<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; framework</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/framework/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Kohana &#8211; Framework PHP CodeIgniter Versi Komunitas</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/02/linux/kohana-versi-komunitas-framework-php-codeigniter/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/02/linux/kohana-versi-komunitas-framework-php-codeigniter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 22:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cms]]></category>
		<category><![CDATA[codeigniter]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/02/linux/kohana-versi-komunitas-framework-php-codeigniter/</guid>
		<description><![CDATA[Saya hampir satu bulan ini bergelut dengan Framework PHP yang bernama CodeIgniter untuk melakukan recoding sebuah situs. Saya pilih CI (kependekan dari CodeIgniter), karena dokumentasinya yang tertata dengan baik. Bahkan kalau anda &#8220;lihai&#8221; mencari, anda bisa dengan mudah mendapatkan e-book-nya. Tetapi dokumentasi bawaan hasil download dari CI sendiri sudah lengkap kok sebenarnya. Tapi ada sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/02/kohana.jpg" title="Kohana PHP"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/02/kohana.jpg" alt="Kohana PHP" align="left" /></a>Saya hampir satu bulan ini bergelut dengan<a href="http://okto.silaban.net/2008/02/website/menggunakan-cms-atau-framework/"> Framework PHP</a> yang bernama <a href="http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/">CodeIgniter</a> untuk melakukan recoding sebuah situs. Saya pilih <strong>CI</strong> (kependekan dari CodeIgniter), karena dokumentasinya yang tertata dengan baik. Bahkan kalau anda &#8220;lihai&#8221; mencari, anda bisa dengan mudah mendapatkan e-book-nya. Tetapi dokumentasi bawaan hasil download dari CI sendiri sudah lengkap kok sebenarnya.</p>
<p>Tapi ada sedikit hal yang agak menggangu saya, CI ini bukanlah dikembangkan oleh komunitas, tetapi oleh  sebuah perusahaan (vendor), yang bernama <a href="http://ellislab.com/">EllisLab</a>. EllisLab mempunyai produk CMS yang bernama <a href="http://expressionengine.com/">ExpressionEngine</a>. Kabar &#8211; kabarnya sih CI ini berasal dari CMS ExpressionEngine ini. Jadi bukan ExpressionEngine dibangun dengan CI, tetapi justru CI adalah hasil ekstraksi (atau kompresi?) dari ExpressionEngine.</p>
<p>Nah, saya sendiri merasa kurang nyaman menggunakan produk bebas dari sebuah perusahaan. Saya lebih suka yang bersifat komunitas seperti <a href="http://groups.yahoo.com/group/jogja-linux">Linux</a>. Dan yang seperti itu adalah <a href="http://cakephp.org">CakePHP</a>, sedangkan saya sendiri tidak suka (tidak mampu?) bekerja dengan aturan di CakePHP yang cukup strict (Convention over Configuration).</p>
<p>Lalu apakah tidak ada solusinya? Tentu saja ada..<span id="more-337"></span></p>
<p>Setelah browsing sana &#8211; sini, ternyata ada fork (cabang) pengembangan dari CI. Dan ini dikembangkan oleh komunitas. Kalau di Linux mungkin seperti antara <a href="http://redhat,com">RedHat Enterprise</a> dan <a href="http://www.centos.org/">CentOS</a>.</p>
<p>Framework ini bernama Kohana (<a href="http://KohanaPHP.com">KohanaPHP.com</a>). Salah satu perbedaan signifikan dari Kohana adalah, Kohana hanya bisa berjalan dengan PHP5 (tidak support PHP4). Selain itu ada beberapa fasilitas yang ditambahkan dan diperbaiki oleh komunitas, sesuai banyaknya permintaan dari <a href="http://forum.kohanaphp.com/">komunitas</a>.</p>
<p>Di CI sendiri saya baca di forum, seringkali ada permintaan terhadap suatu fitur tetapi tidak digubris oleh developer CI. Di Kohana kekurangan ini diperbaiki. Tetapi bukan berarti Kohana juga tanpa kekurangan. Untuk urusan dokumentasi, Kohana masih sangat jauh dibanding CI. Tetapi bagi saya pribadi, dokumentasinya masih lebih baik dari CakePHP (no offense.., saya tidak membenci CakePHP kok.., cuma masih belum paham aja).</p>
<p>Satu hal lagi yang saya senang dari Kohana adalah suasana komunitasnya. Jika anda bergabung di channel IRC nya CodeIgniter dan Kohana, mungkin jumlah orang yang online hampir sama, sekitar 30-an orang. Tetapi di channel CI sangat sepi.., seperti tidak ada pembicaraan. Sementara di Kohana anda bisa merasakan suasan seperti jika anda bergabung di channel IRC Ubuntu. (NB : Di channel IRC CakePHP tak pernah kurang dari 130 orang yang online (!), dan semangat komunitasnya lebih mantep lagi, salut untuk CakePHP).</p>
