<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Okto SiLaban</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Feb 2010 06:58:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Slank dan Kaskus</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/01/website/slank-dan-kaskus/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/01/website/slank-dan-kaskus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 18:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[slank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, waktu jaman saya SMP, Slank sangat dekat dengan anak &#8211; anak remaja, terutama anak sekolahan. (sekarang saya kurang tahu). Slank bagi remaja seusia saya waktu itu adalah simbol kebebasan, simbol perlawanan, dan sebagai salah satu bentuk identitas. Tas &#8211; tas sekolah, bahkan baju sekolah sekalipun dipasangi logo &#8211; logo Slank. Mereka , lebih bangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ma6ma.wordpress.com/"><img src="http://ma6ma.files.wordpress.com/2007/12/logo-lawas.thumbnail.jpg" alt="Slank" align="left" /></a>Dulu, waktu jaman saya SMP, Slank sangat dekat dengan anak &#8211; anak remaja, terutama anak sekolahan. (sekarang saya kurang tahu). Slank bagi remaja seusia saya waktu itu adalah simbol kebebasan, simbol perlawanan, dan sebagai salah satu bentuk identitas. Tas &#8211; tas sekolah, bahkan baju sekolah sekalipun dipasangi logo &#8211; logo Slank. Mereka , lebih bangga sebagai seorang Slankers, daripada sebagai siswa berprestasi.</p>
<p>Kaskus, di masa &#8211; masa sekitar tahun 2002-an, imagenya bagi saya masih sebagai komunitas underground. Para netter (pengguna internet) yang menyatakan diri sebagai kaskuser, mempunyai kebanggan tersendiri jika dibandingkan dengan &#8216;hanya&#8217; punya account Friendster. Kaskus juga sebuah media yang (menurut saya) pada jaman itu, menjadi simbol kebebasan. Informasi apapun bebas ditebar.</p>
<p>Tapi.., Slank waktu itu juga kadang menjadi icon para penikmat ganja.. Beberapa dari teman saya dulu ada yang punya daun ganja yang masih hijau. Daun ganja segar ini <em>dilaminanting</em>, lalu dijadikan gantungan kunci. Dengan daun bersirip lima itu, mereka menyatakan diri sebagai Slanker. Dan &#8216;benda antik&#8217; ini seakan jadi &#8216;bahasa pergaulan&#8217; ketika bertemu para Slanker lainnya. (Saya tidak menggeneralisasi semua Slanker, tetapi pada waktu itu ada beberapa orang yang saya tahu melakukan hal itu). Ya, seingat saya Slank sendiri baru menyatakan resmi lepas dari narkoba pada  awal Januari 2000. Dan sejak saat itu mereka pun berganti image, menjadi band yang bersih.</p>
<p><a href="http://kaskus.us"><img title="ilovekaskus" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2010/01/ilovekaskus.gif" alt="" align="left" /></a>Dan Kaskus waktu itu juga kadang menjadi icon para pecinta &#8220;hal &#8211; hal dewasa&#8221;. Saking bebasnya informasi ditebar, konten &#8211; konten &#8220;dewasa&#8221; pun terserak dengan liar disini. Tidak jarang ditemukan video &#8211; video, atau foto &#8211; foto  &#8216;menggemaskan&#8217; yang publikasinya berawal di Kaskus. Kaskus sendiri pun akhirnya menghapus bersih channel &#8216;favorit&#8217; tersebut setelah keluarnya UU Pornografi. Setelah itu Kaskus pun image nya berubah. Kaskus kini sudah dikenal sebagai perusahaan yang serius, bukan sekadar main &#8211; main atau iseng. (Serius dari sudut pandang korporasi).</p>
<p>Siapapun yang konser, lagu apapun yang dimainkan.. biasanya.., tetap ada bendera Slank disitu. Kalau menyerap bahasa iklannya Sosro : Apapun konser bandnya, Slank benderanya. Wajar, kalau Slank akhirnya terpilih menjadi MTV Icon Indonesia yang pertama.</p>
