<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; google</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/google/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>SEO Expert Bersertifikasi dari Google ?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/09/linux/seo-expert-bersertifikasi-dari-google/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/09/linux/seo-expert-bersertifikasi-dari-google/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 03:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[webmaster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Ok, ini topik basi di seputar dunia SEO sebenarnya. Tapi tetap saja masih banyak yang tidak mendapatkan informasi dengan jelas. Sudah sejak lama di kalangan para pentolan SEO underground Indonesia, banyak yg heran dengan mereka yg mengaku sebagai ahli SEO, dan mengaku *bersertifikasi dari Google*.  Dan sudah sejak lama juga, di kalangan industri pun, banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ok, ini topik basi di seputar dunia SEO sebenarnya. Tapi tetap saja masih banyak yang tidak mendapatkan informasi dengan jelas.</p>
<p>Sudah sejak lama di kalangan para pentolan  SEO underground Indonesia, banyak yg heran dengan mereka yg mengaku  sebagai ahli SEO, dan mengaku *bersertifikasi dari Google*.  Dan sudah  sejak lama juga, di kalangan industri pun, banyak yg percaya bahwa ada  beberapa perusahaan resmi, yang punya sertifikat SEO dari Google.</p>
<p>Lalu  apakah Google memang mengeluarkan sertifikasi untuk &#8220;SEO Experts&#8221; (atau  sinonim lain) ?</p>
<p>Jawaban dari <strong><a href="http://www.mattcutts.com/">Matt Cutts</a></strong> (head of Google&#8217;s  Webspam team) : &#8220;I don&#8217;t think Google has officially endorse any SEO  certification as far as I&#8217;m aware of&#8221;.<br />
Link :  <a href="http://www.youtube.com/watch?v=fW6ZA4MMHZg">http://www.youtube.com/watch?v=fW6ZA4MMHZg</a></p>
<p>Dalam wawancaranya yg  lain :<br />
Q : Some SEO firms cold call saying they can rank people in  first place. Can they guarantee this?<br />
Matt Cutts : Not on Google. <strong>No one can guarantee this, not even Google</strong>,  since our  ranking algorithms are often updated.</p>
<p>Link :  <a href="http://www.search-marketing.info/newsletter/articles/matt-cutts.htm">http://www.search-marketing.info/newsletter/articles/matt-cutts.htm</a></p>
<p>Yang  ada itu sebenarnya adalah <strong>Google AdWords Certification Program</strong>.  Apa itu? cekidot gan :   <a href="http://www.google.com/intl/en/adwords/professionals/">http://www.google.com/intl/en/adwords/professionals/</a><br />
Dan jelas, itu  bukanlah program sertifikasi untuk Ahli SEO.</p>
<p> <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau mau tahu lebih jelas, jangan tanya saya, silahkan tanya <a href="http://pogung177.com">bung Pogung</a> <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/09/linux/seo-expert-bersertifikasi-dari-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cari Developer Itu Susah Kawan !</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/05/linux/cari-developer-itu-susah-kawan/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/05/linux/cari-developer-itu-susah-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 10:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Code]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[google adsense]]></category>
		<category><![CDATA[programmer]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[Masih berkaitan dengan Indonesia di TechCrunch. Ada banyak poin yang bisa dijadikan catatan. Saya menyoroti satu hal : Ternyata yang sulit di Indonesia itu adalah mencari developer, bukan pendanaannya ! &#8230;Instead, the pain point is finding developers. In Indonesia, developers are considered an entry level position, not a lucrative career path. Most companies have to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih berkaitan dengan <a href="http://okto.silaban.net/2010/05/website/indonesia-di-techcrunch/">Indonesia di TechCrunch</a>. Ada banyak poin yang bisa dijadikan catatan. Saya menyoroti satu hal : Ternyata yang sulit di Indonesia itu adalah mencari developer, bukan pendanaannya !</p>
<blockquote><p>&#8230;Instead, the <strong>pain point is finding developers</strong>. In Indonesia, developers are considered an entry level position, not a lucrative career path. Most companies have to invest six months or so in training the talent they need, making scaling up a challenge.</p></blockquote>
