<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; kaskus</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/kaskus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Kasak &#8211; Kusuk KASKUS</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2011/05/linux/kasak-kusuk-kaskus/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2011/05/linux/kasak-kusuk-kaskus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 18:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[4chan]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[reddit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=954</guid>
		<description><![CDATA[Eh.., singkatan Kaskus itu emang Kasak-Kusuk bukan? Ok, mungkin anda &#8211; anda juga sudah dengar, ada &#8220;sedikit&#8221; kisruh di Kaskus. Banyak moderatornya yang mengundurkan diri. Banyak beredar isu soal asal muasalnya pengunduran diri ini. Silahkan googling sendiri yah..   DailySocial.net ada nulis soal ini juga. Nah sebagai informasi saja, para moderator di Kaskus ini (yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2010/08/Kaskus-logo.gif" alt="" align="left" />Eh.., singkatan Kaskus itu emang Kasak-Kusuk bukan? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ok, mungkin anda &#8211; anda juga sudah dengar, ada &#8220;sedikit&#8221; kisruh di Kaskus. Banyak moderatornya yang mengundurkan diri. Banyak beredar isu soal asal muasalnya pengunduran diri ini. Silahkan googling sendiri yah.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />   DailySocial.net ada nulis soal ini juga. Nah sebagai informasi saja, para moderator di Kaskus ini (yang tugasnya mendelete postingan SPAM, penipuan, SARA, nge-ban orang dll itu) adalah sukarelawan, volunteer. Jadi mereka bukan pegawai Kaskus (walaupun mungkin ada pegawai Kaskus yang jadi moderator).</p>
<p>Mungkin anda &#8211; anda juga sudah pada tahu, Kaskus di penghujung tahun 2010 lalu menerima investasi dari GDP (sebuah anak perusahaan dari Grup Djarum), dan gosipnya nilai investasinya sangat besar. Di beberapa tempat bahkan ada yang menulis nilainya hingga ratusan milliar. Baik Ken (CEO Kaskus), Andrew Darwis (CTO &amp; Founder Kaskus), maupun Martin Hartono (bosnya GDP, anak dari Budi Hartono *orang terkaya no 2 di Indonesia) tidak mau menyebutkan angka sebenarnya.</p>
<p>Oke, balik soal moderator tadi. Kenapa mereka mau jadi sukarelawan? Karena dulu Kaskus itu berasa banget komunitas. Orang &#8211; orang saling bantu demi menjaga komunitas itu tetap bersih. Lagipula di masa itu Kaskus masih belum bergelimang pemasukan seperti sekarang. Jadi mereka saling bahu &#8211; membahu agar komunitas ini bisa terus ada dan makin besar.</p>
<p>Hal ini agak sedikit berubah, ketika (kalau tidak salah) tahun 2009, Kaskus di-revamp. Orientasi Kaskus saat itu sudah mulai melek secara bisnis. Dan secara positioning Kaskus sudah menjadi &#8220;Social Media&#8221;, seperti halnya Facebook, Twitter, Plurk, dll. Tapi, saya juga tidak tahu apakah saat itu ada gonjang &#8211; ganjing di dalam Kaskus setelah revamp ini.</p>
<p>Lalu, setelah investasi dari GDP tadi masuk, makin jelas lagi lah kalau sekarang memang Kaskus itu sebuah unit bisnis serius. Jadi bukan &#8220;Sebuah platform komunitas online yang yaaa&#8230; kalau ada penghasilan bagus, kalau enggak ya kita bantu bareng &#8211; bareng&#8221; (sebuah image yang saya tangkap dari Kaskus jaman dulu).</p>
<p>Jadi gonjang &#8211; ganjing moderator resign itu ada hubungannya dengan ini? Tentunya ada. Persisnya? Enggak tahu juga.. Ha..ha..</p>
<p><strong>Komunitas</strong></p>
