<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; debian</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/debian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>MySQL di Hari Minggu</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/mysql-di-hari-minggu/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/mysql-di-hari-minggu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 04:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[amazon]]></category>
		<category><![CDATA[aws]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[ec2]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Semalam dapet kabar kalau webserver F tewas lagi (kedua kalinya dalam bulan ini). Masalahnya sederhana sebenarnya, hardisknya penuh. Jadi dengan menggunakan Debian 5.0 di Amazon EC2, default setting partisnya dibagi dua. Total kapasitas hardisknya sekitar 500GB, 10 GB nya buat system (/), sisanya dimount di partisi antah berantah. Dulu sudah saya set agar partisi satunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam dapet kabar kalau webserver F tewas lagi (kedua kalinya dalam bulan ini). Masalahnya sederhana sebenarnya, hardisknya penuh.</p>
<p>Jadi dengan menggunakan Debian 5.0 di Amazon EC2, default setting partisnya dibagi dua. Total kapasitas hardisknya sekitar 500GB, 10 GB nya buat system (/), sisanya dimount di partisi antah berantah. Dulu sudah saya set agar partisi satunya digunakan untuk DocumentRoot Apache. Karena total file di DocumentRoot nya itu nyampe 44GB.., ya harus masuk di partisi kedua. (baru nyadar kalo web F itu total file nya 44GB, pantes dulu pindah dari dedicated server ke Amazon EC2 prosesnya lama banget.., rsync dari jam 11-an malem, pas sahur baru selesai..)</p>
<p>Tapi ada yg saya enggak tahu. Di partisi sistem itu, 10GB saya rasa sudah cukup. Tapi ternyata tidak.., dari hasil monitoring setiap hari space nya selalu terpakai makin banyak, hingga mencapai 100%. Otomatis /tmp nggak bisa ditulisi.., /var/lib/mysql juga nggak bisa ditulisi.. matilah sudah MySQL nya.. Dan tewaslah webnya.. Sampai sekarang saya masih bertanya &#8211; tanya apa yang bikin space hardisknya terus &#8211; menerus habis, lalu tiba &#8211; tiba berkurang lagi.</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2009/10/df-week1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-695" title="df-week" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2009/10/df-week1.png" alt="df-week" width="495" height="307" /></a></p>
<p>Jadi terpaksa lah diambil alternatif lain, bagaimana caranya agar web F tetap jalan sementara saya mencari tahu apa yang memakan space terus menerus..</p>
<p>Beginilah jadinya :</p>
<ol>
<li> Buat direktori /var/labanux</li>
<li>Ubah /etc/fstab, saya set agar partisi kedua di mount di /var/labanux</li>
<li>Buat direktori /var/labanux/www</li>
<li>Semua file web dipindah ke /var/labanux/www (ini nih yang 44GB itu)</li>
<li>rsync -avz /var/lib/mysql /var/labanux/   (Tadinya pake copy aja.., tapi sepertinya ada yang ndak beres, makanya ganti rsync aja)</li>
<li>Rename /var/lib/mysql /var/lib/mysql-lama</li>
<li>Ubah konfigurasi /etc/mysql/my.cnf (&#8216;datadir  = /var/lib/mysql&#8217; diganti jadi &#8216;datadir  = /var/labanux/mysql&#8217;</li>
<li>Buat direktori /var/labanux/tmp</li>
<li>Delete /tmp</li>
<li>Link : ln -s /var/labanux/tmp /tmp</li>
<li>/etc/init.d/mysql start</li>
<li>GAGAL&#8230;!! Error mysqlnya&#8230;</li>
<li>Oh iya : chown -R mysql /var/labanux/mysql (karena tadi yang bikin direktori dll nya adalah root, jadi user mysql ndak punya akses toh.., makanya diganti ownernya)</li>
<li>/etc/init.d/mysql start</li>
<li>GAGAL lagi&#8230;. Masih masalah disk full..</li>
<li>Ya udah, nekat delete /var/lib/mysql (sekitar 500MB)</li>
<li>/etc/init.d/mysql start</li>
<li>Yiihaaa&#8230;.! Dah jalan lagi</li>
</ol>