<p>Hah?! Dengan sekian banyak website bertema programming dan development (khususnya web), belum lagi milis &#8211; milis. Ternyata susah mencari developer?!!</p>
<p>Oohoo.. Bukan berita baru sebenarnya. Tanyakan pada mereka yang mencari programmer, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan programmer berkualitas? Sebuah perusahaan dari grup bisnis yang sangat besar di Indonesia, dalam waktu 6 bulan pun masih belum bisa mendapatkan satu orang programmer web, dengan spesifikasi standar.</p>
<p>Lalu apa penyebabnya ? Saya coba rangkum. (silahkan tambahkan di kolom komentar kalau anda punya masukan baru)</p>
<p><strong>Gaji</strong></p>
<p>Isu sangat sensitif ini. Dan seringkali jadi pertimbangan utama (ya sama lah dengan lowongan kerja lainnya). Ada yang menawarkan standar salary yang tidak masuk akal untuk standar hidup di Jakarta. Tapi berhubung perusahaan ini punya label nama yang mentereng, banyak yang rela mengantri (sebelum akhirnya pun mengantri untuk resign).</p>
<p>Ada juga yang minta minimal requirement kaya dewa (yah.., para developer pasti tahulah), tapi dengan gaji standar UMR.</p>
<p><strong>Nama Besar</strong></p>
<p>Lalu, apa tidak ada yang menawarkan gaji besar? Ohh ada.. Tapi minimal requirement nya tinggi ya? Tidak juga..  Tapi kok gak dapet &#8211; dapet programmernya?</p>
<p>Nah sama juga seperti lowongan kerja lainnya. Nama besar penting. Kalau perusahaan ini masih baru (khususnya startup) mereka yang punya kualitas tinggi pun tetap akan membandingkannya dengan lowongan sejenis dari perusahaan yang punya nama besar. Apalagi kalau multinational company. Apalagi kalau oil &amp; gas company.. (jujur..!) <span id="more-833"></span></p>
<p>Ada juga yang mau bergabung di perusahaan kecil, untuk kemudian dijadikan lompatan untuk masuk ke perusahaan dengan nama besar.</p>
<p>Banyak juga yang lebih memilih jadi PNS (dengan gaji awal lebih kecil daripada di startup company), karena jaminan masa depan. *silahkan berdebat soal ini* <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Kualitas</strong></p>
<p>Dari sisi programmer sendiri, sebenarnya banyak juga yang cuma &#8216;programmer koboi&#8217;. Ini adalah tipikal programmer yang belajar otodidak, yang berprinsip : Yang penting jadi dan bisa dijalankan &#8211; lalu belakangan boroknya terbuka satu demi satu. Lepas dari konsep &#8211; konsep dasar pemrograman dan software engineering. Jangan salah, yang *ngaku* lulusan kuliah Informatika / Ilmu Komputer pun banyak yang ternyata programmer koboi.</p>
<p>Eitts.., tapi jangan salah, developer koboi ini juga banyak lho yang punya penghasilan jauh di atas developer yang bekerja di perusahaan besar.</p>
<p>Ada juga yang punya portofolio bagus. Dengan sederet pengalaman kerja yang keren, dan tempat bekerja yang juga keren &#8211; keren. Tapi setelah dites, tidak sebagus yang dibayangkan.</p>
<p>Lalu apakah tidak ada programmer yang bener &#8211; bener berkualitas, dan punya outstanding skill &amp; knowledge?  Ada.. tentunya ada. Tapi mereka yang sudah di level ini, tentunya preferensinya lebih ketat untuk memilih tempat dia bekerja. Apakah ini institusi/company yang bonafit? Apakah kesejahteraannya bakal terjamin di sini? Dst. Karena, mereka yang sudah berada di level ini, bisa dengan mudah mendapatkan proyek (khususnya dari luar negri).  Lah bikin template WordPress aja ada yang rate nya $700/template ! Masak mau digaji dibawah itu per bulan? *sori, nyebut angka*</p>
<p>Selain itu, mereka yang sudah punya kualitas bagus, apalagi kalau berasal dari software house, sebagian lebih memilih membuat perusahaan web development sendiri ketimbang jadi karyawaan di perusahaan / institusi lain. Atau justru pindah ke perusahaan besar yang jadi client nya dulu di software house.</p>
<p><strong>Freelancer</strong></p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/2010/05/general/programmer-sukses/">Freelancer masih menjadi pilihan</a> banyak programmer yang punya kualitas bagus. Karena pada dasarnya programmer model ini pengen *hidup bebas*, punya waktu yang lebih fleksibel, enggak usah ribet dengan birokrasi dan aturan tata kesopanan pakaian. Apalagi ditunjang dengan pemasukan yang menggiurkan.</p>
<p>Yah.., walaupun saya percaya pada kenyataanya : <strong>Every developer is a freelancer </strong> <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Google AdSense</strong></p>
