<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; gutsy</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/gutsy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Aug 2010 04:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>AADX : Xorg Boros Prosesor di Hardy</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/04/linux/aadx-xorg-boros-prosesor-di-hardy/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/04/linux/aadx-xorg-boros-prosesor-di-hardy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 17:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[daryna]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[hardy heron]]></category>
		<category><![CDATA[linux mint]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/04/linux/aadx-xorg-boros-prosesor-di-hardy/</guid>
		<description><![CDATA[Ini salah satu kekecawaan saya pada Daryna saya yang telah menjadi Hardy. Sewaktu masih di Daryna (Linux Mint 4.0), prosesor saya normalnya pada kondisi idle hanya menghabiskan 5 &#8211; 8% resource prosesor. Tetapi sekarang setelah upgrade ke Hardy, prosesor saya (Intel Core Duo 1,66 Ghz) terpakai 25 &#8211; 36% dalam kondisi idle..! Dan setelah dilihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini salah satu kekecawaan saya pada Daryna saya yang telah menjadi Hardy. Sewaktu masih di Daryna (Linux Mint 4.0), prosesor saya normalnya pada kondisi idle hanya menghabiskan 5 &#8211; 8% resource prosesor. Tetapi sekarang setelah upgrade ke Hardy, prosesor saya (Intel Core Duo 1,66 Ghz) terpakai 25 &#8211; 36% dalam kondisi idle..! Dan setelah dilihat dengan command &#8220;top&#8221;, ternyata aplikasi Xorg lah biang keladinya.</p>
<p>AADX (Ada Apa Dengan Xorg)? <br />Tidak berjodohkah Daryna dengan Hardy? Lalu apakah Konde (BlankOn 2.0) juga tidak berjodoh dengan Hardy? Apakah memang hati Hardy hanya untuk Feisty? Jawab&#8230;!! Jawab.. ! Daryna butuh kepastian darimu.. Atau harus kupecahkan saja gelasnya, biar ramai (terus disuruh bayar di kasir??!).. *halah.. mulai gak nyambung lagi nih..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/04/linux/aadx-xorg-boros-prosesor-di-hardy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku, Linux dan Kawin Cerai</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 06:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[feisty]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[linux mint]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar libur Lebaran, aku cerai dengan Feisty, terus kawin dengan Gutsy. Ternyata rumah tangga kami tidak harmonis.., seringkali terjadi cekcok sebelum kami bisa &#8220;bercinta&#8221;. Akhirnya, terpaksa aku ceraikan juga si Gutsy. Aku cari pasangan yang emosinya lebih stabil, terbukti tangguh. Akhirnya pacaran dengan Debian, sampai akhirnya nikah dengan Debian.
Ternyata Debian ini terlalu tua untukku. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/aku-linux-dan-kawin-cerai/" rel="attachment wp-att-235" title="Aku, Linux, dan Kawin Cerai"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/nikah.jpg" alt="Aku, Linux, dan Kawin Cerai" align="left" /></a>Sekitar libur Lebaran, aku cerai dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/feisty">Feisty</a>, terus kawin dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/gutsy">Gutsy</a>. Ternyata rumah tangga kami tidak harmonis.., seringkali terjadi cekcok sebelum kami bisa &#8220;bercinta&#8221;. Akhirnya, terpaksa aku ceraikan juga si Gutsy. Aku cari pasangan yang emosinya lebih stabil, terbukti tangguh. Akhirnya pacaran dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/debian">Debian</a>, sampai akhirnya nikah dengan Debian.</p>
<p>Ternyata Debian ini terlalu tua untukku. Banyak &#8220;sifat &#8211; sifat&#8221;-ku yang belum dikenali oleh si Debian. Akhirnya aku kawin dengan adiknya yang lebih muda, Lenny namanya. Rumah tangga kami berjalan mulus untuk beberapa saat, sampai akhirnya aku khilaf dan selingkuh dengan si Unstable dari keluarga Debian juga. Akhirnya rusaklah hubungan kami.</p>
<p>Sadar aku khilaf, akhirnya aku mulai lagi hubunganku dari awal dengan Lenny. Mungkin udah keburu sakit hati, di tahap kedua ini Lenny justru seringkali gagal memahami beberapa &#8220;sifat&#8221;-ku. Saat sifatku yang satu dia &#8220;pahami&#8221;. Sifatku yang lain tidak dikenalinya. Puffhh.., saatnya cari istri baru sepertinya. Aku belum mau menyerah membina rumah tangga.<span id="more-234"></span></p>