<p>Nah.., sekarang..untuk Kaskus : Apapun websitenya, Kaskus bahasanya..  Jika ada situs Indonesia lainnya yang interaksi antar anggotanya tinggi, tidak jarang ditemukan panggilan sapaan : Gan. Kalau ada beberapa user saling berinteraksi di sebuah website, jika menggunakan kata : Saya, kamu, lu, gue, rasanya masih kurang sip. Tapi begitu saling menyapa dengan : Gan.., Agan.. suasana keakraban itupun muncul dengan sendirinya. Biasanya tidak lama kemudian pasti keluar kata &#8211; kata : &#8220;Jangan lupa cendolnya gan..&#8221;, &#8220;Pertamax sudah diamankan..&#8221;, dst.</p>
<p>Kalau di ajang MTV Icon &#8216;anak nongrkong&#8217; memilih Slank, saya rasa netter Indonesia pun bakal memilih Kaskus sebagai icon.</p>
<p>[OOT]</p>
<p>Saya rasa kalau ada perusahaan yang mau mencari pegawai yang akrab dengan dunia web, mungkin bisa mencantumkan seperti ini :</p>
<blockquote><p>&#8220;Gaji : Rp. xxx, boleh nego, tapi jangan afgan..&#8221;</p></blockquote>
<p>Ohh iya.., jangan lupa cendolnya gan. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/01/website/slank-dan-kaskus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Media Online &#8211; Yang Kasat Mata dan Tidak</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/01/website/membangun-media-online-yang-kasat-mata-dan-tidak/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/01/website/membangun-media-online-yang-kasat-mata-dan-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 13:53:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang sadar ke depan trend yang berkibar adalah informasi digital. Tapi walaupun banyak yang sadar, banyak juga yang latah mengeksekusinya. Lalu bagaimana membangun media online? Pertanyaan yang tidak punya jawaban pasti. Hanya ada beberapa petunjuk &#8211; petunjuk atau mungkin boleh saya bilang selentingan pendapat dari sana sini. Kalau dari saya ini :
Content is the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang sadar ke depan trend yang berkibar adalah informasi digital. Tapi walaupun banyak yang sadar, banyak juga yang latah mengeksekusinya. Lalu bagaimana membangun media online? Pertanyaan yang tidak punya jawaban pasti. Hanya ada beberapa petunjuk &#8211; petunjuk atau mungkin boleh saya bilang selentingan pendapat dari sana sini. Kalau dari saya ini :</p>
<p><strong>Content is the king ?<br />
</strong></p>
<p>Membangun media online itu bukan berarti punya konten dengan kualitas dan kuantitas tinggi lalu memasangnya di internet. Jauh lebih dari situ. Ibaratnya kalau mau bikin restoran gudeg, punya resep gudeg yang super, lalu dapat investor bukan berarti restoran itu pasti sukses.</p>
<p><strong>User Behaviour</strong></p>
<p>Sangat perlu diingat, perilaku membaca di online dan offline itu berbeda. Sangat berbeda. Jadi penyajian konten di online pun harus punya strategi yang pas, yang sesuai dengan konten yang ingin disampaikan, dan siapa target pengunjung yang dituju. Kadangkala sebuah situs terlalu agresif, dengan tampilan halaman depan yang seolah &#8211; olah ingin berkata : &#8220;Kami punya konten ini lho.. Ini juga, tentang ini juga, oh iya yang ini juga, bahkan tentang ini.., dst..&#8221;.  Sehingga yang tampak justru masing &#8211; masing konten bersaing satu sama lain agar mendapat perhatian.</p>
<p><strong>Statistic</strong></p>
<p>Memiliki konten online, dengan pengunjung bulanan sejumlah XXXX, bukan berarti situs itu layak dipasangi iklan dengan harga mahal. Darimana pengunjung situs itu? Pengunjung itu membuka situs anda karena memang ingin, atau hanya karena nyasar dari Google? Link dari situs lain kah?  Setelah itu, berapa lama dia berada di situs anda? Di bagian mana? Kenapa? Pengunjung situs itu ngapain aja di situs anda? dst..</p>
<p><strong>Visitors</strong></p>
<p>Mengenali target pengunjung situs itu wajib dilakukan. Karena beda target, beda pendekatan, beda pula strategi maupun eksekusinya.</p>
<p><strong>Marketing</strong></p>