<p>No comment <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>StartUp</strong></p>
<p>Yap.. developer yang berkualitas juga sadar sekarang momen yang pas untuk membuat startup. Jadi dia lebih memilih bikin startup sendiri, ketimbang gabung di startup lain.</p>
<p><strong>Google</strong></p>
<p>Sudah bukan rahasia, kehidupan para developer di Google, sering jadi sorotan media. Bagaimana mereka begitu dimanjakan disana. Bagaimana mereka bisa bebas berkreasi disana. Dan hal ini juga terjadi di Facebook. Ditambah isinya kebanyakan adalah anak &#8211; anak muda, orang &#8211; orang yang energik, dan lebih menyenangkan.  Plus.., perusahaannya punya nama besar. Ada di Indonesia yang seperti ini?</p>
<p><em>Di Indonesia saya pernah dengar ada perusahaan yang seperti itu, lokasinya di Jogja, tapi bukan perusahaan IT, melainkan advertising &amp; communication *tapi minus nama besar kayaknya.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *</em></p>
<p>Jadi, bagi perusahaan (khususnya startup) yang mau merekrut developer, biasanya developer yang berkualitas itu :</p>
<ul>
<li>Sudah bekerja di perusahaan dengan nama besar atau di luar negri</li>
<li>Sedang jadi freelancer dengan penghasilan yang menggiurkan</li>
<li>Masih kerja di perusahaan yang namanya tidak pernah anda dengar, tapi gajinya tidak bisa anda bayangkan</li>
<li>Sedang membuat perusahaan web development sendiri</li>
<li>Sedang bikin startup juga</li>
<li>Nganggur dan nunggu Google buka kantor di Indonesia (ha..ha..ha&#8230;)</li>
</ul>
<p>Kalau bisa bikin kantor ala Google atau Facebook di Indonesia dan bisa bikin nama perusahaannya besar, mungkin.. mungkin developer &#8211; developer berkualitas itu akan datang dengan sendirinya.</p>
<p>Jadi, posisikan diri anda jadi orang &#8211; orang seperti di atas. Apa yang bikin mereka tertarik untuk bergabung dengan anda? (di luar gaji dan nama besar).</p>
<p><em>NB: Disadur dari berbagai cerita teman, bacaan, dan pengamatan langsung di lapangan.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/05/linux/cari-developer-itu-susah-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lively.com Akhirnya Ditutup</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/11/website/livelycom-akhirnya-ditutup/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/11/website/livelycom-akhirnya-ditutup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 03:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Lively.com (semacam SecondLife buatan Google) akhirnya ditutup. Hmm.., Google sepertinya gagal di langkah pertamanya masuk ke industri game. Hal yang memang cukup jadi pertanyaan saya. Google sudah masuk hampir ke semua sektor layanan di dunia online, kecuali di ranah games. Sementara Yahoo sendiri cukup berkibar dengan Yahoo Gamesnya. Selanjutnya apa ya? Langsung Google Games kah? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lively.com <a href="http://okto.silaban.net/2008/07/website/google-saingi-secondlife-dengan-meluncurkan-lively/">(semacam SecondLife buatan Google</a>) akhirnya ditutup. Hmm.., Google sepertinya gagal di langkah pertamanya masuk ke industri game.</p>
<p>Hal yang memang cukup jadi pertanyaan saya. Google sudah masuk hampir ke semua sektor layanan di dunia online, kecuali di ranah games. Sementara Yahoo sendiri cukup berkibar dengan Yahoo Gamesnya.</p>
<p>Selanjutnya apa ya? Langsung Google Games kah? Buat menyaingi Yahoo Games.</p>
<p>Link : <a href="http://www.lively.com/html/shutdown.html">Berita resmi dari Google</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/11/website/livelycom-akhirnya-ditutup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Saingi SecondLife dengan Meluncurkan Lively</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/07/website/google-saingi-secondlife-dengan-meluncurkan-lively/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/07/website/google-saingi-secondlife-dengan-meluncurkan-lively/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 22:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[lively]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/07/website/google-saingi-secondlife-dengan-meluncurkan-lively/</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun SecondLife sudah sangat tenar di US sana, Google tetap berani meluncurkan product serupa, yang dinamai