attachment_id=107" rel="attachment wp-att-107" title="Logo Debian"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/05/debian-nd-50.png" alt="Logo Debian" align="left" /></a>Akhirnya.., memantapkan langkah untuk pindah ke Debian 4.0 (Etch), dan diupgrade ke Lenny (Testing). Semalaman berkutat dengan instalasi Debian dan paket &#8211; paket lain yang biasanya aku butuhin di Ubuntu.</p>
<p>Beberapa proses berjalan gagal. Seperti install OpenOffice, tetapi akhirnya berhasil diatasi. Untuk menginstall OpenOffice membutuhkan paket ttf-opensymbol. Error di /usr/share/fonts. Gagal untuk membuat file cache di direktori tersebut. Bisa diatasi dengan &#8220;menyentuh&#8221; semua direktori font tersebut : &#8220;touch /usr/share/fonts&#8221;.</p>
<p>Oh iya, ini bukan pertama kalinya aku install Lenny. Sebelum Feisty keluar aku sudah coba pakai Etch, juga Lenny. Tetapi ada beberapa masalah yang bikin aku cukup jengah : driver wireless defaultnya tidak ada, harus download manual dulu, dan yang kedua jack out speaker notebukku (Compaq v3000) tidak berfungsi, sementara di Feisty keduanya bisa berfungsi, walaupun untuk soundcard tidak sempurna.</p>
<p>Di Ubuntu berikutnya, Gutsy, soundcardku akhirnya bekerja sempurna. Tetapi ini harus dibayar mahal dengan error yang aku dapat di Gutsy (baca postingan sebelum ini).</p>
<p>Berhubung di Ubuntu aku sudah tahu paket apa aja yang dibutuhkan agar hardware ku bisa berjalan baik, akhirnya sekarang pindah lagi ke Debian. Driver soundcardku ternyata baru tersedia di Debian Testing (Debian punya tingkatan Stable, Testing, Unstable, dan Experimental, untuk tingkat Testing, saat ini diberi nama Lenny). Jadi akhirnya Debiannya ku upgrade ke Testing. Prosesnya berjalan baik. Dan akhirnya, soundcardku pun berjalan sempurna di Debian.</p>
<p>Tetapi masalah tidak habis disitu. <span id="more-215"></span>Ternyata penyakit di Gutsy juga ikut &#8211; ikutan muncul. Sesekali setelah booting, Debian nya hang (sebelum GDM keluar). Sepertinya ini masalah kernelnya, berhubung aku upgrade ke Testing (Lenny), maka aku dapat kernel baru (2.6.22- 2), yang seingatku sama dengan kernel nya Ubuntu Gutsy. Soalnya di Debian dengan kernel aslinya (2.6.18-4) error ini (sampai saat ini) tidak terjadi.</p>
<p>Kembali aku harus dihadapkan dua pilihan, kalau aku mau menggunakan jack out speaker, maka harus pakai kernel terbaru. Tetapi konsekuensinya kadang &#8211; kadang bootingnya gagal. Sementara jika ingin desktop yang lebih stabil, harus pakai kernel sebelumnya, yang juga berarti jack out speaker ku tidak bisa digunakan.</p>
<p>Ya sudahlah, setidaknya aku masih punya pilihan. Di Ubuntu Gutsy pilihan ku cuma satu, harus siap berhadapan dengan gagal booting. Ok, saatnya <strike>kembali bekerja</strike> kuliah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

