<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban &#187; bisnis</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/tag/bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 15:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Profil Tech-Biz (mobile, internet, games) di Indonesia dan China</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2011/12/website/profil-tech-biz-mobile-internet-games-di-indonesia-dan-china/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2011/12/website/profil-tech-biz-mobile-internet-games-di-indonesia-dan-china/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 01:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[china]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[Heboh dengan Blackberry dan iPhone padahal duit yang sebenarnya berasal dari featured phone, henpon &#8211; henpon dibawah 1jt-an, karena kelas &#8220;elit&#8221; ndak mau beli barang digital, udah pinter cari gratisan. Lagian persentasi pengguna henpon low-end &#38; featured phone itu 80% lebih dari seluruh pengguna henpon di Indonesia. Kurang lebih begitu yang saya tangkap dari Andy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Heboh dengan Blackberry dan iPhone padahal duit yang sebenarnya berasal  dari featured phone, henpon &#8211; henpon dibawah 1jt-an, karena kelas &#8220;elit&#8221;  ndak mau beli barang digital, udah pinter cari gratisan. Lagian  persentasi pengguna henpon low-end &amp; featured phone itu 80% lebih  dari seluruh pengguna henpon di Indonesia.</p>
<p>Kurang lebih begitu yang saya tangkap dari Andy Zain sewaktu dia jadi  pembicara di salah satu seminar (CMIIW). Dan saya mengganguk setuju  dalam hati waktu itu.</p>
<p>Tadi ketemu tulisan ini, membahas tentang &#8220;dua sisi&#8221; tech-biz di China,  dan jika disandingkan dengan materi Andy Zain tadi, sepertinya memang  kondisi market Indonesia dan China mirip. Saya rasa kalau di Indonesia  ada yang menggali lebih dalam, hasilnya bakal sama seperti tulisan ini.</p>
<p>Enjoy : <a href="http://techrice.com/2011/06/07/the-story-of-wl-chinas-great-internet-divide/">http://techrice.com/2011/06/07/the-story-of-wl-chinas-great-internet-divide/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2011/12/website/profil-tech-biz-mobile-internet-games-di-indonesia-dan-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Terjun ke Bisnis Online (Website) ?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2011/08/website/mengapa-terjun-ke-bisnis-online-website/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2011/08/website/mengapa-terjun-ke-bisnis-online-website/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 03:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[detik.com]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=1061</guid>
		<description><![CDATA[Saya batasi dulu, yang saya maksud bisnis online (website) dalam tulisan ini : Bisnis yang pemasukan utamanya adalah dari online (misal : dari iklan di webnya, membership berbayar, dsb). Jadi yang bisnisnya utamanya adalah jualan produk dan online-nya &#8220;cuma&#8221; jadi tempat promosi saja dan transaksi tetap offline bukanlah yang saya maksud. Untuk yang berjualan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya batasi dulu, yang saya maksud bisnis online (website) dalam tulisan ini : Bisnis yang pemasukan utamanya adalah dari online (misal : dari iklan di webnya, membership berbayar, dsb). Jadi yang bisnisnya utamanya adalah jualan produk dan online-nya &#8220;cuma&#8221; jadi tempat promosi saja dan transaksi tetap offline bukanlah yang saya maksud. Untuk yang berjualan di online (e-commerce, tiket, jasa reservasi, dll) juga bukan yang saya maksud. Kalau contoh riilnya, bisnis online yang saya maksud : Detik.com, Kaskus.us, KapanLagi.com, Koprol.com, Flickr.com, YouTube.com, Twitter.com, Facebook.com, Pinboard.in.</p>
<p><strong>Nasihat</strong></p>