<p>Perbandingan yang bagus antara CodeIgniter dan Kohana bisa dilihat <a href="http://thislab.com/2008/02/23/notes-on-choosing-a-php-framework-a-quick-comparison-of-codeigniter-and-kohana/">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/02/linux/kohana-versi-komunitas-framework-php-codeigniter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CodeIgniter Indonesia</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 10:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[codeigniter]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang sedang ingin belajar, sedang belajar, ataupun sudah ahli dengan CodeIgniter PHP Framework, saat ini sudah ada milisnya untuk lokal indonesia. Milis ini beralamat di codeigniter-id@yahoogroups.com. Kalau mau diakses lewat internet, bisa lewat sini. Info ini saya dapatkan dari Bung Sunaryuda di komentarnya dalam tulisan saya sebelum ini. *berharap developernya OkeZone.com mau bergabung.., [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/02/ci.gif" title="CodeIgniter Indonesia"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/02/ci.gif" alt="CodeIgniter Indonesia" align="left" /></a>Bagi anda yang sedang ingin belajar, sedang belajar, ataupun sudah ahli dengan CodeIgniter PHP Framework, saat ini sudah ada milisnya untuk lokal indonesia. Milis ini beralamat di codeigniter-id@yahoogroups.com. Kalau mau diakses lewat internet, bisa lewat <a href="http://tech.groups.yahoo.com/group/codeigniter-id/">sini</a>.</p>
<p>Info ini saya dapatkan dari <a href="http://www.sinaryuda.web.id/">Bung Sunaryuda</a> di komentarnya dalam tulisan saya sebelum ini.</p>
<p>*berharap developernya <a href="http://OkeZone.com">OkeZone.com</a> mau bergabung.., biar bisa share ilmu nya.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/02/website/codeigniter-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan CMS atau Framework?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/02/website/menggunakan-cms-atau-framework/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/02/website/menggunakan-cms-atau-framework/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 19:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cakephp]]></category>
		<category><![CDATA[cms]]></category>
		<category><![CDATA[codeigniter]]></category>
		<category><![CDATA[drupal]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>
		<category><![CDATA[rubyonrails]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/02/website/menggunakan-cms-atau-framework/</guid>
		<description><![CDATA[Saya termasuk orang yang mengembangkan website tanpa pernah membuatnya dari nol. Maksudnya, saya tidak membuat komponen dari website itu secara manual satu demi satu. Mulai dari arsitektur website, komponen modul, file uploader, user access, image manager, dll. Biasanya semua dilakukan dengan menggunakan CMS yang OpenSource, seperti WordPress dan Drupal (jaman dulu juga termasuk PHPNuke). Biasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya termasuk orang yang mengembangkan website tanpa pernah membuatnya dari nol. Maksudnya, saya tidak membuat komponen dari website itu secara manual satu demi satu. Mulai dari arsitektur website, komponen modul, file uploader, user access, image manager, dll. Biasanya semua dilakukan dengan menggunakan <a href="http://blog.iorme.net/blog/post/tentang_model_view_controller">CMS</a> yang OpenSource, seperti <a href="http://Wordpress.org">WordPress</a> dan <a href="http://Drupal.org">Drupal</a> (jaman dulu juga termasuk PHPNuke). Biasanya memang saya melakukan modifikasi disana &#8211; sini agar website ini bisa bekerja sesuai keinginan. Umumnya akhirnya website tersebut akhirnya bisa berjalan sesuai harapan.</p>
<p>Tetapi kemudian datang masalah seperti berikut ini :</p>
<ol>
<li>Website tersebut membutuhkan galery foto dengan fasilitas slideshow.</li>
<li>Website tersebut membutuhkan katalog produk.</li>
<li>Website tersebut ingin mengimplementasikan fasilitas social network.</li>
