<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; detikcom</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/detikcom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Hoax, Geram Sangat</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/10/website/hoax-geram-sangat/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/10/website/hoax-geram-sangat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 19:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/10/website/hoax-geram-sangat/</guid>
		<description><![CDATA[Gara &#8211; gara ada yang posting berita ngawur di sebuah milis, Detik.com pun mengeluarkan pernyataan klarifikasi. Salah satu potongan kalimatnya : &#8220;Seperti berita palsu mengenai BCA ini, hingga Kiamat pun, tentu Anda tidak akan menemukannya di indeks berita detikfinance tanggal 5 Oktober 2008.&#8221; Wow..! Gak nyangka kalimat nya seperti itu. Geram sekali sepertinya. Btw, ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gara &#8211; gara ada yang posting berita ngawur di sebuah milis, Detik.com pun mengeluarkan pernyataan <a href="http://suratbuncit.detik.com/read/2008/10/08/075718/1016832/238/waspadai-berita-palsu-yang-mencatut-detikcom!">klarifikasi</a>. Salah satu potongan kalimatnya :</p>
<p>&#8220;<em>Seperti berita palsu mengenai BCA ini, <strong>hingga Kiamat pun</strong>, tentu Anda tidak akan menemukannya di indeks berita detikfinance tanggal 5 Oktober 2008</em>.&#8221;</p>
<p>Wow..! Gak nyangka kalimat nya seperti itu. Geram sekali sepertinya. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw, ini memang jadi masalah yang bisa dibilang konyol tapi krusial juga di negri kita ini. Dari berbagai milis yang saya ikuti, masih sering saya dapat email &#8211; email HOAX yang sudah basi (sudah beredar sejak lebih dari 3 tahun lalu). Tapi anehnya masih saja banyak orang yang percaya. Baik itu tentang isu obat &#8211; obatan, politik, agama, makanan, minuman, kesehatan, bantuan sosial, sampai isu &#8211; isu sederhana seperti peringatan akan sebuah kebiasaan kita sehari &#8211; hari.</p>
<p>Banyak email yang saya terima di milis yang saya ikuti itu justru diforward oleh orang &#8211; orang yang notabene sudah berpendidikan tinggi (sebagian ada yang sedang kuliah / lulus dari universitas terkenal di luar negri sana).</p>
<p>Sepertinya budaya online di Indonesia harus sedikit diubah. Membaca artikel di internet (terutama forward-an yang gak jelas asal &#8211; usulnya), saya rasa harus dengan sikap skeptik. Bisa kacau kita kalau percaya begitu saja apa yang kita baca di internet.</p>
<p>Detik.com mengambil langkah bagus dengan segera memberi klarifikasi terhadap Hoax seperti itu. Sayangnya banyak perusahaan besar di Indonesia (maupun perusahaan PMA), yang tidak perduli dengan Hoax tersebut. Jadi para anggota milis pun percaya saja dengan tulisan tersebut, karena mereka tidak melihat ada sanggahan dari objek pembicaraan.</p>
<p>Lalu apa yang bisa dilakukan? Saya pribadi masih bingung. Tapi saya membiasakan diri untuk segera membalas email yang nyata &#8211; nyata hoax. Saya coba beri pengertian kalau email yang dikirim itu adalah Hoax (kalau bisa disertai link penguat), setelah itu saya minta si pengirimnya mengirim kembali ke semua orang yang sudah dia forwardkan email tersebut.</p>
<p>Berhasil? Entahlah.. Saya rasa si pem-forward pun malas mengirimkannya kembali. Karena itu sama saja mengakui ke seluruh orang yang dia kirimi sebelumnya, bahwa dia telah memforward informasi yang tidak benar.</p>
<p>Good job Detik.com..!</p>
<p>NB: Masalah selanjutnya, ketika kita menginformasikan bahwa sebuah forward-an itu adalah Hoax, biasanya ada saja anggota milis yang lalu mengirim balasan : &#8220;HOAX itu apa?&#8221;. Hmm&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/10/website/hoax-geram-sangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Detikcom, Kompas, 12 Tab Firefox dan Prosesor</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/07/website/detikcom-kompas-12-tab-firefox-dan-prosesor/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/07/website/detikcom-kompas-12-tab-firefox-dan-prosesor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 21:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[firefox]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/07/website/detikcom-kompas-12-tab-firefox-dan-prosesor/</guid>