<p>Oke, lanjut.. Nah jadi, sejak sekitar 5 tahun lalu, saya sering mengamati dunia bisnis online baik lokal maupun luar (tulisan2 jaman itu masih ada di blog ini). Beberapa &#8220;sabda&#8221; yang dari jaman itu hingga sekarang selalu saya dengar adalah : &#8220;Jangan ragu &#8211; ragu masuk ke bisnis online di Indonesia&#8230; Marketnya sangat besar.., potensi bisnisnya juga sangat besar.. bla..bla..&#8221;. (1)</p>
<p>Kemudian biasanya diikuti dengan nasihat : &#8220;Inget, bisnis online itu tidak melulu sumber pendapatannya dari iklan, masih banyak model bisnis lainnya, misal : layanan berbayar (seperti 37signals.com), konten premium (seperti DetikPortal.com), and the bla.. and the bla..&#8221; (2)</p>
<p>Anehnya, paradoks dengan nasihat di atas, pihak &#8211; pihak yang sama (luar negri maupun lokal) juga mempopulerkan ini : &#8220;Budget beriklan di online itu sekarang naiknya pesat sekali.., sudah naik jadi _sekian_ persen.&#8221; Atau yang seperti ini : &#8220;Ada sekian Milliar rupiah budget iklan dari perusahaan &#8211; perusahaan di Indonesia dan tiap tahun makin besar nilainya. Hampir semuanya masuknya kesitu &#8211; situ juga (portal berita), jadi peluang nya masih besar..&#8221; (3)</p>
<p><strong>Skeptis</strong></p>
<p>Teman &#8211; teman saya mungkin menganggap saya selalu pesimis soal dunia bisnis online Indonesia. Tapi, saya sendiri sebenarnya merasa saya mengambil sikap skeptis, tapi tetap optimis. Nah berhubungan dengan 3 poin di atas, ini yang mau saya bahas :</p>
<p>(1) Iya.. benar.. marketnya besar.. ada 30-40jt-an pengguna internet di Indonesia (di tahun 2006 dulu diperkirakan baru ada 18jt). Untuk poin ini saya setuju.</p>
<p>(2) Nah untuk poin ini saya masih skeptis. Saya jaman dulu sempat memegang teguh nasihat (2), sehingga sebegitu bencinya saya dengan banner-ads. Seperti di film The Social Network itu, mereka juga anti banget dengan banner ads toh.. (waktu nasihat itu saya dengar, Friendster masih jadi raja soc. network). Tapi nyatanya memang sumber pemasukan paling real itu ya iklan (ads), entah apapun itu bentuknya : tulisan berbayar, banner image, teks, contextual text, link dsb.  (Facebook pun sekarang memasang ads toh&#8230; Twitter juga menampilkan ads (dalam bentuk promoted hashtag)).</p>
<p>Iya saya tahu.. kalau efektifitas banner ads itu (katanya) cuma sekitar 2,8%, tapi itu bukankah kalau usernya nggak targeted?  Kalau ngiklan obat diabetes di situs komunitas penderita diabetes lebih efektif dong harusnya ya.. Toh.. situs e-commerce juga (katanya) tingkat konversinya juga paling pol cuma 2%.. bahkan untuk yang sekelas Bhinneka.com yang sudah dipercaya.</p>
<p>Pertimbangan lainnya, situs yang secara trafik memang luar biasa : Detik.com, Kaskus.us, KapanLagi.com, LintasBerita.com dll, sumber pemasukannya dari iklan juga bukan? Kompas.com (yang dibackup group sebesar Kompas Gramedia) pun 70% pemasukannya disumbang oleh halaman depannya (saya lupa baca soal ini dimana), yang berarti 70% nya itu sudah pasti ads (atau saya yang salah tangkap?).<span id="more-1061"></span></p>
<p>(3) Benar memang sabda no (3) ini, budget iklan di online itu naik terus.. apalagi di target market SES A dan B yang notabene lebih banyak menghabiskan waktu di online daripada media cetak, TV ataupun radio. Nah.. tapi.. ini jadinya kebalik dong dengan nasihat (2) ..??  Katanya jangan befokus pada penghasilan dari iklan, tapi bikin webnya karena tahu budget iklan di online sangat besar.. Nah looo..</p>
<p>Jadi kalau alasan saya, anda atau mereka masuk ke bisnis online adalah karena sabda no (3) ini.., ya sudahlah.. jelas argumen no (2) tadi lewat.. Jelas bahwa model bisnisnya memang harus di seputar iklan.</p>
<p><strong>Model bisnis lain ?</strong></p>
<p>Jadi apakah memang enggak ada model bisnis lain selain dari iklan (untuk di Indonesia)? Nah itulah pertanyaan dengan jawaban termahal. Percaya tidak percaya.., mereka yang berada di belakang tim business-development website &#8211; website gede itu pun masih belum punya jawaban pasti, walaupun pengalaman mereka sudah bertahun &#8211; tahun berkecimpung di jagad online ini.</p>