Lively. Sekarang sih statusnya masih BETA, jadi belum bisa berjalan sebagaimana seharusnya. Tapi ulasan tentang fitur dan layananya sih sudah ada dimana &#8211; mana. Berikut link terkait : TechCrunch  Mashable CenterNetworks Webware Kalau SecondLife tidak begitu populer di Indonesia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/lively.jpg" title="Lively.com"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/lively.jpg" alt="Lively.com" align="left" /></a>Walaupun <a href="http://secondlife.com/">SecondLife</a> sudah sangat tenar di US sana, Google tetap berani meluncurkan product serupa, yang dinamai <a href="http://www.lively.com/html/landing.html">Lively</a>. Sekarang sih statusnya masih BETA, jadi belum bisa berjalan sebagaimana seharusnya. Tapi ulasan tentang fitur dan layananya sih sudah ada dimana &#8211; mana. Berikut link terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://web20.originalsignal.com/article/42478/google-launches-virtual-world-called-lively.html">TechCrunch</a></li>
<li> <a href="http://web20.originalsignal.com/article/42482/google-launches-lively-to-create-a-virtual-world-across-social-networks.html">Mashable</a></li>
<li><a href="http://web20.originalsignal.com/article/42483/google-launches-social-virtual-world-lively-vivaty-had-a-nice-9-hour-life.html">CenterNetworks</a></li>
<li><a href="http://web20.originalsignal.com/article/42484/with-lively-google-tries-its-own-second-life.html">Webware</a></li>
</ul>
<p>Kalau SecondLife tidak begitu populer di Indonesia, kira &#8211; kira nanti Lively bisa sukses gak ya di Indonesia? Mengingat kalau di Indonesia pasar game model seperti ini masih berkiblat ke <strike>Jepang</strike> Korea.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/07/website/google-saingi-secondlife-dengan-meluncurkan-lively/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pernahkah Google Gagal?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/07/website/pernahkah-google-gagal/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/07/website/pernahkah-google-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 19:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[flickr]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/07/website/pernahkah-google-gagal/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada wanita yang sempurna.. Terlebih kalau dia bukan pasangan anda.. Google pun tidak sempurna. Sebagai raksasa perusahaan internet kelas dunia, ia pun pernah gagal. (Peringatan : Mungkin ini basbang.. karena terjadi tahun 2006 dulu..). Saya baru tahu setelah nyasar ke blog Joe Anderson ini. Dia menyebutkan ada tiga produk Google yang gagal : Google [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tidak ada wanita yang sempurna.. Terlebih kalau dia bukan pasangan anda..</em> <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Google pun tidak sempurna. Sebagai raksasa perusahaan internet kelas dunia, ia pun pernah gagal. (Peringatan : <em>Mungkin ini basbang.. karena terjadi tahun 2006 dulu..</em>). Saya baru tahu setelah nyasar ke blog <a href="http://joeanderson.co.uk/blog/2008/05/17/how-many-failures-does-google-have/">Joe Anderson</a> ini. Dia menyebutkan ada tiga produk Google yang gagal :</p>
<ul>
<li><a href="http://answers.google.com/answers/">Google Answers</a> (layanan persis Yahoo Answers, tapi berbayar, karena dijawab oleh tim yang profesional). Lesson learned : Kalau ada layanan yang gratis, ngapain bayar? Walaupun belum tentu informasi dari layanan yang gratis itu benar.</li>
<li><a href="http://Orkut.com">Orkut</a>  : Memang penggunanya sekarang 120 juta orang, tapi sebagian besar dari Brazil dan India. Sementara target market mereka adalah US. Lagian apa Friendster, MySpace, Facebook, dll.. masih kurang?</li>
<li><a href="http://video.google.com">Google Video</a> : Sepertinya mereka perlu belajar dari Yahoo. Ketika Yahoo mengakuisisi <a href="http://Flickr.com">Flickr</a> dari pasangan suami istri <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stewart_Butterfield" title="Stewart Butterfield">Stewart Butterfield</a> dan <a href="http://www.caterina.net/about.html">Caterina Fake</a>, dengan berani Yahoo menutup layanan Yahoo Photos. Google tidak melakukannya ketika mengakuisisi YouTube dari tangan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Chen_%28YouTube%29">Steve Chen</a> dkk. Saya sendiri penasaran mengapa Google tidak menutup Google Video.</li>