<p>Pernah dengar Reddit.com? Atau HackerNews  (news.ycombinator.com) ? atau 4chan.org ? Kalau belum pernah dengar,  silahkan kunjungi masing &#8211; masing situs itu, tapi nanti aja ya..,  sekarang lanjutkan baca tulisan saya aja <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Nah, ketiga situs itu  adalah situs &#8211; situs yang nuansanya sama kaya Kaskus jaman dulu. Mereka  bener &#8211; bener kuat komunitasnya. Lalu apakah mereka tidak jadi unit  bisnis profesional? Untuk HackerNews saya rasa tidak, karena sebenarnya  itu cuma layanan dari YCombinator saja. 4chan.org? Setahu saya tidak.   Kalau Reddit iya, dia dibawah perusahaan Conde Nast.</p>
<p>Tapi walaupun Reddit itu bisnis yang profesional, bisa dilihat di webnya, kesan &#8220;looking for profit&#8221;-nya tidak begitu kerasa. Ya mungkin karena di US, bisnis online sudah lebih dewasa, jadi banyak pilihan lain untuk mendapatkan profit selain lewat iklan.<span id="more-954"></span></p>
<p>4chan.org ? Foundernya lebih tegas lagi, dia tidak mau mengutak &#8211; atik websitenya dengan tujuan mencari profit, dia justru membuat situs baru, semacam versi &#8220;for-business&#8221; nya 4chan. Dia sangat menjaga komunitasnya. (Silahkan cari video interviewnya di Techcrunch.com).</p>
<p><strong>Digg.com</strong></p>
<p>Sebelum Reddit makin terkenal seperti sekarang, mungkin ada yang pernah dengar Digg.com. Bedanya dengan Reddit, Digg itu tidak begitu berasa komunitasnya (menurut saya). Digg saat itu sangat populer, bahkan foundernya (Kevin Rose) pernah jadi cover BusinessWeek (yg artikelnya ditulis oleh&#8230; Sarah Lacy.. -_-&#8221;  *saya agak gimana dengan tulisan2 wanita satu ini).  Digg beberapa waktu lalu me-revamp webnya. Sekarang Digg lebih banyak menyediakan fasilitas untuk kalangan &#8220;corporate&#8221; agar bisa memasukkan konten mereka di Digg. Hasilnya.., para penggunanya marah.. Dan mereka eksodus pindah ke Reddit. Puncaknya.., dan ini paling gokil.., Kevin Rose nya keluar dari Digg..!  Oh my.. saya harap Andrew Darwis jangan sampe keluar dari Kaskus yah..</p>
<p>Anyway, revamp (perubahan besar &#8211; besaran) yang dilakukan oleh Digg itu sebenarnya secara bisnis tujuannya baik. Tapi, dia melupakan satu hal, kalau bisnisnya jalan di atas komunitas, ada sisi emosional yang sulit diukur. Dan akhirnya Digg pun salah langkah, dan banyak orang bilang sudah terlambat untuk memperbaikinya.</p>
<p><strong>Kaskus dan Komunitas</strong></p>
<p>Balik lagi ke Kaskus. Sewaktu Kaskus sedikit bergeser menjadi lebih &#8220;mainstream&#8221;, saya agak &#8211; agak gimana gitu. Dulu, kalau seseorang punya akun Kaskus, dia bangga banget. Di pasang deh stikernya, logonya, di baju, di kaos, di mobil, di motor, dst.. Sekarang? Ya&#8230; sekarang masih sih.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />   Tapi, dengan perubahan Kaskus yang jadi lebih &#8220;mainstream&#8221;, lama &#8211; lama Kaskus sudah seperti Facebook karena saking jamaknya. Sekarang, siapa sih orang yang bangga masang link Facebook profilnya di stiker, di meja, di kaos, di mobil dst? Karena.., sudah jadi mainstream. Tidak ada ikatan emosional, atau kebanggan tersendiri dengan memiliki akun Facebook.</p>
<p>Kaskus jaman dulu itu, sama seperti anggota 4chan. Kalau dia make kaos dengan logo 4chan, dia bangga, apalagi kalau ada yang mengenalinya. Emang ada yg tahu 4chan?? Nah.. justru itu.. itulah letak spesialnya. 4chan itu eksklusif.., tidak banyak orang yang benar &#8211; benar tahu (dan pakai), sama seperti era Kaskus masih underground dulu. Kalau bertemu seseorang dengan atribut Kaskus juga, pasti ada ikatan emosional, perasaan sesama agan &#8211; agan. Sekarang sih.., kalau liat orang dengan atribut Kaskus, biasa aja, kecuali atribut group tertentu (misal : Geng Fruity Loop Kaskus).</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Nah kalau berkaca dengan Reddit, 4chan, dan Digg tadi, saya rasa banyak yang bisa diambil dari pengalaman mereka. Intinya, kalau website kita berbasis komunitas, ada kedekatan emosional disana, dan ini cukup sensitif diterjemahkan ke dalam sebuah plan business. Sekali rusak, susah diperbaiki.</p>