<p>Saat ini alternatifnya ya kombinasi bisnis online (ads) dan offline (kegiatan seminar, berjualan offline, kegiatan komunitas, kopdar, dsb yang bisa mendatangkan pemasukan dari sponsor). Untuk sementara ini memang seperti ini yang masuk akal. Salah satu yang sudah menerapkan kombinasi offline dan online ini (yang saya tahu) : OtomotifNet Group (Kompas Gramedia). Ada beberapa yang lainnya, tapi saya tidak tahu dengan pasti.</p>
<p><strong>Tidak mungkinkah mendapatkan pemasukan dari user langsung?</strong></p>
<p>Mungkin saja. Setahu saya DetikPortal.com itu harus subscribe untuk bisa akses kontennya. Tapi seberapa besar pemasukannya, atau seberapa besar jumlah orang yang berlangganan saya tidak tahu. Perkiraan saya sih masih sulit diterapkan di Indonesia. Kultur kita belum terbiasa untuk mau membayar layanan dari sebuah website. Berbeda dengan di luar negri.</p>
<p><strong>Investor<br />
</strong></p>
<p>Ah iya.. ada satu hal lagi yang agak lucu.. Ada beberapa orang yang terjun ke bisnis online (website) bukan karena melihat potensi market, kue iklan yang masih gede, dsb&#8230; Tapi karena sekarang banyak investor yang mau mendanai web-startup dengan angka investasi yang lumayan.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi.., kenapa anda terjun ke bisnis online (website)? Karena budget iklan online yang besar? karena anda percaya user mau membayar untuk layanan anda? karena sekarang banyak investor? atau karena iseng aja? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2011/08/website/mengapa-terjun-ke-bisnis-online-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SharingFoto.com &#8211; Dijual Seharga $5000</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/02/website/sharingfotocom-dijual-seharga-5000/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2008/02/website/sharingfotocom-dijual-seharga-5000/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 19:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[website kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/02/website/sharingfotocom-dijual-seharga-5000/</guid>
		<description><![CDATA[SharingFoto.com adalah situs tentang review handphone. Ya..ya.. tentu saja tidak.., dari namanya jelas situs ini adalah situs untuk sharing foto (walaupun selama ini saya tidak berhasil mengupload dan mensharing-kan foto saya ). Selain itu situs ini menyediakan layanan untuk mencetak foto, dan cetak mug sesuai dengan foto yang kita upload, dengan harga Rp 25.000,-. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://SharingFoto.com">SharingFoto.com</a> adalah situs tentang review handphone. Ya..ya.. tentu saja tidak.., dari namanya jelas situs ini adalah situs untuk sharing foto (walaupun selama ini saya tidak berhasil mengupload dan mensharing-kan foto saya <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  ). Selain itu situs ini menyediakan layanan untuk mencetak foto, dan cetak mug sesuai dengan foto yang kita upload, dengan harga Rp 25.000,-.</p>
<p>Di salah suatu blog saya pernah baca bahwa ini adalah aplikasi web pertama di Indonesia yang menggunakan framework Ruby On Rails. Dan saya pun menemukan situs ini ketika mencari dokumentasi tentang Ruby On Rails.</p>
<p>Hal yang mengejutkan adalah, website yang baru berjalan kurang lebih satu tahun ini akan dijual seharga $5000. Salah seorang programmer dari <a href="http://Rajasa.com">Rajasa</a> (perusahaan yang menaunginya) menuliskan hal ini dalam <a href="http://rajasa.com/blog/2008/01/26/selling-out-sharingfotocom/">blognya</a>.</p>
<p>Tidak dijelaskan secara rinci mengapa akhirnya mereka membuka penawaran untuk membeli situs ini. Tetapi dari salah satu <a href="http://www.sharingfoto.com/blog/?p=37">tulisan di blog resmi dari SharingFoto.com</a> ini, sepertinya mereka hendak bertransformasi menjadi situs yang lebih variatif.</p>