<li>Website itu ingin menyediakan fasilitas bagi membernya untuk bisa mengupload file MP3. Dan tiap member nantinya bisa mengatur level akses terhadap file MP3 yang dia upload.</li>
<li>Website tersebut ingin mempunyai form yang terintegrasi untuk arsip wawancara.</li>
<li>dll</li>
</ol>
<p>Jika saya menggunakan CMS seperti Drupal. Mungkin hal ini masih bisa ditangani dengan ketersediaan modulnya yang sangat banyak. Atau jika memang modulnya belum tersedia, kita bisa membuat sendiri. Selain itu jika kurang puas, kita masih bisa melakukan oprek lebih dalam dengan menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Application_programming_interface">API</a> yang disediakan Drupal. Dengan tujuan agar website ini sesuai dengan apa yang kita inginkan.</p>
<p>Tetapi, hal ini bisa jadi merupakan masalah baru. Tentunya kadangkala hal ini bisa menjadi solusi untuk satu masalah tetapi bukan tidak jarang malah menimbulkan masalah baru. Beberapa skenario yang sering terjadi :<span id="more-327"></span></p>
<ol>
<li>Modul untuk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_konten">CMS</a> tersedia. Tetapi ada bagian yang tidak sesuai, bahkan mungkin ada bagian yang akhirnya malah terasa mengganggu. Misal modul e-commerce dari Drupal menyediakan begitu banyak fasilitas yang pada kenyataannya tidak saya butuhkan. Sedangkan untuk beberapa bagian justru masih belum sesuai harapan. Dan untuk bisa merubah modul ini, kita harus memahami hampir kesuluruhan struktur modul ini. Ditambah pengetahuan tentang API dari Drupal.</li>
<li>Terlalu banyak pilihan modul. Misal modul untuk upload gambar di Drupal. Secara default tidak ada. Kita masih bisa menginstal modul tambahan, sehingga nantinya <a href="http://drupal.org/project/imagepicker">upload gambar di Drupal akan semudah di WordPress</a>. Tetapi ketika sampai di tahap theming, saya menyadari bahwa field untuk gambar hasil upload modul tersebut tidak bisa diakse langsung. Berbeda dengan image yang diupload menggunakan bantuan module <a href="http://drupal.org/project/imagefield">Image Field (CCK)</a>.</li>
<li>Dengan <a href="http://api.drupal.org">API</a> yang disediakan, kadangkala kita masih membutuhkan pengetahuan tentang API lain. Dan pada akhirnya mau tidak mau saya harus mempelajari banyak API, hanya untuk mengetahui bagian mana dari API ini yang tepat untuk solusi masalah saya.</li>
<li>Salah satu hal yang paling sulit adalah merubah alur kerja dari website ini. Misal jika user ingin register, tidaklah langsung ditampilkan ke halaman register, tetapi harus melalui satu halaman polling terlebih dahulu. Untuk bisa mengimplementasikan ini, secara tidak langsung kita harus tahu alur kerja (workflow) dari CMS yang kita gunakan.</li>
<li>Butuh field yang custom untuk tiap post (tidak hanya field TITLE dan POST saja). Secara default WordPress menyediakan fasilitas Custom Fields, tetapi penggunaannya masih belum senyaman CCK di Drupal. Untuk itu harus dibuat modul sendiri.</li>
<li>dll</li>
</ol>
<p>Jika memang akhirnya saya ingin menjadi <a href="http://lullabot.com">ahli dari CMS</a> tersebut, saya rasa tidak masalah untuk mengikuti solusi yang saya berikan di atas. Tetapi jika saya hanya ingin menggunakan CMS ini sebagai bantuan, sepertinya effort nya terlalu besar.</p>
<p>Bahkan tidak jarang saya merasa, ketika mempelajari semua API, hook, templating, konvensi, dll dari suatu CMS, effortnya mungkin sama besarnya dengan jika saya membangun website tersebut dari nol.</p>
<p>Jadi apakah akhirnya membuat CMS dari nol?</p>
<p>Tidak. Bagi saya tetap tidak. Karena ada beberapa kemudahan di CMS yang tidak saya dapatkan jika saya harus membangun dari nol. Saya harus membangun kerangka / arsitektur dari website tersebut. Dan cukup banyak pula waktu yang tersita untuk membangunnya.</p>
<p>Jadi apa solusinya?</p>
<p>Framework. Bagi saya solusi di tengah &#8211; tengahnya adalah framework. Framework menjadi solusi yang tepat jika saya ingin mengembangkan website yang berbasis konten, tetapi dengan beberapa fasilitas yang tidak umum (seperti kasus di atas tadi). Dengan framework yang tepat, saya bisa membuat API saya sendiri, tetap mendapatkan fasilitas templating secara default, fasilitas layering untuk database, dan salah satu yang paling saya sukai adalah fasilitas URL Friendly secara default. Saya tidak tahu apakah semua framework menyediakan fasilitas tersebut, tetapi yang jelas Framework yang saya pakai (CodeIgniter) menggunakannya.</p>