<p>Berjualan iklan di media online pun tidak mudah. Selain harus memahami faktor di atas, si penjual iklan harus juga bisa membawa calon pengiklan dalam pola pikir online. Berhubung pihak pengiklan bisa dikatakan raja, maka si penjual iklan pun seringkali tidak bisa memaksa membawa pemikiran mereka ke ranah online. Tapi yang paling parah adalah, kadang si penjual iklan itu sendiri tidak mengerti dunia online..!</p>
<p><strong>Technology</strong></p>
<p>Demi mengejar target agar bisa cepat online, seringkali keputusan penggunaan teknologi dilakukan dengan gegabah. Misal, memutuskan menggunakan sebuah framework MVC dengan bahasa program yang sama sekali baru bagi programmernya. Memutuskan menyerahkan pembuatan web pada pihak luar yang ternyata juga *hanya* menggunakan CMS jadi dengan sedikit sentuhan pada template. Sistem tambal sulam. Kadangkala, si pengambil kebijakan teknologi terkait itu pun memang tidak begitu memahami dunia online. Perancangan, penerapan, dan eksekusi pengembangan sistem dilakukan tanpa mengetahui bagaimana trend dunia online sesungguhnya. Sehingga ketika hal tersebut disadari, seringkali sudah terlambat.</p>
<p><strong>Make Money</strong></p>
<p>Ujung &#8211; ujungnya tentu kesini. Model bisnis banyak yang bisa diterapkan sebenarnya. Mereka yang berada di belakang berbagai situs tentu juga punya banyak ide model bisnis yang menarik. Tapi mungkin mereka yang disasar sebagai client masih belum bisa menerima model bisnis ini (khususnya di Indonesia). Jalan yang umum dipakai tentu saja iklan banner. Hingga kadangkala banner inilah yang mengganggu fungsionalitas dari website itu sendiri.</p>
<p><strong>Culture</strong></p>
<p>Nah ini yang menarik. Kultur yang dimaksud disini adalah pola kerja semua elemen di dalamnya. Media online tidak lepas dari dunia internet. Dunia yang sangat cepat berubah. Karena itu, mau tidak mau, elemen yang bergerak di belakang situs itu pun harus bisa cepat beradaptasi terhadap setiap perubahan. Kadangkala prosedur yang bertele &#8211; tele (dari sudut pandang online) membuat website tersebut lamban. Kadang juga mereka yang merasa lebih tahu urusan konten tidak luwes bekerjasama dengan mereka yang berada di belakang teknologi.</p>
<p>Mungkin di lain waktu, mereka yang merasa lebih tahu desain, tidak tanggap terhadap keinginan mereka yang mengurusi konten. Padahal pada dasaranya, mereka yang mengurusi konten belum tentu fasih dengan dunia online. Mereka yang mengurusi teknologi juga tidak mengerti betul konten seperti apa yang ingin dihadirkan. Tapi yang jelas mereka sebenarnya sejajar. Seperti rel dan kereta api. Tanpa rel, kereta api mungkin bisa jalan.., tapi menuju kematian. Sementara tanpa kereta api, rel hanya akan jadi logam hiasan di atas tanah.</p>
<p>[catatan]</p>
<p>Seperti biasa&#8230;, cuma pemikiran.. belum pernah praktek <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[terkait]</p>
<p><a href="http://okto.silaban.net/2009/11/linux/beda-desainer-web-programmer-sysadmin-marketer-dan-pemilik-bisnis/">Beda Desainer, Web Programmer, SysAdmin, Marketer dan Pemilik Bisnis</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/01/website/membangun-media-online-yang-kasat-mata-dan-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabungan Bapak dan Tabungan Anak</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2010/01/general/tabungan-bapak-dan-tabungan-anak/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2010/01/general/tabungan-bapak-dan-tabungan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 12:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah pedesaan di daerah Pleret (sekitar setengah jam dari pusat kota Jogja). Seorang ayah sedang memperhatikan dari kejauhan anaknya paling bungsu yang sedang ngoprek Karmic Koala. Tetangga sebelah rumah duduk disebelahnya, dan masih gak habis pikir dengan pola pikir si bapak.