</ul>
<p>Untuk yang kedua dan ketiga, saya sendiri juga gak tahu apa produk itu benar &#8211; benar gagal (secara bisnis), <em>secara</em> sumbernya cuma dari obrolan di blog &#8211; blog praktisi web di luar sana. Tapi kalau untuk Google Answers, memang benar &#8211; benar gagal.</p>
<ul>
<li><a href="http://googleblog.blogspot.com/2006/11/adieu-to-google-answers.html">Penjelasan resmi dari Google</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Answers">Wikipedia</a></li>
<li><a href="http://blogoscoped.com/archive/2007-08-09-n28.html">Blogoscoped</a></li>
<li><a href="http://www.techcrunch.com/2006/11/29/google-has-no-answers/">TechCrunch</a></li>
</ul>
<p>Tapi setidaknya mereka mencoba, karena itu mereka belajar. Kalau Coldplay bilang : &#8220;<em>But if you never try then you&#8217;ll never know.. </em>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/07/website/pernahkah-google-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Search Engine Paling Populer?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/07/website/apa-search-engine-paling-populer/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/07/website/apa-search-engine-paling-populer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 16:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/07/website/apa-search-engine-paling-populer/</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang tahu jawabannya? Google kah? Eitts.. Nanti dulu.. Kalau saya ingin mencari situs Sharing Foto paling populer saya akan cari di Google. Saya cari dengan kata kunci &#8220;photo sharing&#8220;. Dan ternyata ketemulah Flickr.com. Tidak salah ya sepertinya. Lalu kalau saya ingin cari layanan email gratis paling populer saya akan cari lagi di Google juga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang tahu jawabannya? Google kah? Eitts.. Nanti dulu..</p>
<p>Kalau saya ingin mencari situs Sharing Foto paling populer saya akan cari di Google. Saya cari dengan kata kunci &#8220;<a href="http://www.google.com/search?q=photo+sharing">photo sharing</a>&#8220;. Dan ternyata ketemulah Flickr.com. Tidak salah ya sepertinya.</p>
<p>Lalu kalau saya ingin cari layanan email gratis paling populer saya akan cari lagi di Google juga, dengan kata kunci  &#8220;<a href="http://www.google.com/search?q=free+email">free email</a>&#8220;. Ternyata ada Yahoo Mail, dan GMail disana.</p>
<p>Lalu kalau saya cari search engine paling popular, saya cari di Google juga dengan kata kunci &#8220;<a href="http://www.google.com/search?q=search+engine">search engine</a>&#8220;. Hasilnya? Di halaman pertama saya tidak menemukan Google. Saya justru menemukan <a href="http://Search.Yahoo.com">Search.Yahoo.com</a>, <a href="http://Ask.com">Ask.com</a>, <a href="http://AltaVista.com">AltaVista.com</a>, dll.</p>
<p>Sepertinya hasilnya masih belum sesuai yang saya harapkan.. (*nge-search kok nentuin sendiri hasilnya??!!)</p>
<p>Saya cari di Yahoo.com, dengan kata kunci &#8220;<a href="http://search.yahoo.com/search;_ylt=A0oGkxHKW2pId14AI42l87UF?p=search+engine&amp;ei=UTF-8&amp;iscqry=&amp;fr=sfp">search engine</a>&#8220;. Dan Yahoo berhasil menemukan Google disitu.</p>
<p>Kesimpulannya :</p>
<p><em>Yahoo adalah search engine yang lebih pintar untuk menemukan search engine yang paling popular.</em></p>
<p>dan..</p>
<p><em>Google merupakan search engine yang bagus untuk menemukan search engine yang bisa menemukan search engine paling populer</em>.</p>
<p>(it&#8217;s only a joke.., don&#8217;t take it serious&#8230;) <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*ya.. saya tahu, memang gak penting kok.. Maklum, lagi pusing bermain &#8211; main dengan sensor gempa untuk skripsi.</p>
<p>NB: Mungkin Google harus belajar menerapkan SEO supaya bisa ditemukan di page 1 pada hasil search dengan kata kunci &#8220;search engine&#8221;. Mungkin bung <a href="http://Pogung177.com">Pogung177</a> bisa bantu? He..he..