<p>Seorang teman, <a href="http://willysr.blogspot.com/">Willy SR</a>, yang sudah bertahun &#8211; tahun membina rumah tangga dengan salah seorang dari keluarga Slackware mengenalkan pada salah satu keluarga istrinya tersebut. Jadilah aku dan Slackware berkenalan. Slackware yang  kuajak berkenalan ini adalah &#8220;keturunan&#8221; ke-12. Tanpa basa &#8211; basi dan pacaran kami langsung nikah. Belum sampai malam pertama,  kami sudah cekcok. Banyak <em>sifat &#8211; sifat</em> kami yang tidak cocok. Bahkan untuk &#8220;penampilannya&#8221; saja aku harus &#8220;mendandani&#8221; nya satu &#8211; satu agar terlihat pas dengan gaun Presario ku. Dengan diiringi air mata, akhirnya aku ceraikan juga Slackware. Ini demi kebaikan kami bersama.</p>
<p>Petualangan cinta ku belum selesai. Aku masih mencari pasangan ku yang sejati. Sewaktu main ke markas <a href="http://kmtf.ft.ugm.ac.id">KMTF</a>, aku melihat Mint. Pandangan pertama sih tidak begitu menarik perhatian. Tapi ya gak apa &#8211; apalah. Siapa yang tahu mana yang bakal jadi jodoh anda kalau anda tidak memulai berkenalan.</p>
<p>Perkenalan berlangsung singkat, kami sempat berpacaran beberapa saat sebelum memutuskan untuk menikah. Pada saat &#8220;pernikahan&#8221; ada sedikit gangguan, hingga ritual pernikahan harus diulang.</p>
<p>&#8220;Bersedia kah kamu menemani Labanux dalam kondisi normal, error, connect, disconnect, sampai waktunya upgrade?&#8221;, ujar pak Pendeta.</p>
<p>&#8220;Ya, saya bersedia&#8221;, jawab Mint.</p>
<p>Dan kulingkarkanlah cincin GRUB di partisi pertama jarinya. Kami resmi jadi suami istri. Hari &#8211; hari baru akan segera kami lalui.. Doakan agar kami langgeng terus sampai saatnya upgrade ya.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*Susah ya membina rumah tangga, gak heran banyak orang pada kawin cerai.</p>
<p>Bagaiman dengan istri &#8211; istri atau suami &#8211; suami kalian? Setiakah..?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimony Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon [3] &#8211; Pindah Debian 4.0</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 01:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[etch]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[kernel]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya.., memantapkan langkah untuk pindah ke Debian 4.0 (Etch), dan diupgrade ke Lenny (Testing). Semalaman berkutat dengan instalasi Debian dan paket &#8211; paket lain yang biasanya aku butuhin di Ubuntu.
Beberapa proses berjalan gagal. Seperti install OpenOffice, tetapi akhirnya berhasil diatasi. Untuk menginstall OpenOffice membutuhkan paket ttf-opensymbol. Error di /usr/share/fonts. Gagal untuk membuat file cache di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/?attachment_id=107" rel="attachment wp-att-107" title="Logo Debian"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/05/debian-nd-50.png" alt="Logo Debian" align="left" /></a>Akhirnya.., memantapkan langkah untuk pindah ke Debian 4.0 (Etch), dan diupgrade ke Lenny (Testing). Semalaman berkutat dengan instalasi Debian dan paket &#8211; paket lain yang biasanya aku butuhin di Ubuntu.</p>
<p>Beberapa proses berjalan gagal. Seperti install OpenOffice, tetapi akhirnya berhasil diatasi. Untuk menginstall OpenOffice membutuhkan paket ttf-opensymbol. Error di /usr/share/fonts. Gagal untuk membuat file cache di direktori tersebut. Bisa diatasi dengan &#8220;menyentuh&#8221; semua direktori font tersebut : &#8220;touch /usr/share/fonts&#8221;.</p>
<p>Oh iya, ini bukan pertama kalinya aku install Lenny. Sebelum Feisty keluar aku sudah coba pakai Etch, juga Lenny. Tetapi ada beberapa masalah yang bikin aku cukup jengah : driver wireless defaultnya tidak ada, harus download manual dulu, dan yang kedua jack out speaker notebukku (Compaq v3000) tidak berfungsi, sementara di Feisty keduanya bisa berfungsi, walaupun untuk soundcard tidak sempurna.</p>
<p>Di Ubuntu berikutnya, Gutsy, soundcardku akhirnya bekerja sempurna. Tetapi ini harus dibayar mahal dengan error yang aku dapat di Gutsy (baca postingan sebelum ini).</p>
<p>Berhubung di Ubuntu aku sudah tahu paket apa aja yang dibutuhkan agar hardware ku bisa berjalan baik, akhirnya sekarang pindah lagi ke Debian. Driver soundcardku ternyata baru tersedia di Debian Testing (Debian punya tingkatan Stable, Testing, Unstable, dan Experimental, untuk tingkat Testing, saat ini diberi nama Lenny). Jadi akhirnya Debiannya ku upgrade ke Testing. Prosesnya berjalan baik. Dan akhirnya, soundcardku pun berjalan sempurna di Debian.</p>