		<description><![CDATA[Persamaan Detikcom dan Kompas : sama &#8211; sama portal berita besar, sama &#8211; sama sudah mengganti wajah, sama &#8211; sama punya banyak iklan, sama &#8211; sama terus memperbaiki kualitas. Baguslah.. Keep the good work..! Tapi, masih ada satu lagi nih persamaannya : iklannya banyak yang dalam bentuk animasi flash. Nah.. ternyata inilah yang membuat Firefox [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persamaan <a href="http://budiono.blogdetik.com/2008/07/08/10-tahun-detikcom-hijau-biru-dan-kuning/">Detikcom</a> dan Kompas : sama &#8211; sama portal berita besar, sama &#8211; sama sudah mengganti wajah, sama &#8211; sama punya banyak iklan, <a href="http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/saling-balas-pantun-statistik-detikcom-dan-kompascom/">sama &#8211; sama terus memperbaiki kualitas</a>. Baguslah.. Keep the good work..!</p>
<p>Tapi, masih ada satu lagi nih persamaannya : iklannya banyak yang dalam bentuk animasi flash. Nah.. ternyata inilah yang membuat Firefox saya seringkali hang. Karena iklan dalam bentuk animasi flash yang banyak itu menyedot prosesor di notbuk saya. Memang sih, prosesor saya cuma Core Duo 1,66 Ghz dengan RAM 1 GB.</p>
<p>Load prosesor kalau membuka Detik &amp; blog ini (2 tab di Firefox) :</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/detik-proc.jpg" title="Detik Proc"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/detik-proc.jpg" alt="Detik Proc" /></a></p>
<p>Load kalau buka Kompas &amp; blog ini (2 tab di Firefox);</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/kompas-proc.jpg" title="Kompas Proc"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/kompas-proc.jpg" alt="Kompas Proc" /></a></p>
<p>Dan ini load prosesor notbuk saya sewaktu buka 12 situs dalam 12 tab Firefox, dan salah satu diantaranya sedang memutar video YouTube :</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/12tab.jpg" title="12 Tab"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/12tab.jpg" alt="12 Tab" /></a></p>
<p>Hmm.. sepertinya memang saya yang harus upgrade prosesor nih, biar bisa baca berita &#8211; berita Indonesia terupdate.</p>
<p>Btw, Detik menghilangkan iklannya yang dalam bentuk frame atas bawah itu. Nice.. bagus sekali, soalnya memang kurang sedap dilihat. Salut buat Detik.. Tapi kok Kompas sekarang malah pasang banner model gitu ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/07/website/detikcom-kompas-12-tab-firefox-dan-prosesor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Detikcom Ganti Wajah</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/07/website/detikcom-ganti-wajah/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/07/website/detikcom-ganti-wajah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 22:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/07/website/detikcom-ganti-wajah/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya.. setelah OkeZone, dan Kompas, Detik.com mengganti wajah juga&#8230; Dan seperti didengungkan sebelumnya, ciri khas Detikcom nya tidak hilang. Ciri khasnya : Iklannya buuanyaak.. he..he.. Tapi tetep deh, salut buat tim Detikcom. Sedikit pembuka dari Om Donny BU.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya.. setelah OkeZone, dan Kompas, Detik.com mengganti wajah juga&#8230;</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/detik-new.jpg" title="Detik Wajah Baru"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2008/07/detik-new.jpg" alt="Detik Wajah Baru" /></a></p>
<p>Dan seperti didengungkan sebelumnya, ciri khas Detikcom nya tidak hilang. Ciri khasnya : Iklannya buuanyaak.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  he..he..</p>
<p>Tapi tetep deh, salut buat tim Detikcom.</p>