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/07/website/apa-search-engine-paling-populer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Paper dari Teknologi yang Dikembangkan dan Digunakan Google</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/daftar-paper-dari-teknologi-yang-dikembangkan-dan-digunakan-google/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/daftar-paper-dari-teknologi-yang-dikembangkan-dan-digunakan-google/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 03:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/daftar-paper-dari-teknologi-yang-dikembangkan-dan-digunakan-google/</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda dengan banyak industri IT lain (baik Internasional maupun Nasional) yang menutup rapat &#8211; rapat teknologinya, Google justru memberikan informasinya secara gamblang. Silahkan lihat paper &#8211; paper yang telah dibuat oleh para peneliti di Google disini. Setahu saya sebagian besar karyawan Google pendidikan minimalnya adalah PhD (S3), jadi mungkin ini yang membuat iklim penelitian di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbeda dengan banyak industri IT lain (baik Internasional maupun Nasional) yang menutup rapat &#8211; rapat teknologinya, Google justru memberikan informasinya secara gamblang. Silahkan lihat paper &#8211; paper yang telah dibuat oleh para peneliti di Google <a href="http://research.google.com/pubs/papers.html">disini</a>.</p>
<p>Setahu saya sebagian besar karyawan Google pendidikan minimalnya adalah PhD (S3), jadi mungkin ini yang membuat iklim penelitian di Google begitu kental. Ada yang seperti ini enggak ya di Indonesia?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/daftar-paper-dari-teknologi-yang-dikembangkan-dan-digunakan-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Ingin Mencari di Google.com, bukan Google.co.id !</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/04/linux/saya-ingin-mencari-di-googlecom-bukan-googlecoid/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/04/linux/saya-ingin-mencari-di-googlecom-bukan-googlecoid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 01:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[daryna]]></category>
		<category><![CDATA[firefox]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[hardy]]></category>
		<category><![CDATA[opera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/04/linux/saya-ingin-mencari-di-googlecom-bukan-googlecoid/</guid>
		<description><![CDATA[Saya cukup jengah dengan keputusan Google yang memilah &#8211; milah hasil pencariannya berdasarkan lokasi IP anda. Jika saya mencari dengan fasilitas search Google di Firefox (pojok kanan atas), maka otomatis saya dibawa ke hasil pencarian dari Google.co.id. Disini Google.co.id sepertinya mengutamakan hasil pencarian dari website berbahasa Indonesia. Memang beda hasil pencarian dari Google.com dan Google.co.id? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya cukup jengah dengan keputusan Google yang memilah &#8211; milah hasil pencariannya berdasarkan lokasi IP anda. Jika saya mencari dengan fasilitas search Google di Firefox (pojok kanan atas), maka otomatis saya dibawa ke hasil pencarian dari Google.co.id. Disini Google.co.id sepertinya mengutamakan hasil pencarian dari website berbahasa Indonesia.</p>
<p>Memang beda hasil pencarian dari Google.com dan Google.co.id? <br />Beberapa waktu belakangan yang saya alami IYA. Coba saja cari dengan kata kunci : &#8220;SOAP&#8221;. Di Google.co.id hanya ada sekitar <a target="_blank" href="http://www.google.co.id/search?q=SOAP">68,300,000</a> hasil penelusuran. Tetapi di Google.com ada sekitar <a target="_blank" href="http://www.google.com/search?q=SOAP">68,500,000</a> hasil pencarian. </p>
<p>Bukankah beda 200.000 itu jumlah hasil pencarian yang signifikan?</p>
<p>Kadangkala saya juga menemukan mencari dengan search box di Firefox berbeda hasilnya dengan langsung membuka Google.co.id di browser. Aneh..</p>
<p>Ini yang sering membuat saya jengkel. Ketika akan mencari sebuah informasi lewat Google dengan kata kunci tertentu, Google.co.id malah memberikan hasil pencarian dari tulisan &#8211; tulisan berbahasa Indonesia yang tidak ada hubungannya dengan yang saya cari. </p>
<p>Jika saya mengakses langsung Google.com, tetap saja di redirect ke Google.co.id. Dan search box di Firefox pun defaultnya mengarah ke Google.co.id (saya masih belum tau bagaimana cara mengkustomisasinya).</p>
<p>Tidak ada jalan lain? Untungnya masih ada.. Yaitu dengan menuliskan langsung URL nya yang lengkap. <br />Misal : google.com/search?q=kucing+garong</p>
<p>Tapi repot ya? Ya iyalaah.. Saya pun kerepotan.., harus sering &#8211; sering nulis URL manual seperti itu. Tapi masih ada cara lain yang lebih simpel kok. <b><a target="_blank" href="http://the.sandalian.com">Pakai saja Opera</a> !</b> <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Search Box nya Opera diarahkan ke Google.com. Jadi hasil pencariannya lebih valid (kecuali jika anda memang mencari informasi berbahasa Indonesia).</p>