<p>Tetapi masalah tidak habis disitu. <span id="more-215"></span>Ternyata penyakit di Gutsy juga ikut &#8211; ikutan muncul. Sesekali setelah booting, Debian nya hang (sebelum GDM keluar). Sepertinya ini masalah kernelnya, berhubung aku upgrade ke Testing (Lenny), maka aku dapat kernel baru (2.6.22- 2), yang seingatku sama dengan kernel nya Ubuntu Gutsy. Soalnya di Debian dengan kernel aslinya (2.6.18-4) error ini (sampai saat ini) tidak terjadi.</p>
<p>Kembali aku harus dihadapkan dua pilihan, kalau aku mau menggunakan jack out speaker, maka harus pakai kernel terbaru. Tetapi konsekuensinya kadang &#8211; kadang bootingnya gagal. Sementara jika ingin desktop yang lebih stabil, harus pakai kernel sebelumnya, yang juga berarti jack out speaker ku tidak bisa digunakan.</p>
<p>Ya sudahlah, setidaknya aku masih punya pilihan. Di Ubuntu Gutsy pilihan ku cuma satu, harus siap berhadapan dengan gagal booting. Ok, saatnya <strike>kembali bekerja</strike> kuliah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon [2]</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 09:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa waktu menggunakan Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon di Compaq V3000 ku, sekarang mulai kelihatan masalah &#8211; masalahnya. Diantaranya :

Setelah booting, sebelum masuk ke GUI (sebelum Gnome Display Manager &#8211; GDM &#8211; keluar), laptopku hang. Enggak bisa diapa &#8211; apain. Masuk ke mode teks (Ctrl+Alt+F2) juga gak bisa. Terpaksa tekan tombol sakti.. (tekan tombol power, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/ubuntu/" rel="attachment wp-att-187" title="Ubuntu"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/ubuntulogo.png" alt="Ubuntu" align="left" /></a>Setelah beberapa waktu menggunakan Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon di Compaq V3000 ku, sekarang mulai kelihatan masalah &#8211; masalahnya. Diantaranya :</p>
<ol>
<li>Setelah booting, sebelum masuk ke GUI (sebelum Gnome Display Manager &#8211; GDM &#8211; keluar), laptopku hang. Enggak bisa diapa &#8211; apain. Masuk ke mode teks (Ctrl+Alt+F2) juga gak bisa. Terpaksa tekan tombol sakti.. (tekan tombol power, tahan 5 detikan). Akhirnya mati dengan terpaksa. Lama &#8211; lama bisa jebol dong hardisku.</li>
<li>Nautilus (File browser di GNOME) sering kali gagal me-list data &#8211; data didalam home folderku. Kadang loading cukup lama sampai akhirnya muncul, tetapi kadang hanya loading dan tak pernah selesai. Akhirnya processorku kerja 100% deh (untung core duo, jadi satunya masih bisa dipake).</li>
<li>Ketika laptop menyala dibiarkan lama,<span id="more-214"></span> akhirnya screensaver keluar. Setelah itu kalo dibiarkan lagi maka akan menjadi blank screen (layar hitam &#8211; alias monitor tidak bekerja). Sampai disini masih normal, setelah ini kan seharusnya jika kita mau pakai kembali laptopnya tinggal gerakkan mouse, atau memencet sembarang tombol di keyboar. Dan *tergantung setingan*, nantinya akan keluar prompt login. Tetapi pada laptopku justru tidak bisa dinyalakan sama sekali. Alias hang..</li>
<li>Sesekali desktopnya hang tanpa sebab. Padahal aku hanya menjalankan XMMS dan GEdit. Luar biasa deh..</li>
</ol>
<p>Dengan kondisi kaya gini aku berpikir untuk kembali ke Debian 4.0 (lenny). Yah.., memang beberapa driver hardware (h/w) ku belum disupport secara default. Tetapi setelah liat &#8211; liat di internet, sepertiyna sekarang sudah di support, walaupun di versi Testing dan Unstable. Yah, menurutku terpaksa deh, daripada harus bolak &#8211; balik menghadapi hang. Kapan kerjanya&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gOS &#8211; Google Operating System kah?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/gos-google-operating-system-kah/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/gos-google-operating-system-kah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 21:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[gos]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/gos-google-operating-system-kah/</guid>
		<description><![CDATA[Memang sistem operasi ini lebih diarahkan ke web application. Secara default sistem operasi ini menyertakan launcher ke web &#8211; web ternama (dan kebanyakan Google) : GMail, YouTube, Google, Google Docs, Orkut, Wikipedia, dll. Tetapi ini memang bukan Google Operating System, yang konon misterius tersebut.