<p><a href="http://donnybu.blogdetik.com/2008/07/09/detikcom-reborn/">Sedikit pembuka dari Om Donny BU</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/07/website/detikcom-ganti-wajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Restu Detikcom untuk Media Online Baru</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/07/website/restu-detikcom-untuk-media-online-baru/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/07/website/restu-detikcom-untuk-media-online-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 16:12:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/07/website/restu-detikcom-untuk-media-online-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak media online baru bermunculan. Ada yang melakukan re-brand, ada yang benar &#8211; benar baru, dan ada juga yang baru akan muncul. (Ada juga lho yang kabarnya bermasalah sebelum launching, karena masalah seputar aliran dana, hi.. hii.. hi..) . Oh iya, kabar &#8211; kabarnya Telkom pun mau masuk ke bisnis seputar ini. Lalu bagaimana tanggapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak media online baru bermunculan. Ada yang melakukan re-brand, ada yang benar &#8211; benar baru, dan ada juga yang baru akan muncul. (Ada juga lho yang kabarnya bermasalah sebelum launching, karena masalah seputar aliran dana, hi.. hii.. hi..) . Oh iya, kabar &#8211; kabarnya Telkom pun mau masuk ke bisnis seputar ini.</p>
<p>Lalu bagaimana tanggapan dari Detikcom (sebagai media online nomor satu di negri ini)? <a href="http://budiono.blogdetik.com/">Pak Budiono Darsono</a> (Pimred Detikcom) pun memberikan tanggapan. Simak tanggapan beliau <a href="http://budiono.blogdetik.com/2008/07/01/hayo-rame-rame-bikin-media-online">diblognya</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/07/website/restu-detikcom-untuk-media-online-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susahnya Web 2.0 di Indonesia</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/susahnya-web-20-di-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/susahnya-web-20-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 18:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[Fupei.com]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/susahnya-web-20-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Adakah web 2.0 buatan anak negri ini yang sukses mendulang Rupiah? Cobalah tengok kisah Fupei.com yang begitu sulitnya berjuang untuk bisa berhasil seperti MySpace, Friendster atau Facebook di Amerika sana. Wawancara dengan GATRA Koran Tempo (sayang saya tidak punya account, jadi tidak bisa mengakses tulisannya) Pikiran Rakyat Bandingkan dengan Detikcom, Bisnis.com, Kompas.com, PortalHR.com dll yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Adakah web 2.0 buatan anak negri ini yang sukses mendulang Rupiah?</strong></p>
<p>Cobalah tengok kisah <a href="http://Fupei.com">Fupei.com</a> yang begitu sulitnya berjuang untuk bisa berhasil seperti MySpace, Friendster atau Facebook di Amerika sana.</p>
<ul>
<li><a href="http://www.gatra.com/2008-06-28/artikel.php?id=115643">Wawancara dengan GATRA</a></li>
<li><a href="http://www.korantempo.com">Koran Tempo</a> (sayang saya tidak punya account, jadi tidak bisa mengakses tulisannya)</li>
<li><a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=10110">Pikiran Rakyat</a></li>
</ul>
<p>Bandingkan dengan Detikcom, Bisnis.com, Kompas.com, PortalHR.com dll yang bisa sukses mendulang Rupiah di jagad maya. Ya mungkin karena memang mereka punya kekuatan yang luar biasa : trafik yang sangat tinggi, atau target audience yang jelas (dan berkelas). Sepertinya situs model portal seperti inilah yang lebih menghasilkan, kalau istilah saya, ini bisnis online yang <a href="http://www.virtual.co.id/blog/virtual-corner/seminar-online-strategy-pertama/">model korporat</a>.</p>
<p>Saya jadi ingat salah satu omongan dosen saya : <em>Indonesia ini kadang &#8211; kadang terlalu cepat mengadaptasi suatu perkembangan di luar negri. Padahal seringkali Indonesia ini belum membutuhkannya, atau belum siap terhadap apa yang mau diadaptasi</em>.</p>
<p>Dia mencontohkan Nokia Communicator yang banyak dimiliki oleh anak &#8211; anak muda, yang bahkan cara mensetting GPRS di perangkat mobile nya pun tidak tahu. Rame &#8211; rame beli HP dengan fasilitas Video Call, padahal tiap isi pulsa cuma 25ribu.</p>