<p>Ahaa&#8230;, akhirnya..! Dari awal saya mengetahui website ini saya sudah teringat tentang CafePress.com. Pernah dengar CafePress.com? Di CafePress ini model bisnisnya adalah seperti ini :<span id="more-328"></span></p>
<blockquote><p>Pengunjung website bisa mengupload gambar / foto. Gambar ini nantinya bisa dicetak di kaos, mug, topi, mousepad, dll. Kaos, mug, topi, dkk itu akan dikirimkan ke anda dengan biaya tertentu.</p>
<p><em>Lalu bagaimana jika anda cuma ingin memasang gambar tersebut padamug, topi, atau kaos tadi, tetapi tidak ingin mencetaknya? (anggaplah sebagai bentuk kreatifitas anda dalam mendesain kaos)</em></p>
<p>Tidak masalah. Bahkan CafePress menghargai hasil karya anda tersebut. Jika anda telah menjadi member, maka desain kaos, topi, mug dll itu bisa anda simpan. Selanjutnya desain anda tersebut akan dipajang di situs CafePress untuk dijual. Dan anda akan mendapatkan persenan dari tiap barang yang terjual.</p>
<p><em>Dan bagaimana dengan mereka yang tidak ingin mendesain? tetapi hanya ingin membeli mug, kaos, topi, dll itu?</em></p>
<p>Anda tetap bebas memilih. Silahkan browse desain &#8211; desain produk yang tersedia. Anda tinggal pilih barang yang anda inginkan, pesan, bayar, dan barang akan dikirimkan ke rumah.</p></blockquote>
<p>Menarik? Tentu saja.. Ini bisnis yang menurut saya sangat berpotensi untuk berkembang di Indonesia. Dan jujur saja, saya hampir membuat bisnis serupa. Tetapi karena satu dan lain hal kami malah membuat <a href="http://otakkiri.com">ini</a>. Yang sederhana dulu mungkin ya.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kembali ke SharingFoto. Lalu apakah ini kloning situs? Salahkah? Tidak menurut saya. Karena CafePress saya anggap lebih sebagai sumber inspirasi mereka (jika mereka memang ingin berkembang menjadi seperti CafePress). Bukankah model bisnis sah &#8211; sah saja kalau sama? Bukankah bisnis model seluruh rumah makan Padang di Indonesia sama? Walaupun nama dan manajemennya beda?</p>
<p>Kita nantikan seperti apa SharingFoto yang baru. Kalau mereka bisa menerapkan strategi yang jitu, bukan tidak mungkin mereka bakal jadi situs yang cukup diperhitungkan di ranah dotcom Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2008/02/website/sharingfotocom-dijual-seharga-5000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamendo.com &#8211; Sebuah Contoh Nyata Musik Gratis dan Legal</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/jamendocom-sebuah-contoh-nyata-musik-gratis-dan-legal/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/jamendocom-sebuah-contoh-nyata-musik-gratis-dan-legal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 11:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>
		<category><![CDATA[website kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/12/linux/jamendocom-sebuah-contoh-nyata-musik-gratis-dan-legal/</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya sempat menulis sebuah konsep tentang kira &#8211; kira seperti apa industri musik(Indonesia khususnya) nantinya. Silahkan dibaca disini. Detail konsepnya memang tidak saya tulis. Tetapi intinya saya menginginkan (atau ingin membuat) situs yang berisi koleksi lagu &#8211; lagu (baik dalam format mp3 maupun ogg) dari musisi &#8211; musisi Indonesia. Tetapi bukan yang bajakan, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Jamendo.com" title="Jamendo.com"><img src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2007/12/jamendo.jpg" alt="Jamendo.com" align="left" /></a>Dulu saya sempat menulis sebuah konsep tentang kira &#8211; kira seperti apa industri musik(Indonesia khususnya) nantinya. Silahkan dibaca <a href="http://okto.silaban.net/2007/10/music-guitar/saatnya-band-musisi-tidak-menjual-lagu/">disini</a>. Detail konsepnya memang tidak saya tulis. Tetapi intinya saya menginginkan (atau ingin membuat) situs yang berisi koleksi lagu &#8211; lagu (baik dalam format mp3 maupun ogg) dari musisi &#8211; musisi Indonesia. Tetapi bukan yang bajakan, atau ilegal. Melainkan legal. Jadi yang saya harapkan si pemilik lagu sendiri