Tetangga : &#8220;Mas.. sampeyan dulu gimana kok bisa nyekolahain anak yang pertama dulu sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah pedesaan di daerah Pleret (sekitar setengah jam dari pusat kota Jogja). Seorang ayah sedang memperhatikan dari kejauhan anaknya paling bungsu yang sedang ngoprek Karmic Koala. Tetangga sebelah rumah duduk disebelahnya, dan masih gak habis pikir dengan pola pikir si bapak.</p>
<p>Tetangga : &#8220;Mas.. sampeyan dulu gimana kok bisa nyekolahain anak yang pertama dulu sampe lulus kuliah. Padahal kita sama &#8211; sama cuma buruh di peternakan sapi..&#8221;</p>
<p>Si Bapak : &#8220;Tabunganku seumur hidup, tak habisin semua buat kuliah dia dulu..&#8221;</p>
<p>Tetangga : &#8220;Hah??! Sampeyan kok berani.. ?&#8221;</p>
<p>Si Bapak : &#8220;Ah.., buktinya setahun habis dia kerja, tabungannya dua kali lipat dari tabunganku seumur hidup.. &#8221;</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Sekadar motivasi bagi yg masih berjuang di bangku kuliah (ataupun sudah bekerja).. Kalau orang tua kita berani total.., kita juga harus total.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2010/01/general/tabungan-bapak-dan-tabungan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Cerah Mobile Web di Indonesia ?</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 13:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[detik]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[*Sedikit mengulang lagi dari twitter*
Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : &#8220;Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. &#8220;. (Ya, tentu status yang dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Sedikit mengulang lagi dari twitter*</p>
<p>Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : &#8220;Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. &#8220;. (Ya, tentu status yang dia maksud adalah status seseorang di Facebook.). Di lain waktu pesannya : &#8220;Kok belum masuk ya emailmu kemarin itu? Bolak &#8211; balik aku cek gak ada di inbox..&#8221;</p>
<p>Anda pernah dengar daerah bernama Onan Runggu? Kalau dari kota Medan, anda butuh waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tepian Danau Toba. Setelah itu anda harus menyeberangi Danau Toba dan dilanjutkan dengan perjalanan darat baru tiba di daerah tersebut.</p>
<p>Disana jangan berharap ada hotspot gratisan bertebaran seperti di Jogja, atau ISP dengan koneksi unlimited seperti di Jakarta. Akses yang pasti tinggal melalui network GSM. Dan ya, bukan 3G, tapi GPRS. Jadi jelas, di daerah tersebut bukan hal yang umum ditemui seseorang nongkrong sambil browsing menggunakan netbook.</p>
<p>Tapi.. Pada kenyataannya orang &#8211; orang disana juga tidak ketinggalan update dunia maya. Mereka tetap aktif ber Facebook ria, baca berita, baca email, dan chatting tentunya. Modal yang dibutuhkan tidak banyak soalnya. Kalau dulu seseorang harus mempunyai komputer dan membayar biaya internet yang mahal untuk sekadar menelusuri internet, sekarang cukup dengan HP yang support OperaMini dan koneksi GPRS hal tersebut sudah bisa dilakukan. Hei.., lagian sekarang banyak banget muncul HP yang harganya terjangkau dengan fasilitas bisa internetan.</p>
<p><strong>Tidak cuma di daerah</strong></p>
<p>Apa cuma di daerah saja pengguna internet mobile aktif ? <span id="more-728"></span>Di gedung &#8211; gedung besar di Jakarta, karyawan yang tidak punya akses ke komputer, atau karyawan yang punya akses internet tapi situs tertentu di blok, juga menggunakan HP masing &#8211; masing sebagai &#8220;peluang terakhir&#8221; untuk <em>eksis</em> di internet. Apalagi kalau di kos &#8211; kosan, HP jadi hiburan utama. (Banyak kan anak kos yang gak punya TV. Tapi hampir semua punya HP)</p>
<p><strong>Masih situs itu &#8211; itu saja</strong></p>
<p>Ya, memang saat ini sebagian besar yang mereka akses adalah Facebook, Friendster, situs portal berita, dan situs mainstream lainnya. Belum muncul yang signifikan untuk situs atau web apps lainnya. (Apa mungkin Koprol nanti ya? Kayaknya mmm.. ).</p>