<p>Jadi sekarang semua data &#8211; data MySQL sudah masuk di partisi kedua (sekitar 490-an GB), begitu juga /tmp sekarang masuk di partisi tersebut. Jadi sementara ini partisi root (/) masih bersisa 500-an MB, yang mana nanti juga saya curiga bakal penuh lagi. Tapi setidaknya sementara web F udah bisa jalan lagi.. Tidur lagi ah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/mysql-di-hari-minggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan Pesawat Garuda di World&#8217;s Most Amazing Videos &#8211; Lebay..</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/06/general/kecelakaan-pesawat-garuda-di-worlds-most-amazing-videos-lebay/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/06/general/kecelakaan-pesawat-garuda-di-worlds-most-amazing-videos-lebay/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 22:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[svn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Pernah nonton acara &#8220;World&#8217;s Most Amazing Videos&#8221; ?  Kalau enggak salah ini juga disiarin di salah satu TV Nasional. Isi acaranya, seusai judulnya : Video &#8211; video yang paling menakjubkan di dunia. Kebanyakan sih tentang kecelakaan. Barusan, sambil setting SVN repo di server Debian, TV saya biarkan menyala. Kebetulan channel yang saya pilih waktu itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah nonton acara &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/World%27s_Most_Amazing_Videos">World&#8217;s Most Amazing Videos</a>&#8221; ?  Kalau enggak salah ini juga disiarin di salah satu TV Nasional. Isi acaranya, seusai judulnya : Video &#8211; video yang paling menakjubkan di dunia. Kebanyakan sih tentang kecelakaan.</p>
<p>Barusan, sambil setting SVN repo di server Debian, TV saya biarkan menyala. Kebetulan channel yang saya pilih waktu itu <a href="http://www.axn-asia.com/">AXN</a>. Acara yang sedang tayang adalah World&#8217;s Most Amazing Videos tadi. Samar &#8211; samar saya dengar ada kata &#8220;jogjakarta&#8221;. Konsentrasi saya pindah ke layar monitor 14&#8243; + tv tunner itu. Ternyata sedang ditayangkan video tentang kecelakaan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Adisucipto, Yogyakarta tahun 2007 silam.</p>
<p>Yang bikin saya sedikit terganggu adalah naratornya. Kata &#8211; katanya lebay..</p>
<ul>
<li>&#8220;&#8230; <em>pesawat ini akhirnya jatuh di sebuah tempat yang terpencil</em> (in the middle of no where) &#8220;. (Whaatt?? Itu deket bandara Om&#8230;!)</li>
<li>(lanjutan kalimat di atas) &#8220;<em>..sehingga bantuan pertolongan sulit mencapai lokasi tersebut</em>&#8221; (Jadi, mobil pemadam kebakaran yang berjejer di deket Bandara Adi Sucipto itu ndak diitung pertolongan ya?)</li>
<li>&#8220;.. <em>korban yang selamat segera menyelamatkan diri dari pesawat yang jatuh di salah satu pulau kecil dari 17 ribu pulau di Indonesia..</em>&#8221; (Okey.., jadi P. Jawa itu sekarang kecil ya? Ooo.. baru tahu)</li>
<li>&#8220;<em>Para korban selamat segera dirawat di sebuah rumah sakit kecil</em> (tiny little hospital)&#8221; (Hmm.. iya.., emang sih RS yg deket bandara itu kecil. Tapi ndak sekecil Puskesmas deh kayaknya).</li>
<li>&#8220;<em>Akhirnya kurang lebih 200 korban kecelakaan berhasil diselamatkan.., terima kasih pada komunitas kecil</em> (that tittle community) <em>yang segera memberi pertolongan..</em>&#8221; (Komunitas kecil itu kalo di Indonesia namanya SAR + Pemadam + Polisi + Dokter + Masyarat + Petugas Bandara + + +..)</li>
</ul>
<p>Jadi sekarang kalau saya nonton acara itu lagi saya bakal kepikiran terus : &#8220;Nih naratornya mesti lebay..&#8221; <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/06/general/kecelakaan-pesawat-garuda-di-worlds-most-amazing-videos-lebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih dalam Tentang Ubuntu</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/lebih-dalam-tentang-ubuntu/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/lebih-dalam-tentang-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 06:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[distro]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/12/linux/lebih-dalam-tentang-ubuntu/</guid>