<p>Sayangnya bagi saya ini masih belum jadi solusi. Karena Opera di <a href="http://okto.silaban.net/2008/04/linux/menyambung-hardy-dari-daryna/">Daryna-Hardy</a> saya ini tidak mau menjalankan Flash, walaupun jelas &#8211; jelas plugin Flash nya telah terinstal. </p>
<p>Inikah yang namanya &#8220;menyelesaikan masalah dengan masalah&#8221;?</p>
<p>NB: Untuk yang main &#8211; main dengan SEO, berarti sekarang nambah satu pertimbangan lagi. Penerapan SEO nya untuk di negara mana? Karena hasil pencarian di Google sekarang belum tentu sama untuk tiap negara. Ditambah lagi isu bahwa Google akan menambah algoritma hasil pencarian berdasarkan behaviour.. Ah, mengapa tidak dibiarkan generic saja ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/04/linux/saya-ingin-mencari-di-googlecom-bukan-googlecoid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layanan Baru dari Google : Google App Engine &#8211; Pesaing Amazon Web Services</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/04/website/layanan-baru-dari-google-google-app-engine-pesaing-amazon-web-services/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/04/website/layanan-baru-dari-google-google-app-engine-pesaing-amazon-web-services/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 07:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[amazon]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[web services]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/04/website/layanan-baru-dari-google-google-app-engine-pesaing-amazon-web-services/</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua blog tentang web di luar negri sejak kemarin memberitakan satu lagi layanan dari Google. Layanan ini bernama Google App Engine. Layanan ini terdiri : GFS &#8211; Google FileSystem untuk storage (penyimpanan), dan BigTable untuk database. (Layanan serupa dengan yang diberikan oleh Amazon Web Services *baca di bawah) Google App Engine ini menyediakan layanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/google.gif" alt="Google App Engine" align="left" />Hampir semua blog tentang web di luar negri sejak kemarin memberitakan satu lagi layanan dari Google. Layanan ini bernama <a href="http://code.google.com/appengine/">Google App Engine</a>. Layanan ini terdiri : GFS &#8211; Google FileSystem untuk storage (penyimpanan), dan BigTable untuk database. (Layanan serupa dengan yang diberikan oleh Amazon Web Services *baca di bawah)</p>
<p>Google App Engine ini menyediakan layanan untuk storage (penyimpanan) dan database. Jadi anda bisa menghost data untuk aplikasi web anda (misal : gambar) disini, dan menggunakan database dari layanan ini juga. Dengan begitu anda tidak perlu khawatir akan borosnya pemakaian resource hosting anda karena aplikasi web anda. Karena seringkali hosting menyediakan bandwith unlimited, space sampe ukuran giga &#8211; gigaan, unlimited add on domain, dst, tetapi sangat ketat untuk pemakaian resource server.</p>
<p>TechCrunch telah membuat contoh aplikasi sederhana yang dibuat dengan Google App Engine ini, bisa dikunjungi di <a href="http://appengine.crunchbase.com/">http://appengine.crunchbase.com/</a></p>
<p>Salah satu kelebihan *yang sangat penting* dari Google App Engine ini adalah layanan ini disediakan secara gratis. Walaupun tidak gratis untuk penggunaan tak terbatas (unlimited). Layanan ini gratis selama penggunaan quota space anda dibawah 500MB, 200 million megacycles/day dari CPU (prosesor), dan 10GB dari total bandwith. Lebih dari ini akan dikenakan biaya yang menurut Google &#8220;cukup kompetitif&#8221;.</p>
<p>Sebagai perkiraan, menurut Google dengan batasan layanan di atas, sudah cukup untuk sebuah website dengan 5 juta pageviews sebulan. Wow.. saya rasa itu sudah cukup untuk sebagian besar developer web aplikasi di Indonesia. *karena sepertinya di Indonesia yang punya trafik lebih besar dari itu hanya portal berita atau forum, tidak untuk web application (aplikasi web), CMIIW deh.<span id="more-377"></span></p>
<p>Fitur lainnya adalah, jika aplikasi web anda membutuhkan autentifikasi user, anda bisa memanfaatkan Account Google sebagai autentifikasi user. Selain itu layanan ini juga terintegrasi dengan berbagai layanan lainnya dari Google.</p>