<p>Nah pada akhirnya orang &#8211; orang juga akan bosan dengan situs itu &#8211; itu saja. Mereka mulai mencari &#8211; cari situs lain. Mulai membuka situs yang juga ramai di kunjungi dengan browser di komputer. Tapi.., aah.. kok tampilannya tidak enak di mobile yah? Ganti situs lain.. Begitu lagi.., dan seterusnya. Mau jadi perhentian berikutnya? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan memang situs &#8211; situs besar *lokal* yang ada, sekarang banyak yang sudah mobile friendly. Sebut saja, Detik, OkeZone, KapanLagi dan Kompas. Kaskus sendiri sudah mobile friendly, tapi sepertinya masih di &#8220;lewatkan&#8221; dengan bantuan Google, bukan develop baru (CMIIW).</p>
<p><strong>Peluang</strong></p>
<p>Ada dua peluang besar disini :</p>
<ol>
<li>Bisnis development web yang mobile friendly (ah.. saya sebut sajalah Mobile Web Development)</li>
<li>Kalau ada yang bisa menemukan website seperti apa yang cocok buat para pengakses internet mobile di Indonesia ini, kayaknya bakal laris manis deh.</li>
</ol>
<p>Menurut anda ?</p>
<p>[catatan]</p>
<p>Istilah &#8220;mobile web&#8221; mungkin tidak tepat. Tapi saya tidak ketemu istilah lain yang lebih pendek dengan makna yang saya maksud. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[link terkait]</p>
<p><a href="http://www.opera.com/smw/2009/10/">Informasi statistik pengguna web via OperaMini</a> (via @<a href="http://twitter.com/sandalian">sandalian</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review eZ Publish CMS</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/12/linux/review-ez-publish-cms/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/12/linux/review-ez-publish-cms/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 14:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cakephp]]></category>
		<category><![CDATA[cms]]></category>
		<category><![CDATA[drupal]]></category>
		<category><![CDATA[ez publish]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 2 bulan ini saya berkutat dengan CMS eZ Publish ini. CMS ini free, sama seperti Drupal, Wordpress ataupun Joomla. Bedanya karena tidak berbasis pengembangan oleh komunitas, dokumentasi terkait relatif sulit didapatkan.
Beberapa perbedaan eZ Publish dengan CMS opensource lainnya :

Dikembangkan oleh perusahaan (eZ Systems AS, berbasis di Norwegia)
Extension (modul/plugin) yang masuk ke situs resmi eZ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah 2 bulan ini saya berkutat dengan <a href="http://ez.no">CMS eZ Publish</a> ini. CMS ini free, sama seperti <a href="http://drupal.org">Drupal</a>, <a href="http://Wordpress.org">Wordpress</a> ataupun <a href="http://Joomla.org">Joomla</a>. Bedanya karena tidak berbasis pengembangan oleh komunitas, dokumentasi terkait relatif sulit didapatkan.</p>
<p>Beberapa perbedaan eZ Publish dengan CMS opensource lainnya :</p>
<ol>
<li>Dikembangkan oleh perusahaan (eZ Systems AS, berbasis di Norwegia)</li>
<li><a href="http://ez.no/developer/articles/an_introduction_to_developing_ez_publish_extensions">Extension</a> (modul/plugin) yang masuk ke situs resmi eZ direview dulu dengan ketat oleh eZ Systems. Jadi tidak semua extension kiriman dari komunitas otomatis di approve dan masuk situs resmi mereka.</li>
<li>Fitur yang disediakan secara default sangat banyak (Custom Field *sejenis <a href="http://drupal.org/project/cck">CCK</a> kalau di Drupal*, Polling, Newsletter, Multiple Site, Single sign on, dll).</li>
<li>Secara default memang bisa digunakan sebagai satu CMS untuk beberapa situs. Tapi arti satu CMS disini tidak cuma scriptnya. Jadi bukan cuma satu script untuk beberapa situs sekaligus, melainkan satu CMS itu secara sistem bisa mencakup beberapa situs sekaligus.</li>
<li>Secara default support multiple database (*mmm.. database cluster kali ya istilahnya).</li>
<li>Secara default Cache nya aktif.. *ehm.. super duper aktif malah gan..!</li>
<li>Banyak konfigurasi yang disimpan tidak di database, melainkan di file INI.</li>
<li><a href="http://ez.no/doc/ez_publish/technical_manual/4_x/reference">Templating</a> menggunakan *bahasa* sendiri, yang mirip &#8211; mirip Smarty.</li>