<p>Apakah saya menyarankan agar Kaskus go non-profit saja? Ohh.. tidak.. tentu saja tidak. Kalau tetap jadi bisnis, tapi model bisnisnya apa? Ndak tahu saya.., kalau saya tahu, saya udah jadi Direktur Bisnis mereka.. Ha..ha..</p>
<p>Anyway, technically banyak banget PR yang harus dibereskan Kaskus. Dengan resource sebesar itu, seharusnya hal ini bisa cepat dibereskan. Yeah.., I know their inside story, but not to be mention here. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>DISCLOSURE : Saya pernah punya hubungan kerja dengan beberapa pihak yang saya sebutkan di atas. (bukan Reddit / Digg / YCombinator / 4chan tentunya..)<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2011/05/linux/kasak-kusuk-kaskus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaskus di Sekitar Kita</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/08/website/kaskus-di-sekitar-kita/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/08/website/kaskus-di-sekitar-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 04:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=860</guid>
		<description><![CDATA[Dari jaman kuliah, saya sering bercerita kepada teman &#8211; teman saya tentang dunia online, mulai dari startup &#8211; startup di luar negri, sejarah Google, Facebook, eBay, Digg, Flickr dll sampai dengan situs &#8211; situs lokal. Saya bercerita tentang Detikcom, dan beberapa situs &#8220;startup&#8221; dari Indonesia (kala itu). Tapi saya tidak pernah bercerita tentang Kaskus. Tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2010/08/Kaskus-logo.gif"><img title="Kaskus logo" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2010/08/Kaskus-logo.gif" alt="Kaskus Logo" align="left" /></a>Dari jaman kuliah, saya sering bercerita kepada teman &#8211; teman saya tentang dunia online, mulai dari startup &#8211; startup di luar negri, sejarah Google, Facebook, eBay, Digg, Flickr dll sampai dengan situs &#8211; situs lokal. Saya bercerita tentang Detikcom, dan beberapa situs &#8220;startup&#8221; dari Indonesia (kala itu). Tapi saya tidak pernah bercerita tentang Kaskus. Tidak ada orang dalam Kaskus, atau eks orang dalam Kaskus yang saya kenal kala itu, saya tidak punya informasi lebih jauh. Kala itu kebanyakan dari teman &#8211; teman saya cuma mendengarkan sambil lalu, beberapa cukup antusias (maklum kampus saya bukan kampus IT, isinya para calon engineer).</p>
<p>Kosakata di Kaskus memang sudah familiar dengan saya sejak tahun pertama masa kuliah saya. Sebutan Agan, Cendol, Repsol, dll cukup familiar, walaupun hampir tidak pernah saya gunakan, karena saya bukan kaskuser. Tapi tidak dengan FJB (Forum Jual Beli &#8211; Kaskus). Saya malah baru sadar keberadaan FJB sekitar tahun 2006.</p>
<p>Ketika saya mengisi sebuah sesi diskusi dengan mahasiswa informatika, di sebuah kampus di Jogja, saya bahkan tidak pernah menyebut Kaskus. Mereka yang sering saya sebut : Detik, Politikana, PortalHR, Penonton.com, DagDigDug, Asia Blogging Network, Cerpenista, dll.</p>
<p>Tapi lihat dan dengarkan sekarang. Tiga dari teman &#8211; teman kuliah saya yang bukan penggiat dunia online itu sekarang bekerja di Jakarta. Dan ternyata sudah pernah berbelanja di Kaskus. Dan anda tahu apa yang mereka beli? Ketiganya membeli sepeda motor di FJB !  Wow, saya cukup kaget mengetahui bahwa mereka ternyata sangat percaya dengan forum terbesar di Indonesia ini.</p>