<p>Tetapi ini bukan berarti tanpa kekurangan. Dengan Google App Engine, anda bisa mendapatkan seluruh layanan dalam satu paket, atau tidak sama sekali. Artinya, dengan layanan ini anda bisa mendapatkan seluruh paket itu secara keseluruhan, tetapi tidak bisa memanfaatkannya satu &#8211; satu. Jika anda membuat aplikasi dengan database BigTable, maka anda membutuhkan Framework API Python dari Google App Engine, dan penyimpanan dengan GFS. Berbeda dengan AWS yang bisa digunakan masing &#8211; masing secara terpisah.</p>
<p>Selain itu, sementara ini  Framework yang disupport hanyalah Python (bahasa program yang digunakan di sebagian besar web Google). Walaupun Google sendiri berjanji, untuk ke depannya akan lebih banyak lagi bahasa program yang disupport. (saya harap sih PHP berikutnya <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Sebelum ini sudah ada produk serupa, salah satu yang paling terkenal adalah layanan dari Amazon, yaitu  <a href="http://aws.amazon.com">Amazon Web Services (AWS)</a>. AWS ini terdiri dari tiga produk terpisah : <a href="http://aws.amazon.com/s3">S3 (storage / penyimpanan data),</a> EC2 (virtual server), dan SimpleDB (database). Dan ini merupakan layanan berbayar.</p>
<p>Dengan menggunakan fasilitas dari AWS ini, anda membayar untuk masing &#8211; masing layanan sesuai dengan resource yang digunakan.</p>
<p>Link terkait :</p>
<p><a href="http://blog.programmableweb.com/2008/04/08/google-app-engine-your-apps-in-the-cloud/">Berita di ProgrammableWeb.com</a></p>
<p><a href="http://www.techcrunch.com/2008/04/08/techcrunch-labs-our-experience-building-and-launching-app-on-google-app-engine/">Berita di TechCrunch.com</a><br />
<a href="http://www.readwriteweb.com/archives/google_app_engine_history_or_monopoly.php"><br />
Berita di ReadWriteWeb.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/04/website/layanan-baru-dari-google-google-app-engine-pesaing-amazon-web-services/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buzz.Yahoo.com &#8211; Berganti Format Jadi Digg?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/website/buzzyahoocom-berganti-format-jadi-digg/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/03/website/buzzyahoocom-berganti-format-jadi-digg/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 18:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/website/buzzyahoocom-berganti-format-jadi-digg/</guid>
		<description><![CDATA[Saya cukup kaget waktu lihat postingan di Techcrunch tentang Buzz.Yahoo.com yang persentasenya &#8220;pemasukan&#8221; artikelnya mendekati Digg.com. Hah??! Kok jadi dibandingkan dengan Digg? Soalnya beberapa lalu Buzz.Yahoo.com ini adalah sebuah layanan dari Yahoo! untuk mencari siapa / apa yang sedang populer, seperti tertulis dalam review saya disini (sayang waktu itu tidak ada skrinsutnya). Bahkan saya sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya cukup kaget waktu lihat postingan di Techcrunch tentang Buzz.Yahoo.com yang persentasenya &#8220;pemasukan&#8221; artikelnya mendekati Digg.com. Hah??! Kok jadi dibandingkan dengan Digg?</p>
<p>Soalnya beberapa lalu Buzz.Yahoo.com ini adalah sebuah layanan dari Yahoo! untuk mencari siapa /  apa yang sedang populer, seperti tertulis dalam review saya <a href="http://okto.silaban.net/2008/02/website/buzzyahoocom-mencari-siapa-yang-paling-populer-di-yahoo/">disini</a> (sayang waktu itu tidak ada skrinsutnya). Bahkan saya sempat lihat waktu itu di urutan 20 ada Agnes Monica sebagai artis yang kenaikan kepopulerannya paling signifikan di Yahoo dalam satu hari.</p>
<p>Apakah memang Buzz Yahoo! yang berganti format? Salut.. Begitu cepatnya mereka bertransformasi. Dan berani head to head dengan Digg.com.</p>
<p>Saya sering dengan bisnis me-too itu sangat susah untuk berhasil. Contoh yang berhasil sih ada, seperi Google mengalahkan Yahoo! dalam brand search engine. Tetapi waktu itu kasusnya perusahaan baru &#8220;melawan&#8221; perusahaan yang sudah menjadi portal nomor 1 di dunia. Lah kalo ini kan Yahoo! melawan pemain baru di lini bisnisnya pemain baru itu. Kebalik..</p>
<p>Ahh.., dunia online ini memang luar biasa, cepat sekali berubah dan berkembang. Ayo teman &#8211; teman.., gak ada yang ikutan bersaing dari Indonesia? *sendirinya juga gak ikutan.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/03/website/buzzyahoocom-berganti-format-jadi-digg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