		<description><![CDATA[Pada awalnya saya sedang mencari dokumentasi tentang MEPIS. Tetapi akhirnya malah kesasar pada tulisan tentang Ubuntu. Ada beberapa hal yang saya baru tahu (lebih detail), mungkin para ubuntuers juga ada yang belum tahu : 1. Ubuntu LTS (Long Term Support) Rilis Ubuntu dengan label LTS (seperti : Dapper Drake), berarti rilis ini akan disupport oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/ubuntulogo.png" title="Ubuntu"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/ubuntulogo.png" alt="Ubuntu" align="left" /></a>Pada awalnya saya sedang mencari dokumentasi tentang <a href="http://MEPIS.org">MEPIS</a>. Tetapi akhirnya malah kesasar pada tulisan tentang Ubuntu. Ada beberapa hal yang saya baru tahu (lebih detail), mungkin para ubuntuers juga ada yang belum tahu :</p>
<p>1. Ubuntu LTS (Long Term Support)</p>
<p><a href="http://www.ubuntu.com/products/whatisubuntu">Rilis Ubuntu dengan label LTS</a> (seperti : Dapper Drake), berarti rilis ini akan disupport oleh Canonical selama 3 tahun untuk desktop, dan 5 tahun untuk server. Tetapi support ini hanya untuk update security, jadi bukan update aplikasi. Inilah yang menyebabkan MEPIS yang sempat mengganti basisnya dari Debian ke Ubuntu, tetapi akhirnya kembali menggunakan Debian sebagai basis distronya.<span id="more-261"></span></p>
<p>2. Rilis 6 bulanan Ubuntu</p>
<p>Selama ini saya menduga bahwa Ubuntu setiap 6 bulan melakukan upgrade dari rilis sebelumnya. Dalam artian rilis yang lama &#8220;dibongkar&#8221; kembali, kemudian diupdate, diperbaiki, dll. Tetapi pada kenyataannya, Ubuntu setiap 6 bulan mengambil source dari Debian EXPERIMENTAL, dan membangun kembali dari awal distronya. Jadi akhirnya Code Tree dari Ubuntu tidak sestabil Code Tree dari Debian. Setidaknya begitu menurut Warren Woodford (founder dari distro MEPIS Linux). Tetapi hal ini justru membawa dampak sangat positif bagi Debian. Karena dengan begitu paket pada level Debian EXPERIMENTAL akan cepat berkembang menjadi level testing, untuk kemudian di-freeze menjadi Debian Stable.</p>
<p>Secara umum ini semua ini tidak ada pengaruhnya bagi saya. Distro hanyalah pilihan bagi saya..</p>
<p>Link terkait :  <a href="http://www.desktoplinux.com/news/NS6170488551.html">MEPIS to switch from Ubuntu to Debian</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/lebih-dalam-tentang-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku, Linux dan Kawin Cerai</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 06:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[feisty]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[linux mint]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar libur Lebaran, aku cerai dengan Feisty, terus kawin dengan Gutsy. Ternyata rumah tangga kami tidak harmonis.., seringkali terjadi cekcok sebelum kami bisa &#8220;bercinta&#8221;. Akhirnya, terpaksa aku ceraikan juga si Gutsy. Aku cari pasangan yang emosinya lebih stabil, terbukti tangguh. Akhirnya pacaran dengan Debian, sampai akhirnya nikah dengan Debian. Ternyata Debian ini terlalu tua untukku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/aku-linux-dan-kawin-cerai/" rel="attachment wp-att-235" title="Aku, Linux, dan Kawin Cerai"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/nikah.jpg" alt="Aku, Linux, dan Kawin Cerai" align="left" /></a>Sekitar libur Lebaran, aku cerai dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/feisty">Feisty</a>, terus kawin dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/gutsy">Gutsy</a>. Ternyata rumah tangga kami tidak harmonis.., seringkali terjadi cekcok sebelum kami bisa &#8220;bercinta&#8221;. Akhirnya, terpaksa aku ceraikan juga si Gutsy. Aku cari pasangan yang emosinya lebih stabil, terbukti tangguh. Akhirnya pacaran dengan <a href="http://okto.silaban.net/tag/debian">Debian</a>, sampai akhirnya nikah dengan Debian.</p>