gOS adalah sistem operasi berbasis Ubuntu Linux 7.10 Gutsy Gibbon. Perbedaannya sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/2007/11/linux/gos-google-operating-system-kah/gos/" rel="attachment wp-att-211" title="gOS"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/gos.jpg" alt="gOS" align="left" /></a>Memang sistem operasi ini lebih diarahkan ke web application. Secara default sistem operasi ini menyertakan launcher ke web &#8211; web ternama (dan kebanyakan Google) : GMail, YouTube, Google, Google Docs, Orkut, Wikipedia, dll. Tetapi ini memang bukan Google Operating System, yang konon misterius tersebut.</p>
<p><a href="http://www.thinkgos.com" title="gOS">gOS</a> adalah sistem operasi berbasis Ubuntu Linux 7.10 Gutsy Gibbon. Perbedaannya sama seperti <a href="http://linuxmint.com/" title="Linux Mint">Linux Mint</a>, hanya pada pemaketan software &#8211; softwarenya. Sayang, sampe tulisan ini dibuat, situs gOS masih belum beres. Tapi anda sudah bisa mendownload file .iso nya gOS di webnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/gos-google-operating-system-kah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dock Menu Avant Window Navigator untuk Ubuntu 7.10 Gutsy</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/10/linux/dock-menu-avant-window-navigator-untuk-ubuntu-710-gutsy/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/10/linux/dock-menu-avant-window-navigator-untuk-ubuntu-710-gutsy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 17:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[awn]]></category>
		<category><![CDATA[dock]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/10/linux/dock-menu-avant-window-navigator-untuk-ubuntu-710-gutsy/</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit menyambung tulisan di bawah. Akhirnya saya menemukan cara yang &#8220;lebih manusiawi&#8221; untuk menginstall Dock Avant Window Navigator. Detailnya ada disini (Ubuntuforums.org). Berikut screenshoot aplikasi ini berjalan di notebook Compaq V3000 :

Screenshoot di atas menunjukkan ketika &#8220;applet start menu&#8221; AWN dijalankan. Sementara untuk AWN nya sendiri screenshootnya seperti ini :

Beberapa kelebihan AWN :

Dianggap sebagai panel, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit menyambung tulisan di bawah. Akhirnya saya menemukan cara yang &#8220;lebih manusiawi&#8221; untuk menginstall Dock Avant Window Navigator. Detailnya ada disini (<a href="http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=385981" title="Avant Window Navigator - Ubuntu 7.10 Gutsy">Ubuntuforums.org</a>). Berikut screenshoot aplikasi ini berjalan di notebook Compaq V3000 :</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/avant-okto-silaban.jpg" title="Avant Window Navigator"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/avant-okto-silaban.jpg" alt="Avant Window Navigator" /></a></p>
<p>Screenshoot di atas menunjukkan ketika &#8220;applet start menu&#8221; AWN dijalankan. Sementara untuk AWN nya sendiri screenshootnya seperti ini :</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/avant-okto-silaban2.jpg" title="Avant Window Navigator"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/avant-okto-silaban2.jpg" alt="Avant Window Navigator" /></a></p>
<p>Beberapa kelebihan AWN :</p>
<ol>
<li>Dianggap sebagai panel, sehingga ketika window aplikasi kita di maximize, AWN tidak tertutup. (baca tulisan saya sebelum ini).</li>
<li>Application launcher (icon yang diklik langsung menjalankan program yang kita inginkan) -nya mudah ditambahkan. Tinggal drag and drop dari stat menu.</li>
<li>Ringan</li>
<li>Indah.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Mudah di costumize</li>
<li>Mirip dengan Dock nya Mac <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/10/linux/dock-menu-avant-window-navigator-untuk-ubuntu-710-gutsy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desktop Ubuntu 7.10 Gutsy (Mac OS X Style dengan Avant Window Navigator)</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/10/linux/desktop-ubuntu-710-gutsy-mac-os-x-style-dengan-avant-window-navigator/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/10/linux/desktop-ubuntu-710-gutsy-mac-os-x-style-dengan-avant-window-navigator/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 11:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[awn]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[mac os]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/10/linux/desktop-ubuntu-710-gutsy-mac-os-x-style-dengan-avant-window-navigator/</guid>