<p>Pilihan framework yang cukup terkenal :</p>
<ol>
<li><a href="http://www.pradosoft.com/">Prado</a> &#8211; PHP (contoh : <a href="http://www.ui.edu">website Univertias Indonesia</a>) : Kalau tidak salah ini seperti menjadi ASP.Net pada PHP</li>
<li><a href="http://CodeIgniter.com">CodeIgniter</a> &#8211;  PHP(contoh : <a href="http://OkeZone.com">OkeZone.com</a>), Jujur saja, saya tahu CodeIgniter dari situs OkeZone ini, dan sampai saat ini paling nyaman menggunakan ini, karena framework ini terdokumentasi dengan baik.</li>
<li><a href="http://www.rubyonrails.org/">Ruby On Rails</a> &#8211; Ruby (contoh : <a href="http://SharingFoto.com">SharingFoto.com</a>) : Situs ini diklaim sebagai web aplikasi pertama di Indonesia yang menggunakan Ruby On Rails.</li>
<li><a href="http://CakePHP.org">CakePHP</a> &#8211; PHP (contoh : <a href="http://OwnCafe.com">OwnCafe.com</a>) : Salah seorang yang sangat aktif dalam edukasi CakePHP di Indonesia adalah <a href="http://azzam.wordpress.com/">Sunu Wibirama</a> (alumni Teknik Elektro UGM). Situs lokal cake-php bisa dilihat di <a href="http://idcake.web.id">idcake.web.id</a></li>
<li><a href="http://www.symfony-project.org/">Symfony</a> (PHP), <a href="http://www.djangoproject.com/">Django</a> (Python), dll</li>
</ol>
<p>Saya sendiri masih penasaran dan menantikan Mambo CMS versi 5.0 yang akan menggunakan CakePHP sebagai basisnya. Dengan kondisi seperti itu, maka level kustomisasi bisa dilakukan dari tingkat yang paling dasar (langsung menggunakan framework),di lapis tengah (modul), maupun lapis akhir (theming).</p>
<p>Jika ada yang tertarik dengan framework &#8211; framework di atas, jangan lupa pahami satu istilah ini : <a href="http://www.id-joomla.com/content/view/182/41/">MVC (Model View Controller)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/02/website/menggunakan-cms-atau-framework/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Java, Jakarta, Gamelan, sekarang Jambi</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/java-jakarta-gamelan-sekarang-jambi/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/java-jakarta-gamelan-sekarang-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 13:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[java]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/12/linux/java-jakarta-gamelan-sekarang-jambi/</guid>
		<description><![CDATA[Java, saya gak tahu di dunia kata ini lebih dikenal sebagai bahasa program atau sebagai salah satu pulau di Indonesia. Kemudian, mereka yang bergelut dengan Java, biasanya juga tahu atau paling tidak pernah membaca tentang Apache Jakarta Project. Kalau tidak salah (saya juga gak gitu tahu) ini adalah salah satu komponen buat Tomcat server (Java [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Java.sun.com">Java</a></strong>, saya gak tahu di dunia kata ini lebih dikenal sebagai bahasa program atau sebagai salah satu pulau di Indonesia. Kemudian, mereka yang bergelut dengan Java, biasanya juga tahu atau paling tidak pernah membaca tentang <a href="http://jakarta.apache.org">Apache <strong>Jakarta</strong> Project</a>. Kalau tidak salah (saya juga gak gitu tahu) ini adalah salah satu komponen buat Tomcat server (Java Server Pages &#8211; JSP).</p>
<p>Kemudian, masih berhubungan dengan Java, saya juga pernah tahu yang namanya <strong>Gamelan</strong>. Salah satu proyek dokumentasi seputar Java.</p>
<p>Dan sekarang (sebenarnya sudah agak lama sih), Trolltech mengeluarkan produknya <a href="http://trolltech.com/campaign/jambi-review">Qt-<strong>Jambi</strong></a>. Trolltech ini adalah perusahaan yang membuat Qt. Kalau anda tidak tahu Qt, Qt ini adalah Framework yang digunakan untuk membuat desktop KDE dan sebagian besar program yang berjalan di KDE.</p>
<p>Hmm&#8230;, kalau perusahaan &#8211; perusahaan besar dunia di bidang IT menamakan produknya dengan kata &#8211; kata yang umum di Indonesia. Bagaimana dengan perusahaan / organisasi IT di Indonesia?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/java-jakarta-gamelan-sekarang-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