<p>Ternyata Debian ini terlalu tua untukku. Banyak &#8220;sifat &#8211; sifat&#8221;-ku yang belum dikenali oleh si Debian. Akhirnya aku kawin dengan adiknya yang lebih muda, Lenny namanya. Rumah tangga kami berjalan mulus untuk beberapa saat, sampai akhirnya aku khilaf dan selingkuh dengan si Unstable dari keluarga Debian juga. Akhirnya rusaklah hubungan kami.</p>
<p>Sadar aku khilaf, akhirnya aku mulai lagi hubunganku dari awal dengan Lenny. Mungkin udah keburu sakit hati, di tahap kedua ini Lenny justru seringkali gagal memahami beberapa &#8220;sifat&#8221;-ku. Saat sifatku yang satu dia &#8220;pahami&#8221;. Sifatku yang lain tidak dikenalinya. Puffhh.., saatnya cari istri baru sepertinya. Aku belum mau menyerah membina rumah tangga.<span id="more-234"></span></p>
<p>Seorang teman, <a href="http://willysr.blogspot.com/">Willy SR</a>, yang sudah bertahun &#8211; tahun membina rumah tangga dengan salah seorang dari keluarga Slackware mengenalkan pada salah satu keluarga istrinya tersebut. Jadilah aku dan Slackware berkenalan. Slackware yang  kuajak berkenalan ini adalah &#8220;keturunan&#8221; ke-12. Tanpa basa &#8211; basi dan pacaran kami langsung nikah. Belum sampai malam pertama,  kami sudah cekcok. Banyak <em>sifat &#8211; sifat</em> kami yang tidak cocok. Bahkan untuk &#8220;penampilannya&#8221; saja aku harus &#8220;mendandani&#8221; nya satu &#8211; satu agar terlihat pas dengan gaun Presario ku. Dengan diiringi air mata, akhirnya aku ceraikan juga Slackware. Ini demi kebaikan kami bersama.</p>
<p>Petualangan cinta ku belum selesai. Aku masih mencari pasangan ku yang sejati. Sewaktu main ke markas <a href="http://kmtf.ft.ugm.ac.id">KMTF</a>, aku melihat Mint. Pandangan pertama sih tidak begitu menarik perhatian. Tapi ya gak apa &#8211; apalah. Siapa yang tahu mana yang bakal jadi jodoh anda kalau anda tidak memulai berkenalan.</p>
<p>Perkenalan berlangsung singkat, kami sempat berpacaran beberapa saat sebelum memutuskan untuk menikah. Pada saat &#8220;pernikahan&#8221; ada sedikit gangguan, hingga ritual pernikahan harus diulang.</p>
<p>&#8220;Bersedia kah kamu menemani Labanux dalam kondisi normal, error, connect, disconnect, sampai waktunya upgrade?&#8221;, ujar pak Pendeta.</p>
<p>&#8220;Ya, saya bersedia&#8221;, jawab Mint.</p>
<p>Dan kulingkarkanlah cincin GRUB di partisi pertama jarinya. Kami resmi jadi suami istri. Hari &#8211; hari baru akan segera kami lalui.. Doakan agar kami langgeng terus sampai saatnya upgrade ya.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*Susah ya membina rumah tangga, gak heran banyak orang pada kawin cerai.</p>
<p>Bagaiman dengan istri &#8211; istri atau suami &#8211; suami kalian? Setiakah..?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/aku-linux-dan-kawin-cerai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengatasi Error Install OpenOffice di Debian GNU/Linux</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/cara-mengatasi-error-install-openoffice-di-debian-gnulinux/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/cara-mengatasi-error-install-openoffice-di-debian-gnulinux/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 09:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[apt]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[openoffice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/cara-mengatasi-error-install-openoffice-di-debian-gnulinux/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, akhirnya switch back ke Distro Linux Debian Lenny. Secara default, berbeda dengan distro lainnya Debian tidak menyertakan OpenOffice. Paket OpenOffice sendiri tersedia di repositori nya Debian. Tetapi sayangnya, OpenOffice ini membutuhkan paket lain, yaitu ttf-opensymbol, yang mana ketika diinstal baik dengan APT ataupun Synaptic biasanya error. Pesan error nya kurang lebih seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/oo.jpg" title="OpenOffice.org"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/11/oo.jpg" alt="OpenOffice.org" align="left" /></a>Beberapa waktu lalu, akhirnya switch back ke <strong>Distro Linux Debian Lenny</strong>. Secara default, berbeda dengan distro lainnya Debian tidak menyertakan <strong>OpenOffice</strong>. Paket OpenOffice sendiri tersedia di repositori nya Debian. Tetapi sayangnya, OpenOffice ini membutuhkan paket lain, yaitu <strong>ttf-opensymbol</strong>, yang mana ketika diinstal baik dengan APT ataupun Synaptic biasanya error.</p>