<li>Secara default ada fitur *social network* (saya belum telusuri lebih jauh, tapi setahu saya sangat basic)</li>
<li>Advance user access limitation</li>
<li>Secara default menyediakan fitur Drafting dan Versioning content</li>
<li>Fitur RSS Import tersedia secara default</li>
<li>Semua konten adalah node.. (bahkan user dan kategori *dalam eZ istilahnya Folder* pun adalah node)</li>
<li>Fitur auto resize image sesuai konfigurasinya sangat membantu (Berbahagialah jika anda menggunakan Linux, ImageMagick adalah kuncinya disini)</li>
<li>Menyatakan diri sebagai CMS yang enterprise.. *bagi saya Drupal dan Wordpress sih enterprise juga&#8230;, apalagi sangat banyak situs besar yang menggunakan kedua CMS ini (eZ Publish justru sangat jauh jika dibanding kedua CMS itu)</li>
</ol>
<p><strong>Yang saya rasa kurang pas :</strong></p>
<p>Demi kemudahan manajemen sistem, fitur custom field secara default tersedia. Tapi tidak seperti Drupal yang CCK nya menggenerate table baru, eZ Publish memasukkannya dalam field &#8211; field di table MySQL. Akibatnya, setiap query content melakukan query SQL yang cukup berat, karena JOIN query berlapis &#8211; lapis yang dihasilkan. <span id="more-723"></span></p>
<p>Misalkan saja, kita punya tipe content Berita. Dan kita buat custom fields ini : Judul, Sub Judul, Summary, Body, Lokasi, Video, Thumbnail, Tag, Publish Date. Dan beberapa custom fields spesifik (checkbox) : Enable Comment, Show as Flash News.</p>
<p>Jika kita ingin menampilkan suatu detail artikel berita, tentunya semua field diatas diperlukan. Jadi wajar kalau semua field tersebut di-query. Tapi ada kalanya kita hanya ingin menampilkan list 5 berita terbaru di sidebar. Yang kita butuhkan paling hanya  Judul, dan Link nya. Tapi dengan API (?) yang tersedia, kita tidak bisa memanggil hanya Judul dan Link nya saja. Tapi semua field diatas ikut diambil.</p>
<p>Jadi bayangkan saja jika di satu halaman web seperti halaman depan Kompas.com ditampilkan. _Setiap_ Judul berita yang anda lihat itu adalah hasil dari JOIN query berlapis yang mengambil semua field nya. Itu masih ditambah lagi dengan field yang pasti ada dari setiap node (owner, publish date, version, dst..)</p>
<p>Ya, mungkin karena itu eZ Publish menyediakan fasilitas Cache secara default, bahkan sangat agresif.</p>
<p>Ah iya.. dokumentasi..! Karena memang CMS ini tidak begitu popular, seringkali sulit menemukan dokumentasi terkait.</p>
<p><strong>Yang saya rasa asyik :</strong></p>
<p>Development relatif mudah (untuk kebutuhan standar). Walaupun agak tricky. Terutama dibagian template. Seringkali saya menemui kasus yang dengan sebaris PHP bisa diselesaikan, tapi berhubung fungsi tersebut tidak tersedia di template, harus diakali dengan cara lain.</p>
<p>Fitur custom module nya cukup asyik &#8220;dimainkan&#8221;. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Jadi, kesimpulan saya sejauh ini, situs ini cocok untuk website yang model portal informasi, media, atau publishing. Enak memang managementnya. Dan developmentnya pun cukup mudah. Tapi sepertinya fiturnya yang sangat banyak itu menjadi tidak terpakai ketika permintaan customize sebuah website semakin tinggi. Apalagi di era ke depan, web application, termasuk keterlibatan API lintas webservice akan semakin umum dibutuhkan.</p>
<p>[Catatan]</p>
<p>Mungkin ada beberapa poin yang saya tulis tidak benar, jika ada yang tahu tinggalin komentar ya, saya juga masih mencari tahu soalnya.</p>
<p>** eZ Publish di pagi hari, CakePHP di malam hari **</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/12/linux/review-ez-publish-cms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kali Ini, Jangan Mati Dulu</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/11/general/kali-ini-jangan-mati-dulu/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/11/general/kali-ini-jangan-mati-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 10:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[*Haiaah.. Ndak penting banget..  