yang mengupload lagunya disini. Dan disediakan bebas untuk didownload secara gratis. Dan lebih jauh lagi, saya menginginkan agar website ini harus dibangun di atas sistem operasi Linux, dengan software &#8211; software legal. Untuk hal ini saya tidak tahu apakah Jamendo juga melakukan hal yang sama, mengingat pendirinya juga adalah seorang Linuxer (founder dari <a href="Lynucs.org">Lynucs.org</a>). Ia juga teman dari <a href="http://www.indidea.org/gael/blog/">Gael Duval</a> (pendiri distro Mandrake Linux), yang sudah keluar dari Mandrake dan membuat distro baru <a href="http://www.ulteo.com/">Ulteo</a>.</p>
<p>Sebagian musisi mungkin akan khawatir dengan hak cipta lagu dalam website Jamendo tersebut. Tetapi ini bisa ditangani dengan model lisensi dari <a href="http://creativecommons.org/">Creative Commons License</a>. Sedangkan mengenai bagaimana si musisi tersebut mendapatkan royalti/bayaran/ atau apapun yang intinya adalah &#8220;penghargaan&#8221; atas karya ciptanya, bisa dibaca pada <a href="http://okto.silaban.net/2007/10/music-guitar/saatnya-band-musisi-tidak-menjual-lagu/">tulisan saya tadi itu</a>. Jamendo sendiri menyediakan opsi bagi hasil dari iklan di websitenya (dengan ketentuan tertentu) bagi musisi dan donasi dari user yang mendownload website tersebut.</p>
<p>Jamendo.com sendiri bagi saya merupakan &#8220;A Proof of Concept&#8221; dari apa yang saya bayangkan. Dan Jamendo melakukannya dengan sangat baik. Dan tidak hanya bagaimana musisi mendapat uang atas hasil karyanya yang di jelaskan dengan transparan, tetapi bagaimana Jamendo menghasilkan uang dari website nya tersebut pun dijelaskan.</p>
<p>Bagi para musisi, di Jamendo.com anda bisa mengupload lagu &#8211; lagu hasil karya anda sendiri. Syaratnya <span id="more-262"></span>lagu hasil karya anda ini berlisensi Creative Commons. Kemudian anda bisa berbagi (share) lagu ini dengan teman &#8211; teman anggota Jamendo.com, karena Jamendo juga menyediakan fasilitas social network seperti Friendster dan MySpace. Saat ini sebagian besar isinya masih musik &#8211; musik dari Perancis, karena memang pendirinya adalah warga Perancis dan publikasinya sebagian besar dilakukan di Perancis dan negara &#8211; negara Eropa.</p>
<p>Bagi pengguna biasa anda bisa bebas mendownload lagu disini. Baik satu album penuh, ataupun per-track. Selain itu anda pun bisa menghasilkan uang juga melalui situs ini. Silahkan kunjungi situsnya untuk keterangan lebih lengkap.</p>
<p>Founder dari Jamendo.com adalah <a href="http://www.sylvainzimmer.com/">Sylvain Zimmer</a>, seorang *mantan* mahasiswa Informatics &amp; Applied Mathematics, <a href="http://www.ensimag.fr/25182021/0/fiche___pagelibre/">ENSIMAG</a> &#8211; Perancis. Dan Sylvain Zimmer sendiri adalah seorang <a href="http://www.sylvainzimmer.com/2006/09/06/richard-stallman-gael-duval-and-me/">&#8220;pejuang&#8221; open source</a> dan juga Linuxer.</p>
<p>Hal yang cukup menarik disini adalah sepertinya bisnis opensource sepertinya memang tidak bisa dipisahkan dari dunia website. Saya masih menantikan (dan coba &#8211; coba merancang) bisnis seperti ini di Indonesia. Ayo..!</p>
<p>Satu hal lagi, ini juga bukti nyata dari : Bisnis, Website, OpenSource dan Linux bisa berjalan secara sinergi dan memberikan hasil yang luar biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/12/linux/jamendocom-sebuah-contoh-nyata-musik-gratis-dan-legal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bidang Pekerjaan yang Harus Dihindari untuk Abad 21</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2007/10/general/bidang-pekerjaan-yang-harus-dihindari-untuk-abad-21/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2007/10/general/bidang-pekerjaan-yang-harus-dihindari-untuk-abad-21/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2007 12:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[forbes]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[outsource]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2007/10/general/bidang-pekerjaan-yang-harus-dihindari-untuk-abad-21/</guid>