<p>Itu masih untuk jual beli barang. Yang lebih terasa adalah faktor kultural. Di tempat saya dulu bekerja, saya dan teman &#8211; teman kantor bisa menyebut satu sama lain dengan panggilan standar : lu, gue. Tapi belakangan bergeser jadi : agan, ane, hingga sekarang. Saya tadi bertemu salah satu teman saya itu, dan tanpa sadar masih menggunakan : ane, agan. Uniknya, ini berlangsung di depan salah satu petinggi Kaskus.</p>
<p>Ok, mungkin ada yang berpendapat karena kami sama &#8211; sama aktif di jagad online, wajar kultur itu terbawa. Tapi, eitss.. nanti dulu. Barusan saya chatting dengan seorang teman lama. Dulu saya kenal teman saya ini di Jogja, waktu cewek ini masih duduk di kelas 2 SMA. Sedangkan saya waktu itu sudah berada di ujung tanduk (baca: semester akhir).</p>
<p>Saya sudah cukup lama tidak kontak dengan cewek satu ini. Tadi, via YM, chit &#8211; chat berlangsung kesana kemari dengan gaya bahasa yang berganti &#8211; ganti, hingga sampai di gaya bahasa Kaskus, dan sejak itu tidak berganti lagi. Ajaib! Seakan &#8211; akan tanpa sadar kami mengamini bahwa gaya bahasa ini yang paling cocok. Walaupun dia bukan tipikal penggiat dunia online seperti saya. (Yes, even girl speak Kaskus now..)</p>
<p>Saya dan teman &#8211; teman kuliah saya dulu itu (yang sekarang sudah menjadi engineer beneran), juga sama. Waktu kami main billiard, satu sama lain menggunakan gaya bahasa Kaskus. Yang entah mengapa membuat hawa permainan menjadi lebih menarik.</p>
<p><em>&#8220;Gan.., ane mau masukin bola sembilan gak bisa tuh gan. Mungkin bawah ane bisa gan..&#8221;</em></p>
<p>Di Facebook pun saat mengisi komentar di profil teman, seringkali keluar gaya bahasa Kaskus ini. Hanya kebetulan? Atau memang kultur dari Kaskus ini sudah mewabah dimana &#8211; mana (dalam arti positif)?</p>
<p>DEWA aja bikin lagu buat Kaskuser :</p>
<p><em>Agankuu.. Kumohon.. Tetap disini..</em></p>
<p><em>Temaniii.. Hot trit ku.., yang baru naik.. </em></p>
<p>*kriukk..*</p>
<p>Link Terkait : <a href="http://okto.silaban.net/2010/01/website/slank-dan-kaskus/">Slank dan Kaskus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/08/website/kaskus-di-sekitar-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Slank dan Kaskus</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/01/website/slank-dan-kaskus/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/01/website/slank-dan-kaskus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 18:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[slank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, waktu jaman saya SMP, Slank sangat dekat dengan anak &#8211; anak remaja, terutama anak sekolahan. (sekarang saya kurang tahu). Slank bagi remaja seusia saya waktu itu adalah simbol kebebasan, simbol perlawanan, dan sebagai salah satu bentuk identitas. Tas &#8211; tas sekolah, bahkan baju sekolah sekalipun dipasangi logo &#8211; logo Slank. Mereka , lebih bangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ma6ma.wordpress.com/"><img src="http://ma6ma.files.wordpress.com/2007/12/logo-lawas.thumbnail.jpg" alt="Slank" align="left" /></a>Dulu, waktu jaman saya SMP, Slank sangat dekat dengan anak &#8211; anak remaja, terutama anak sekolahan. (sekarang saya kurang tahu). Slank bagi remaja seusia saya waktu itu adalah simbol kebebasan, simbol perlawanan, dan sebagai salah satu bentuk identitas. Tas &#8211; tas sekolah, bahkan baju sekolah sekalipun dipasangi logo &#8211; logo Slank. Mereka , lebih bangga sebagai seorang Slankers, daripada sebagai siswa berprestasi.</p>