Dulu waktu kecil banget (sekitar umur 3 tahun *kata nyokap), di rumah ada kucing, tepatnya kucing betina. Nah nih kucing akhirnya punya anak, tanpa tau siapa bapak anak &#8211; anaknya (one night stand kali ya?). Salah satu dari anak kucing itu akhirnya gue pelihara. Dalam waktu beberapa minggu, tu anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Haiaah.. Ndak penting banget.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dulu waktu kecil banget (sekitar umur 3 tahun *kata nyokap), di rumah ada kucing, tepatnya kucing betina. Nah nih kucing akhirnya punya anak, tanpa tau siapa bapak anak &#8211; anaknya (one night stand kali ya?). Salah satu dari anak kucing itu akhirnya gue pelihara. Dalam waktu beberapa minggu, tu anak kucing mati. Karena&#8230;, gue cemplungin ke sumur.. *yee namanya juga anak umur 3 tahun kan.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekitar kelas 2 SD, di sekolah waktu itu lagi musim banget temen &#8211; temen melihara ikan hias. Banyak abang &#8211; abang yg jual di pinggir pagar sekolah waktu itu. Gue akhirnya dibeliin bokap juga. Gue pelihara tu ikan, gue taruh di toples.. *maklum orang susah, kagak punya akuarium. Dan dalam waktu sebulan tu ikan mati.</p>
<p>Berikutnya waktu gue kelas 4 SD. Gue melihara kura &#8211; kura kecil. Gue beli di pasar ikan waktu habis main &#8211; main di pasar. Tapi gue ngeboong ke bokap, bilangnya tu kura &#8211; kura dikasih sama si penjual. *gue takut dimarahin karena ngeluarin duit buat beli kura &#8211; kura. Ya bokap gue jelas tau tabiat anaknya yg suka ngeboong *tapi ngegemesin* ini. Dan iya.., selang 2 bulan kura &#8211; kuranya juga mati. Karena gue taruh di kolam bebek di belakang rumah (maksudnya biar refreshing, berenang di kolam alami). Alhasil si kura &#8211; kura jadi mainan kawanan bebek tak berhati nurani itu, sampe mati..!</p>
<p>Waktu SMP ganti lagi. Salah seorang guru di SMP ngasih anak anjing kecil. Di rumahnya udah banyak soalnya. Anjingnya lucu. Gue kasih nama Pasven.. Dan sebenarnya punya piaraan anjing itu impian gue banget dari kecil. Cuma ortu gak ngasih. Berhubung ini dikasih guru gue, ortu gak enak kan mo nolak.. He..he..</p>
<p>Dan ini yang paling sakit. Udah sekitar 6 bulan tuh gue main &#8211; main sama Pasven. Tiba &#8211; tiba suatu siang dia diem aja di samping rumah. Terus ngeluarin suara kaya kesakitan gitu. Lah gue juga bingung kan dia kenapa. Walopun gue kadang dikatain anjing *ehm*, bukan berarti gue bisa ngomong sama anjing beneran. Jadi ya gue liatain aja tuh anjing ngerang &#8211; ngerang. Makin lama makin pelan. Sampe akhirnya dia mati.. Man..! gue sedih banget waktu itu. Kata tetangga gue sih si Pasven diracun. Gak tahu deh siapa yang ngeracun. *jaman itu belum musim bikin TPF man.., apalagi Tim 8 !  Dan sumpah gue gak pernah melihara buaya.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gitu deh, waktu kecil, semua yang gue rawat, gue pelihara pada gak berumur panjang. Nah waktu awal tahun kuliah akhirnya gue punya *piaraan* baru. Kata orang &#8211; orang namanya blog. Dan baru kali ini sesuatu yang gue rawat dan urusin, bisa bertahan selama ini. Gak nyangka udah 5 tahun umurnya, tepat 19 November kemaren. Met ultah ya blog&#8230; *bukan potongan dari goblog lho.</p>
<p>Beberapa minggu lalu gue juga sempet kelimpungan gara &#8211; gara terjadinya error pada web dan domain silaban.net *IDWebhost tidak memberi kompensasi atas kesalahan mereka itu..:( * Gue pikir blog gue bakal mati di usianya yang masih balita. Untungnya domain silaban.net nya akhirnya selamat dari masa kritis, dan blog gue kembali nongol.</p>
<p>Moga &#8211; moga tetep bisa terus ngeblog, walaupun isinya makin hari makin gak jelas.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>// Hari ini saya menulis menggunakan sebutan orang pertama GUE, karena belakangan itu yang sering terdengar.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/11/general/kali-ini-jangan-mati-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upgrade Ubuntu yang Tak Pernah Berhasil dengan &#8216;apt-get dist-upgrade&#8217;</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/upgrade-ubuntu-yang-tak-pernah-berhasil-dengan-apt-get-dist-upgrade/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/upgrade-ubuntu-yang-tak-pernah-berhasil-dengan-apt-get-dist-upgrade/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 16:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[apt]]></category>
		<category><![CDATA[karmic]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, ritual 6 bulanan selalu saya lakukan ketika ada rilis Ubuntu baru terbit. Oh tidak.., tidak.. saya bukan seorang penggila Ubuntu yang begitu menggilanya ingin menginstall Ubuntu begitu ada rilis baru. Saya melakukannya karena tiap rilis Ubuntu masih menyisakan beberapa masalah yang belum selesai. Karena itu setiap rilis baru saya selalu install.