		<description><![CDATA[Anda sedang mencari pekerjaan? Di bidang apa? Dimana? Kalau anda mencari pekerjaan di Amerika, menurut Forbes.com hindarilah bidang pekerjaan berikut ini : Manufaktur Dulu hampir semua bagian di manufaktur membutuhkan banyak campur tangan manusia, kini hampir semuanya kalah oleh teknologi komputer, mesin dan robot. Pengurangan tenaga kerja dan mengganti dengan mesin otomatis tentu sangat menguntungkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda sedang mencari pekerjaan? Di bidang apa? Dimana? Kalau anda mencari pekerjaan di Amerika, menurut <a href="http://finance.yahoo.com/career-work/article/103676/The-Worst-Jobs-for-the-21st-Century?mod=oneclick">Forbes.com</a> hindarilah bidang pekerjaan berikut ini :</p>
<ol>
<li>Manufaktur<br />
<blockquote><p>Dulu hampir semua bagian di manufaktur membutuhkan banyak campur tangan manusia, kini hampir semuanya kalah oleh teknologi komputer, mesin dan robot. Pengurangan tenaga kerja dan mengganti dengan mesin otomatis tentu sangat menguntungkan bagi perusahaan.</p></blockquote>
</li>
<li>Programmer Komputer<br />
<blockquote><p>Programmer komputer semakin hari semakin banyak. Menurut Forbes sendiri dengan penambahan programmer sekitar 2% dari tahun 2004 &#8211; 2014, perusahaan Amerika lebih suka melakukan outsorcing (coba saja lihat Bangalore, India yang biasa menjadi tujuan outsource pertama). Bahkan sampai berkembang istilah Bangalored, sebagai pengganti kata outsourced. Bagi mereka outsourcing ini biayanya lebih murah. Untuk bisa bersaing dengan hal ini, maka para programmer harus punya spesialisasi, misal : programmer keamanan jaringan.</p></blockquote>
</li>
<li> Jurnalis<span id="more-185"></span><br />
<blockquote><p>Yang satu ini cukup diperdebatkan, bahkan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rupert_Murdoch" title="Rupert Murdock">Rupert Murdock</a> sendiri menanggapi ini dengan serius (<a href="http://www.virtual.co.id/blog/?p=36" title="Media Cetak, Wassalam !">baca pembahasan ini oleh Pak Nuk</a>). Forbes menyatakan bahwa internet sudah sangat banyak menggantikan peran media cetak. Dan teknologi internet membuat informasi sangat cepat menyebar. Seperti kita lihat, tulisan di blog kadangkala lebih cepat dan akurat daripada media berita mainstream. Tapi ini masih kontroversi, saya sendiri tidak begitu yakin. Lihatlah radio, ketika TV diciptakan orang meramalkan Stasiun Radio akan habis, bangkrut. Tetapi silahkan hitung sendiri, berapa banyak stasiun radio di kota anda 10 tahun lalu, dan hitung sekarang.</p></blockquote>
</li>
<li>Penyiar Radio<br />
<blockquote><p>Sama dengan di atas, kalah dengan teknologi di dunia radio, dan jangkauannya yang semakin luas (sekarang jamannya radio satelit &#8211; kecuali Indonesia).</p></blockquote>
</li>
<li>Bisnis Agen Tiket<br />
<blockquote><p>Saya rasa yang satu ini memang sangat benar (di Amerika). Di Amerika sudah jarang ditemukan orang &#8211; orang datang ke agen perjalanan untuk membeli tiket, semuanya dilakukan online. Jadi calon penumpang bisa langsung memesan ke situs maskapai penerbangan. Lebih jelas, harga lebih murah, dan pasti.</p>
<p>Tapi untuk Indonesia sepertinya tidak begitu. Masih sangat banyak daerah di Indonesia yang belum terjamah alat transportasi, contoh paling nyata pesawat. Bahkan di sebagian besar daerah Irian, jalan raya saja masih langka. Ketika alat transportasi masuk ke daerah &#8211; daerah ini, tentunya tidak segera dilanjutkan dengan pemesanan tiket online. Jadi untuk calon agen tiket Indonesia, sepertinya anda masih bisa bernafas lega.</p></blockquote>
</li>
</ol>
<p>Kalau di Indonesia, sepertinya bisnis apapun masih akan tetap berkembang. Apalagi bisnis haram.. Beehh&#8230;! Jangan tanya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2007/10/general/bidang-pekerjaan-yang-harus-dihindari-untuk-abad-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