<p>Lalu begitu semangatnya orang &#8211; orang datang ke pameran komputer, untuk membeli komputer dengan spesifikasi setara untuk komputer designer animasi 3D di luar negri sana. Padahal komputer itu hanya digunakan untuk <strike>mengcopy &amp; edit &#8211; edit dikit</strike> membuat laporan kuliah, menonton film <strike>bajakan</strike>, mendengarkan mp3 <strike>yang juga bajakan</strike>, dan sisanya main game <strike>pastinya juga bajakan</strike>.</p>
<p>Apakah ini juga yang terjadi dengan web 2.0 di Indonesia? Apakah memang belum saatnya web 2.0 di Indonesia berkembang (dan mendulang Rupiah)? Tak heran kalau banyak web developer lebih tertarik dengan program Affiliate Marketing, Pay per Post, Google AdSense, jual beli link, dsb.. Karena usaha dan modal yang dikeluarkan tidak sebesar jika kita membangun layanan web 2.0 sendiri, tetapi hasilnya sama, atau bahkan lebih besar.</p>
<p>Saya cukup miris membaca betapa rendahnya tawaran investor lokal atas website yang dikembangkan oleh <a href="http://fupei.com/blog/webmaster/">Sanny Gaddafi</a> (Sagad) (27), Melinda Yumin (23), dan Bahder Johan ini.</p>
<p>Entahlah, saya tidak mengerti dunia perbisnisan korporat, saya cuma punya pengalaman 14 tahun mengurusi pembeli di toko keluarga kami. Jadi tidak sebanding ilmunya. Apakah memang begitu kecil nilai bisnis yang ada pada dunia web 2.0 Indonesia? Ataukah ini hanya kasuistik (pada Fupei) saja?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/susahnya-web-20-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat Trafik Semua Situs di Statbrain.com</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/melihat-trafik-semua-situs-di-statbraincom/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/melihat-trafik-semua-situs-di-statbraincom/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 18:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/melihat-trafik-semua-situs-di-statbraincom/</guid>
		<description><![CDATA[Sampai saat ini cukup sulit menemukan layanan gratis yang menyediakan data trafik kunjungan suatu situs, yang bisa diakses secara umum. Memang ada Alexa, ataupun Compete, tetapi ini cuma untuk website yang trafiknya cukup besar. Tetapi beruntung, tanpa sengaja saya menemukan situs lain lagi yang menyediakan layanan data trafik suatu situs, yaitu Statbrain.com. Sebagai perbandingan, trafik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sampai saat ini cukup sulit menemukan layanan gratis yang menyediakan data trafik kunjungan suatu situs, yang bisa diakses secara umum. Memang ada <a href="http://Alexa.com">Alexa</a>, ataupun <a href="http://Compete.com">Compete</a>, tetapi ini cuma untuk website yang trafiknya cukup besar. Tetapi beruntung, tanpa sengaja saya menemukan situs lain lagi yang menyediakan layanan data trafik suatu situs, yaitu <a href="http://Statbrain.com">Statbrain.com</a>.</p>
<p>Sebagai perbandingan, trafik Detikcom, Kompas.com, dan OkeZone jika dibandingkan di Alexa, hasilnya bisa <a href="http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/pageviews-kompascom-mengalahkan-detikcom/">dilihat disini</a>. (ada ulasannya juga)</p>
<p>Sementara itu dari Statbrain hasilnya :</p>
<ul>
<li>Detikcom :   <strong>2,270,139</strong> visits per day <strong>! </strong>(edan&#8230;)</li>
<li>Kompas.com :  505,650 visits per day</li>
<li>OkeZone.com :  340,218 visits per day</li>
<li>Kaskus.us :  <strong>2,281,183 </strong>visits per day (ternyataDetikcom kalah ya?)</li>
</ul>
<p>Tapi saya cukup kaget waktu melihat ini :</p>
<ul>
<li> Planet.Terasi.Net :  2,209 visits per day<span id="more-405"></span></li>
</ul>
<p>Menurut anda apa memang Planet Terasi &#8220;cuma&#8221; segitu trafiknya? Apa karena kebanyakan yang baca Planet Terasi udah pada melek IT, jadi pada baca lewat RSS Reader ya?</p>
<p>Satu hal lagi yang cukup mengejutkan, perbandingan trafik Yahoo dan Google :</p>
<ul>
<li>Yahoo.com :  111,499,022 visits per day</li>
<li>Google.com :  91,201,253 visits per day</li>
</ul>
<p>Kira &#8211; kira kenapa ya?</p>