<p>Kaskus, di masa &#8211; masa sekitar tahun 2002-an, imagenya bagi saya masih sebagai komunitas underground. Para netter (pengguna internet) yang menyatakan diri sebagai kaskuser, mempunyai kebanggan tersendiri jika dibandingkan dengan &#8216;hanya&#8217; punya account Friendster. Kaskus juga sebuah media yang (menurut saya) pada jaman itu, menjadi simbol kebebasan. Informasi apapun bebas ditebar.</p>
<p>Tapi.., Slank waktu itu juga kadang menjadi icon para penikmat ganja.. Beberapa dari teman saya dulu ada yang punya daun ganja yang masih hijau. Daun ganja segar ini <em>dilaminanting</em>, lalu dijadikan gantungan kunci. Dengan daun bersirip lima itu, mereka menyatakan diri sebagai Slanker. Dan &#8216;benda antik&#8217; ini seakan jadi &#8216;bahasa pergaulan&#8217; ketika bertemu para Slanker lainnya. (Saya tidak menggeneralisasi semua Slanker, tetapi pada waktu itu ada beberapa orang yang saya tahu melakukan hal itu). Ya, seingat saya Slank sendiri baru menyatakan resmi lepas dari narkoba pada  awal Januari 2000. Dan sejak saat itu mereka pun berganti image, menjadi band yang bersih.</p>
<p><a href="http://kaskus.us"><img title="ilovekaskus" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2010/01/ilovekaskus.gif" alt="" align="left" /></a>Dan Kaskus waktu itu juga kadang menjadi icon para pecinta &#8220;hal &#8211; hal dewasa&#8221;. Saking bebasnya informasi ditebar, konten &#8211; konten &#8220;dewasa&#8221; pun terserak dengan liar disini. Tidak jarang ditemukan video &#8211; video, atau foto &#8211; foto  &#8216;menggemaskan&#8217; yang publikasinya berawal di Kaskus. Kaskus sendiri pun akhirnya menghapus bersih channel &#8216;favorit&#8217; tersebut setelah keluarnya UU Pornografi. Setelah itu Kaskus pun image nya berubah. Kaskus kini sudah dikenal sebagai perusahaan yang serius, bukan sekadar main &#8211; main atau iseng. (Serius dari sudut pandang korporasi).</p>
<p>Siapapun yang konser, lagu apapun yang dimainkan.. biasanya.., tetap ada bendera Slank disitu. Kalau menyerap bahasa iklannya Sosro : Apapun konser bandnya, Slank benderanya. Wajar, kalau Slank akhirnya terpilih menjadi MTV Icon Indonesia yang pertama.</p>
<p>Nah.., sekarang..untuk Kaskus : Apapun websitenya, Kaskus bahasanya..  Jika ada situs Indonesia lainnya yang interaksi antar anggotanya tinggi, tidak jarang ditemukan panggilan sapaan : Gan. Kalau ada beberapa user saling berinteraksi di sebuah website, jika menggunakan kata : Saya, kamu, lu, gue, rasanya masih kurang sip. Tapi begitu saling menyapa dengan : Gan.., Agan.. suasana keakraban itupun muncul dengan sendirinya. Biasanya tidak lama kemudian pasti keluar kata &#8211; kata : &#8220;Jangan lupa cendolnya gan..&#8221;, &#8220;Pertamax sudah diamankan..&#8221;, dst.</p>
<p>Kalau di ajang MTV Icon &#8216;anak nongkrong&#8217; memilih Slank, saya rasa netter Indonesia pun bakal memilih Kaskus sebagai icon.</p>
<p>[OOT]</p>
<p>Saya rasa kalau ada perusahaan yang mau mencari pegawai yang akrab dengan dunia web, mungkin bisa mencantumkan seperti ini :</p>
<blockquote><p>&#8220;Gaji : Rp. xxx, boleh nego, tapi jangan afgan..&#8221;</p></blockquote>
<p>Ohh iya.., jangan lupa cendolnya gan. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/01/website/slank-dan-kaskus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Cerah Mobile Web di Indonesia ?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 13:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detik]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[*Sedikit mengulang lagi dari twitter* Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : &#8220;Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. &#8220;. (Ya, tentu status yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Sedikit mengulang lagi dari twitter*</p>