		<description><![CDATA[Sekadar pamer desktop Ubuntu di notebook ku, ini menggunakan Icon T-Ish. Style nya, beserta tutorial ambil dari situsnya Taimila (Linux desktop imitating OSX &#124; Lauri Taimila). Font nya pake punya Apple, download langsung di situsnya Apple.com. (klik gambar untuk memperbesar).
Beberapa modifikasi juga saya lakukan untuk mencapai tampilan seperti ini. Karena tidak semuanya cocok pada semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/gutsy4.png" title="Ubuntu Gutsy 7.10 - Okto Silaban"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/gutsy4.thumbnail.png" alt="Ubuntu Gutsy 7.10 - Okto Silaban" align="left" /></a>Sekadar pamer desktop Ubuntu di notebook ku, ini menggunakan Icon T-Ish. Style nya, beserta tutorial ambil dari situsnya Taimila (<a href="http://www.taimila.com/?q=node/11">Linux desktop imitating OSX | Lauri Taimila</a>). Font nya pake punya Apple, download langsung di situsnya Apple.com. (klik gambar untuk memperbesar).</p>
<p>Beberapa modifikasi juga saya lakukan untuk mencapai tampilan seperti ini. Karena tidak semuanya cocok pada semua kondisi. Jadi mungkin hasilnya akan berbeda dengan apa yang diimplementasikan di situsnya Taimila.</p>
<p>Untuk Dock dibawah, saya menggunakan <a href="http://code.google.com/p/avant-window-navigator/" title="Avant Window Navigator">Avant Window Navigator</a>. Memang tersedia beberapa pilihan lain, seperti DocX, amadou atau gDesklets. Hasilnya pun sangat mirip. Tetapi dari segi fungsi semuanya masih kalah dengan Avant Window Navigator.</p>
<p>Dengan gDesklets dock nya memang bagus, dan mudah dikonfigurasi, begitu juga Dock &#8211; dock yang lain. Tetapi kesemuanya sama &#8211; sama akan akan tertutup jika kita membuka suatu aplikasi dengan window mazimize. Jadi jika anda membuka Firefox, kemudian memaximize ukurannya, maka dock tersebut akan tertutup. Jadi apa gunanya dong dock (sebagai application launcher) kalau kita tidak bisa me-launch aplikasi dari situ.</p>
<p>Disinilah keunggulan Avant Window Navigator. Dia bisa diset sebagai panel, sehingga walaupun ukuran window kita maximize, tidak akan menutupi Avant Window Navigator. Ini baru bener dock application launcher.</p>
<p><em>Catatan : </em><span id="more-199"></span><br />
Avant Window Navigator ini membutuhkan banyak library untuk bisa diinstal karena satu &#8211; satunya cara yang saya temukan untuk menginstal nya adalah dengan compile manual. Saya sendiri gagal mengcompilenya. Tetapi nekat meneruskan untuk diinstal paksa, ternyata akhirnya bisa jalan juga, walaupun beberapa fungsi tidak jalan.</p>
<p>Dock : Saya mengartikannya sebagai suatu menu (biasanya di bagian bawah), yang terdiri dari icon &#8211; icon program yang ada. Ketika icon ini diklik, maka aplikasinya dijalankan. Di Gnome semacam panel, tetapi biasanya dengan tampilan yang banyak efek animasinya. Kalau tidak salah pertama diperkenalkan di komputer Mac OS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/10/linux/desktop-ubuntu-710-gutsy-mac-os-x-style-dengan-avant-window-navigator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/10/general/188/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/10/general/188/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 15:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[compaq]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[notbuk]]></category>
		<category><![CDATA[ntfs]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/10/general/188/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berjuang burn ke CD sampai 3 kali, akhirnya berhasil juga diinstall Ubuntu Gutsy ini. Bayangkan, download image Ubuntu (versi alternate &#8211; text mode) nya cuma butuh waktu 10 menitan. Eh, proses burn + coba installnya malah 1  jam lebih. Keren gak tuh..  