<p>Pesan error nya kurang lebih seperti ini :</p>
<pre style="margin: 0em">/usr/share/fonts: skipping, 0 fonts, 3 dirs</pre>
<pre style="margin: 0em">/usr/share/fonts/X11: caching, 0 fonts, 6 dirs
/usr/share/fonts/X11: failed to write cache</pre>
<pre style="margin: 0em">.... dst..</pre>
<pre style="margin: 0em"></pre>
<p>Cara mengatasinya adalah <span id="more-224"></span>dengan &#8220;menyentuh&#8221; folder &#8211; folder yang gagal untuk dilakukan &#8220;write cache&#8221;. Caranya dengan memberikan perintah :</p>
<blockquote><p>laban@labanux$ touch /usr/share/fonts</p>
<p>laban@labanux$ touch /usr/share/fonts/X11</p></blockquote>
<p>dan seterusnya.., (lakukan pada semua folder yang error untuk di lakukan proses &#8220;write cache&#8221;. Setelah itu install ulang kembali OpenOffice atau ttf-opensymbolnya. Cara paling mudah adalah dengan memberikan perintah &#8220;apt-get install -f&#8221;.</p>
<p>Kalau masih error, tanya ke mbah Google <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/cara-mengatasi-error-install-openoffice-di-debian-gnulinux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimony Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon [3] &#8211; Pindah Debian 4.0</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 01:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[etch]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[kernel]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya.., memantapkan langkah untuk pindah ke Debian 4.0 (Etch), dan diupgrade ke Lenny (Testing). Semalaman berkutat dengan instalasi Debian dan paket &#8211; paket lain yang biasanya aku butuhin di Ubuntu. Beberapa proses berjalan gagal. Seperti install OpenOffice, tetapi akhirnya berhasil diatasi. Untuk menginstall OpenOffice membutuhkan paket ttf-opensymbol. Error di /usr/share/fonts. Gagal untuk membuat file cache [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/?attachment_id=107" rel="attachment wp-att-107" title="Logo Debian"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/05/debian-nd-50.png" alt="Logo Debian" align="left" /></a>Akhirnya.., memantapkan langkah untuk pindah ke Debian 4.0 (Etch), dan diupgrade ke Lenny (Testing). Semalaman berkutat dengan instalasi Debian dan paket &#8211; paket lain yang biasanya aku butuhin di Ubuntu.</p>
<p>Beberapa proses berjalan gagal. Seperti install OpenOffice, tetapi akhirnya berhasil diatasi. Untuk menginstall OpenOffice membutuhkan paket ttf-opensymbol. Error di /usr/share/fonts. Gagal untuk membuat file cache di direktori tersebut. Bisa diatasi dengan &#8220;menyentuh&#8221; semua direktori font tersebut : &#8220;touch /usr/share/fonts&#8221;.</p>
<p>Oh iya, ini bukan pertama kalinya aku install Lenny. Sebelum Feisty keluar aku sudah coba pakai Etch, juga Lenny. Tetapi ada beberapa masalah yang bikin aku cukup jengah : driver wireless defaultnya tidak ada, harus download manual dulu, dan yang kedua jack out speaker notebukku (Compaq v3000) tidak berfungsi, sementara di Feisty keduanya bisa berfungsi, walaupun untuk soundcard tidak sempurna.</p>
<p>Di Ubuntu berikutnya, Gutsy, soundcardku akhirnya bekerja sempurna. Tetapi ini harus dibayar mahal dengan error yang aku dapat di Gutsy (baca postingan sebelum ini).</p>
<p>Berhubung di Ubuntu aku sudah tahu paket apa aja yang dibutuhkan agar hardware ku bisa berjalan baik, akhirnya sekarang pindah lagi ke Debian. Driver soundcardku ternyata baru tersedia di Debian Testing (Debian punya tingkatan Stable, Testing, Unstable, dan Experimental, untuk tingkat Testing, saat ini diberi nama Lenny). Jadi akhirnya Debiannya ku upgrade ke Testing. Prosesnya berjalan baik. Dan akhirnya, soundcardku pun berjalan sempurna di Debian.</p>