<p>Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : &#8220;Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. &#8220;. (Ya, tentu status yang dia maksud adalah status seseorang di Facebook.). Di lain waktu pesannya : &#8220;Kok belum masuk ya emailmu kemarin itu? Bolak &#8211; balik aku cek gak ada di inbox..&#8221;</p>
<p>Anda pernah dengar daerah bernama Onan Runggu? Kalau dari kota Medan, anda butuh waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tepian Danau Toba. Setelah itu anda harus menyeberangi Danau Toba dan dilanjutkan dengan perjalanan darat baru tiba di daerah tersebut.</p>
<p>Disana jangan berharap ada hotspot gratisan bertebaran seperti di Jogja, atau ISP dengan koneksi unlimited seperti di Jakarta. Akses yang pasti tinggal melalui network GSM. Dan ya, bukan 3G, tapi GPRS. Jadi jelas, di daerah tersebut bukan hal yang umum ditemui seseorang nongkrong sambil browsing menggunakan netbook.</p>
<p>Tapi.. Pada kenyataannya orang &#8211; orang disana juga tidak ketinggalan update dunia maya. Mereka tetap aktif ber Facebook ria, baca berita, baca email, dan chatting tentunya. Modal yang dibutuhkan tidak banyak soalnya. Kalau dulu seseorang harus mempunyai komputer dan membayar biaya internet yang mahal untuk sekadar menelusuri internet, sekarang cukup dengan HP yang support OperaMini dan koneksi GPRS hal tersebut sudah bisa dilakukan. Hei.., lagian sekarang banyak banget muncul HP yang harganya terjangkau dengan fasilitas bisa internetan.</p>
<p><strong>Tidak cuma di daerah</strong></p>
<p>Apa cuma di daerah saja pengguna internet mobile aktif ? <span id="more-728"></span>Di gedung &#8211; gedung besar di Jakarta, karyawan yang tidak punya akses ke komputer, atau karyawan yang punya akses internet tapi situs tertentu di blok, juga menggunakan HP masing &#8211; masing sebagai &#8220;peluang terakhir&#8221; untuk <em>eksis</em> di internet. Apalagi kalau di kos &#8211; kosan, HP jadi hiburan utama. (Banyak kan anak kos yang gak punya TV. Tapi hampir semua punya HP)</p>
<p><strong>Masih situs itu &#8211; itu saja</strong></p>
<p>Ya, memang saat ini sebagian besar yang mereka akses adalah Facebook, Friendster, situs portal berita, dan situs mainstream lainnya. Belum muncul yang signifikan untuk situs atau web apps lainnya. (Apa mungkin Koprol nanti ya? Kayaknya mmm.. ).</p>
<p>Nah pada akhirnya orang &#8211; orang juga akan bosan dengan situs itu &#8211; itu saja. Mereka mulai mencari &#8211; cari situs lain. Mulai membuka situs yang juga ramai di kunjungi dengan browser di komputer. Tapi.., aah.. kok tampilannya tidak enak di mobile yah? Ganti situs lain.. Begitu lagi.., dan seterusnya. Mau jadi perhentian berikutnya? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan memang situs &#8211; situs besar *lokal* yang ada, sekarang banyak yang sudah mobile friendly. Sebut saja, Detik, OkeZone, KapanLagi dan Kompas. Kaskus sendiri sudah mobile friendly, tapi sepertinya masih di &#8220;lewatkan&#8221; dengan bantuan Google, bukan develop baru (CMIIW).</p>
<p><strong>Peluang</strong></p>
<p>Ada dua peluang besar disini :</p>
<ol>
<li>Bisnis development web yang mobile friendly (ah.. saya sebut sajalah Mobile Web Development)</li>
<li>Kalau ada yang bisa menemukan website seperti apa yang cocok buat para pengakses internet mobile di Indonesia ini, kayaknya bakal laris manis deh.</li>
</ol>
<p>Menurut anda ?</p>
<p>[catatan]</p>
<p>Istilah &#8220;mobile web&#8221; mungkin tidak tepat. Tapi saya tidak ketemu istilah lain yang lebih pendek dengan makna yang saya maksud. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[link terkait]</p>
<p><a href="http://www.opera.com/smw/2009/10/">Informasi statistik pengguna web via OperaMini</a> (via @<a href="http://twitter.com/sandalian">sandalian</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