<p>Oh iya, berbeda dengan Alexa dan Compete, Statbrain mampu membedakan trafik dari subdomain. Ini fitur yang penting bagi saya pribadi. Karena biasanya (di Alexa dan Compete), ketika saya melihat data trafik blog saya ini (okto.silaban.net), yang keluar justru data domain induknya (<a href="http://Silaban.Net">Silaban.Net</a>), yang notabene trafiknya memang lumayan tinggi (sekitar 24ribu <strong>unique visitors</strong> / month).</p>
<p>Walaupun tampilannya sangat sederhana, Statbrain tidak minta banyak permintaan. Web yang hanya punya trafik dibawah 100 orang per hari pun masih bisa kita lacak. Kalau di Alexa sih udah gak bakalan masuk hitungan.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalo data ini valid, seru juga kayaknya. Biaya research untuk trafik web kompetitor bisa ditekan <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/melihat-trafik-semua-situs-di-statbraincom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompas.com, OkeZone.com, TabloidPCPlus.com &#8211; Satu Motherboard !</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/kompascom-okezonecom-tabloidpcpluscom-satu-motherboard/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/kompascom-okezonecom-tabloidpcpluscom-satu-motherboard/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 10:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[codeigniter]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/kompascom-okezonecom-tabloidpcpluscom-satu-motherboard/</guid>
		<description><![CDATA[Saya dulu sempat bingung ketika hendak memilih Framework PHP MVC untuk bercoding ria. Memang secara prinsip Framework, CMS, CMF, dst itu hanyalah tool.. Untuk apa tool canggih tapi webnya tidak menghasilkan?. Tapi saya percaya dengan pemilihan teknologi yang tepat, sebuah website bisa berkembang lebih baik. Kemungkinannya untuk dikembangkan akan semakin besar, tetapi tetap dengan cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dulu sempat bingung ketika hendak memilih Framework PHP MVC untuk bercoding ria. Memang secara prinsip Framework, CMS, CMF, dst itu hanyalah tool.. Untuk apa tool canggih tapi webnya tidak menghasilkan?. Tapi saya percaya dengan pemilihan teknologi yang tepat, sebuah website bisa berkembang lebih baik. Kemungkinannya untuk dikembangkan akan semakin besar, tetapi tetap dengan cara yang cantik. Tidak dengan membongkar ulang core programnya.</p>
<p>Saya akhirnya mendengar kabar bahwa OkeZone telah beralih dari Joomla ke pengembangan sendiri, dengan menggunakan Framework PHP CodeIgniter. Ahh.. ternyata sudah ada contoh nyata <strong>di Indonesia</strong> website besar yang menggunakan framework ini. (Saya sering dengar tentang CakePHP dan Symfony, tapi tidak dengan contoh nyatanya <strong>di Indonesia</strong>). *Detikcom pakai Framework Fusebox kalau tidak salah. Hanya karena alasan sederhana itulah saya akhirnya memilih CodeIgniter sebagai framework pilihan saya.</p>
<p>Ingat waktu Kompas.com masih berstatus BETA? Waktu itu saya lihat di urlnya kalau tidak salah masih berakhiran *.cfm (ColdFusion berarti ya?). Dan ntah sejak kapan, Kompas.com sudah melepas status BETA nya. Dan bersamaan dengan itu, saya merasa ada yang berbeda dengan situsnya (dari sisi URL). Memang sih sudah pake Clean URL itu biasa. Tapi sepertinya ada yang lebih. Dan ternyata benar, Kompas.com pun ternyata menggunakan CodeIgniter. Wueh.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>EllisLab (pembuat CodeIgniter) harusnya tahu kabar ini.. Bagaimana tidak, dua dari tiga portal berita besar di Indonesia menggunakan Framework mereka sebagai kerangka. Oh iya, Tabloid PC Plus juga pakai CI.. Seperti di sebuah PC, prosesor, RAM, VGA, dll boleh beda. Tetapi motherboardnya tetap sama.</p>
<p>*Promosi CI mode : ON</p>