<p>Tetapi masalah tidak habis disitu. <span id="more-215"></span>Ternyata penyakit di Gutsy juga ikut &#8211; ikutan muncul. Sesekali setelah booting, Debian nya hang (sebelum GDM keluar). Sepertinya ini masalah kernelnya, berhubung aku upgrade ke Testing (Lenny), maka aku dapat kernel baru (2.6.22- 2), yang seingatku sama dengan kernel nya Ubuntu Gutsy. Soalnya di Debian dengan kernel aslinya (2.6.18-4) error ini (sampai saat ini) tidak terjadi.</p>
<p>Kembali aku harus dihadapkan dua pilihan, kalau aku mau menggunakan jack out speaker, maka harus pakai kernel terbaru. Tetapi konsekuensinya kadang &#8211; kadang bootingnya gagal. Sementara jika ingin desktop yang lebih stabil, harus pakai kernel sebelumnya, yang juga berarti jack out speaker ku tidak bisa digunakan.</p>
<p>Ya sudahlah, setidaknya aku masih punya pilihan. Di Ubuntu Gutsy pilihan ku cuma satu, harus siap berhadapan dengan gagal booting. Ok, saatnya <strike>kembali bekerja</strike> kuliah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimony-ubuntu-710-gutsy-gibbon-3-pindah-debian-40/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon [2]</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 09:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[gutsy]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa waktu menggunakan Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon di Compaq V3000 ku, sekarang mulai kelihatan masalah &#8211; masalahnya. Diantaranya : Setelah booting, sebelum masuk ke GUI (sebelum Gnome Display Manager &#8211; GDM &#8211; keluar), laptopku hang. Enggak bisa diapa &#8211; apain. Masuk ke mode teks (Ctrl+Alt+F2) juga gak bisa. Terpaksa tekan tombol sakti.. (tekan tombol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/ubuntu/" rel="attachment wp-att-187" title="Ubuntu"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/10/ubuntulogo.png" alt="Ubuntu" align="left" /></a>Setelah beberapa waktu menggunakan Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon di Compaq V3000 ku, sekarang mulai kelihatan masalah &#8211; masalahnya. Diantaranya :</p>
<ol>
<li>Setelah booting, sebelum masuk ke GUI (sebelum Gnome Display Manager &#8211; GDM &#8211; keluar), laptopku hang. Enggak bisa diapa &#8211; apain. Masuk ke mode teks (Ctrl+Alt+F2) juga gak bisa. Terpaksa tekan tombol sakti.. (tekan tombol power, tahan 5 detikan). Akhirnya mati dengan terpaksa. Lama &#8211; lama bisa jebol dong hardisku.</li>
<li>Nautilus (File browser di GNOME) sering kali gagal me-list data &#8211; data didalam home folderku. Kadang loading cukup lama sampai akhirnya muncul, tetapi kadang hanya loading dan tak pernah selesai. Akhirnya processorku kerja 100% deh (untung core duo, jadi satunya masih bisa dipake).</li>
<li>Ketika laptop menyala dibiarkan lama,<span id="more-214"></span> akhirnya screensaver keluar. Setelah itu kalo dibiarkan lagi maka akan menjadi blank screen (layar hitam &#8211; alias monitor tidak bekerja). Sampai disini masih normal, setelah ini kan seharusnya jika kita mau pakai kembali laptopnya tinggal gerakkan mouse, atau memencet sembarang tombol di keyboar. Dan *tergantung setingan*, nantinya akan keluar prompt login. Tetapi pada laptopku justru tidak bisa dinyalakan sama sekali. Alias hang..</li>
<li>Sesekali desktopnya hang tanpa sebab. Padahal aku hanya menjalankan XMMS dan GEdit. Luar biasa deh..</li>
</ol>
<p>Dengan kondisi kaya gini aku berpikir untuk kembali ke Debian 4.0 (lenny). Yah.., memang beberapa driver hardware (h/w) ku belum disupport secara default. Tetapi setelah liat &#8211; liat di internet, sepertiyna sekarang sudah di support, walaupun di versi Testing dan Unstable. Yah, menurutku terpaksa deh, daripada harus bolak &#8211; balik menghadapi hang. Kapan kerjanya&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/11/linux/testimoni-ubuntu-710-gutsy-gibbon-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