Beberapa hal yang patut dicermati (di notebook ku &#8211; Compaq [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/ubuntulogo.png" title="Ubuntu"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/ubuntulogo.png" alt="Ubuntu" align="left" /><img align="left" /></a>Setelah berjuang burn ke CD sampai 3 kali, akhirnya berhasil juga diinstall Ubuntu Gutsy ini. Bayangkan, download image Ubuntu (versi alternate &#8211; text mode) nya cuma butuh waktu 10 menitan. Eh, proses burn + coba installnya malah 1  jam lebih. Keren gak tuh.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Beberapa hal yang patut dicermati (di notebook ku &#8211; Compaq Presario V3103) :</p>
<p><strong>1. Visual Effects </strong></p>
<p>Kesan pertama setelah install : &#8220;Eh.., apa nih.., ohh.. Compiz nya secara default aktif.. Hmm.., berarti Ubuntu berani menjamin di sebagian besar PC/Notebook fitur ini bisa berjalan yah..&#8221;</p>
<p>Kemudian coba cari setingan buat tampilan Ubuntunya.. Ternyata letakknya bukan di <strong>System &#8211; Preferences &#8211; Theme</strong> seperti di Feisty, tetapi di &#8220;<strong>System &#8211; Preferences &#8211; Appearance</strong>&#8220;. Dan di dalam menu ini lah konfigurasi &#8220;Theme, Wallpaper, Fonts, Inteface, dan Visual Effects&#8221; diletakkan. Oh iya Visual Effects disini cuma menyediakan 3 opsi : <strong>None, Normal, Extra</strong>. Sementara untuk konfigurasi detail dari efeknya masih belum tahu nih.</p>
<p>Aku sendiri pake yang mode Extra, tetapi efek sampingnya, kadang &#8211; kadang rasanya efek ini malah mengganggu. Ketika anda akan memindahkan window ke atas, justru malah keluar efek &#8220;wooble&#8221;. Wekss..</p>
<p><strong>2. Bluetooth</strong><span id="more-188"></span></p>
<p>Sekarang otomatis di pojok kanan ada icon Bluetooth. Jadi seperti Windows gitu. Dan sekarang ada menu preferencesnya. Buat orang yang sering transfer data menggunakan Bluetooth tentunya fitur ini cukup penting. Soalnya pernah beberapa kali coba pakai, terima file bisa dari notbuk ku, tapi ngirim gagal terus. Sekarang sih belum coba tetapi sepertinya bisa.</p>
<p><strong>3. Driver Audio</strong></p>
<p>Finally.., souncard HD Connexant Audio di notebook ku kedetek sempurna dan bisa berjalan dengan sempurna. Jadi sekarang pakai speaker eksternal ataupun headphone tidak masalah. Penantian yang cukup panjang, 1 tahun untuk bisa menggunakan speaker eksternal di laptop ini. Fuuhh..!</p>
<p><strong>4.  NTFS</strong></p>
<p>Saya sempat baca beberapa artikel di internet yang menyatakan secara default kini Ubuntu support NTFS. Tetapi pada kenyataannya, partisi NTFS nya bahkan tak bisa di mount. Apa ada yang salah dengan partisinya ya?</p>
<p>Sementara itu saja yang bisa dicermati. Mungkin nanti menyusul. Oh iya, instalasi ini dilakukan dengan mode fresh install. Jadi Ubuntu versi sebelumnya (Feisty 7.04), langsund ditimpa dengan Ubuntu yang baru. CD instalasi yang digunakan file ISO-nya didownload di kambing.ui.edu. Image yang digunakan versi &#8220;alternate&#8221;, yang artinya mode instalasinya adalah mode teks, bukan grafikal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/10/general/188/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