<p>Jadi baguskah performa CodeIgniter? Mari kita lihat..  Hi.. hi.. hi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/kompascom-okezonecom-tabloidpcpluscom-satu-motherboard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OkeZone.com &#8211; Cari Personel Lagi</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/06/website/okezonecom-cari-personel-lagi/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/06/website/okezonecom-cari-personel-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 09:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/06/website/okezonecom-cari-personel-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Tak mau kalah dengan Kompas yang &#8220;berlomba&#8221; dengan Detikcom, OkeZone pun terus membenahi diri. Banyak tentunya yang mereka lakukan. Tapi yang jelas dari sisi teknis mereka sudah melakukannya. Keterbukaan para developernya menjadi acungan jempol buat saya . Kompas punya kans besar buat menyalib Detikcom, karena mereka punya sumber daya *tepatnya konten* yang berlimpah. Tetapi OkeZone [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak mau kalah dengan<a href="http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/pageviews-kompascom-mengalahkan-detikcom/"> Kompas yang &#8220;berlomba&#8221; dengan Detikcom</a>, OkeZone pun terus membenahi diri. Banyak tentunya yang mereka lakukan. Tapi yang jelas dari sisi teknis mereka sudah melakukannya. Keterbukaan para developernya menjadi acungan jempol buat saya <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Kompas punya kans besar buat menyalib Detikcom, karena mereka punya sumber daya *tepatnya konten* yang berlimpah. Tetapi OkeZone pun punya sumber daya yang berlimpah juga (mengingat bendera MNC di belakangnya). Dan nilai plusnya lagi, mereka juga punya pengalaman di bidang media elektronik mulai dari radio sampai televisi. Walaupun Kompas (melalui KKG) juga berpengalaman dengan radio2 &amp;TV7  (sekarang Trans7). Tapi jika OkeZone bisa memanfaatkan resource nya dari TPI, GlobalTV, dan RCTI (dimana segmen penontonnya berbeda), maka OkeZone sepertinya sih bisa meramu bagaimana menentukan segmen portal mereka di mata pengunjung.</p>
<p>Bagaimana meramunya? Mbuh.. He..he.. Mikir skripsi aja sekarang..</p>
<p>Oh iya, ini dia lowongan dari OkeZone, silahkan bagi yang berminat : <span id="more-397"></span><br />
Okezone, news portal, unit bisnis dari PT Media Nusantara Citra Tbk (Group Company dari RCTI, TPI, Globaltv, Sindo, Trijaya, Trust, Genie, Mom&amp;Kiddi) , membutuhkan beberapa Staff IT untuk menempati beberapa posisi sebagai berikut :<br />
1. Junior Web Developer ( 4 orang )<br />
1.1. Mahir PHP dan MySQL<br />
1.2. Mengerti dan paham konsep OOP di dalam PHP dan model class-clas<br />
1.3. Mengerti PHP Framework Code Igniter<br />
1.4. Mengerti AJAX, XML<br />
1.5. Pengalaman kerja minimal 1 tahun di bidang yang sama<br />
1.6. Dapat bekerja dalam team<br />
1.7. Dapat bekerja dengan target dan disiplin<br />
1.8. Kualifikasi pribadi: Jujur, tepat waktu, bertanggung jawab &amp; pekerja keras<br />
1.9. Lulusan atau mahasiswa yg mau lulus dari Universitas Termuka.</p>
<p>2. System Analyst ( 2 orang )<br />
2.1. Mahir PHP dan MySQL<br />
2.2. Mahir konsep OOP di dalam PHP dan model class-class<br />
2.3. Mengerti PHP Framework Code Igniter<br />
2.4. Mengerti J2EE, PHYTON<br />
2.5. Mengerti AJAX, XML<br />
2.6. Mengerti konsep web service, RDBMS<br />
2.7. Pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang yang sama.<br />
2.8. Dapat bekerja dalam team<br />
2.9. Dapat bekerja dengan target dan disiplin<br />
2.10. Kualifikasi pribadi: Jujur, tepat waktu, bertanggung jawab &amp; pekerja keras<br />
2.11. Lulusan atau mahasiswa yg mau lulus dari Universitas Termuka.</p>
<p>3. Designer ( 1 orang )<br />
3.1. Mahir dalam Photoshop, Macromedia (Flash, Dreamweaver, Director), serta Editing film<br />
3.2. Mahir dalam CSS &amp; Web Design<br />
3.3. Mempunyai jiwa seni dan pengalaman minimal 1 tahun<br />
3.4. Dapat membuat aplikasi web design maupun design untuk media cetak maupun elektronik<br />
3.5. Mampu bekerja dalam team perangkat lunak<br />
3.6. Dapat bekerja dengan target dan disiplin<br />
3.7. Kualifikasi pribadi: Jujur, tepat waktu, bertanggung jawab &amp; pekerja keras</p>
<p>Tolong kirim CV ke <a href="mailto:shoni.fata@okezone.com">shoni.fata@okezone.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/06/website/okezonecom-cari-personel-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Orang System Analyst untuk Dua Portal Berita Terbesar Indonesia</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/04/website/satu-orang-system-analyst-untuk-dua-portal-berita-terbesar-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/04/website/satu-orang-system-analyst-untuk-dua-portal-berita-terbesar-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 02:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/04/website/satu-orang-system-analyst-untuk-dua-portal-berita-terbesar-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya melihat tulisan Suara Kebon Sirih dari OkeZone.com, di bagian akhir tertulis nama RBS, yang disitu tertulis sebagai System Analyst OkeZone.com, begitu juga di halaman tentang redaksi. Eh.., sebentar.. sebentar.., sepertinya saya pernah membaca nama ini. Dan benar ternyata, di Detikcom RBS juga tercatat sebagai System Analyst mereka.. Dulu sepertinya beliau memulai karir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja saya melihat tulisan Suara Kebon Sirih dari OkeZone.com, di <a target="_blank" href="http://news.okezone.com/SKS/index.php/ReadStory/2008/03/17/61/92351/so-we-dream-of-new-and-better-things">bagian akhir tertulis nama RBS</a>, yang disitu tertulis sebagai System Analyst OkeZone.com, begitu juga di <a target="_blank" href="http://management.okezone.com/redaksi.html">halaman tentang redaksi</a>. Eh.., sebentar.. sebentar.., sepertinya saya pernah membaca nama ini. Dan benar ternyata, di Detikcom <a target="_blank" href="http://www.detik.com/dapur/redaksi.php">RBS juga tercatat</a> sebagai System Analyst mereka.. Dulu sepertinya beliau <a target="_blank" href="http://www.detik.com/suratPI/public/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/11/time/123255/idnews/633377/idkanal/238/">memulai karir sebagai web developer</a> disana.</p>
<p>Wow.. keren ya, satu orang bekerja sebagai system analyst di dua portal berita besar di Indonesia.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  he..he..</p>
<p>*sepertinya salah satu dari mereka lupa mengupdate data timnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/04/website/satu-orang-system-analyst-untuk-dua-portal-berita-terbesar-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Mengalahkan Detikcom?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/02/website/strategi-mengalahkan-detikcom/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/02/website/strategi-mengalahkan-detikcom/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 05:16:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detikcom]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/02/website/strategi-mengalahkan-detikcom/</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah menulis tentang Mengapa tidak (belum) ada media online yang mengalahkan Detik, dan tulisan ini disambung oleh Pak Nukman. Dengan begitu topik ini dibahas oleh orang luar Detikcom, dan mantan orang Detikcom. Tapi rasanya masih ada yang kurang. Bukankah lebih seru kalau orang dalam Detikcom juga ikut berpendapat ? Dan ternyata, bung Donny BU [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/detikcom.jpg" title="DetikCom"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/detikcom.jpg" alt="DetikCom" align="left" /></a>Saya pernah menulis tentang<a href="http://okto.silaban.net/2007/11/website/mengapa-tidak-ada-media-online-yang-mengalahkan-detik/"> Mengapa tidak (belum) ada media online yang mengalahkan Detik</a>, dan tulisan ini <a href="http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/mengapa-tidak-ada-media-online-yang-mengalahkan-detikcom/">disambung oleh Pak Nukman</a>. Dengan begitu topik ini dibahas oleh orang luar Detikcom, dan mantan orang Detikcom. Tapi rasanya masih ada yang kurang. Bukankah lebih seru kalau orang dalam Detikcom juga ikut berpendapat <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ?</p>
<p>Dan ternyata, bung Donny BU justru menuliskan resepnya dalam <a href="http://donnybu.blogdetik.com/2008/01/10/3-resep-mengalahkan-detikcom/">blognya</a>. Jadi lengkap sudah yang membahas topik ini, orang luar Detikcom, mantan orang Detikcom, dan orang Detikcom sendiri (yang juga pernah menjadi mantan orang Detikcom).</p>
<p>Ada yang mau &#8220;membeli resep&#8221; bung Donny BU?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/02/website/strategi-mengalahkan-detikcom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