Dan seperti juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, ritual 6 bulanan selalu saya lakukan ketika ada rilis Ubuntu baru terbit. Oh tidak.., tidak.. saya bukan seorang penggila Ubuntu yang begitu menggilanya ingin menginstall Ubuntu begitu ada rilis baru. Saya melakukannya karena tiap rilis Ubuntu masih menyisakan beberapa masalah yang belum selesai. Karena itu setiap rilis baru saya selalu install.</p>
<p>Dan seperti juga pernah tertulis di blog ini, saya sudah kapok melakukan upgrade ketika ada rilis Ubuntu baru. Karena dari pengalaman yang sudah &#8211; sudah tidak pernah ada yang berjalan mulus. Ini memaksa saya mengambil pilihan install baru, fresh install, instal bersih.. *ya.. apapun lah sebutannya.</p>
<p>Tapi, berhubung kali ini, di bulan November ini, dan di rilis Karmic Koala ini, saya ada satu laptop lagi.. *ihiiy.. berima.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  *, maka saya pun beranikan untuk melakukan upgrade. Bukan install ulang.</p>
<p>Langkah &#8211; langkahnya :</p>
<p>1. Di laptop satu lagi (yg sudah menggunakan Karmic Koala, fresh install), diinstall apt-mirror.</p>
<p>2. Tancapkan hardisk eksternal, set di /etc/apt/mirror.list biar repository nya disimpan di hardisk eksternal. *ya.. saya memang agak ndak sabar menunggu rilis DVD repo, jadi saya mirror saja repo ubuntu itu ke hardisk eksternal *cuma 27 GB kok <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , dan cuma butuh waktu 4 jam (hanya saja, akibatnya sekarang koneksi ke kambing.ui.ac.id dilimit oleh sang admin.., ha..ha..)</p>
<p>3. Di laptop utama, tancapkan hardisk eksternal, sesuaikan /etc/apt/sources.list.</p>
<p>4. sudo apt-get update</p>
<p>5. sudo apt-get dist-upgrade</p>
<p>6. Tunggu beberapa hari.. , lalu hidangkan selagi hangat.. *ehm.., beberapa jam maksudnya.. Saya sambil baca komik soalnya..</p>
<p>7. Selesai</p>
<p>8. Restart</p>
<p>9. Sepertinya normal &#8211; normal saja..</p>
<p>10. 3 hari kemudian.., kenyataan mulai terungkap. Totem-xine hilang, di install ulang dibilang udah terinstall, ndak bisa muter video.., dst.. dst..</p>
<p><em>[UPDATE] Totem-xine memang sudah ditiadakan untuk Karmic dan seterusnya.. Yang ada disitu cuma paket transisi (via <a href="http://solyaris.wordpress.com/">ak</a>)</em></p>
<p>11. Curiga dist-upgrade memang tidak bisa diandalkan.</p>
<p>12. Nulis keluhan di blog *alias tulisan ini..</p>
<p>Nah.. jadi sebenarnya dist-upgrade itu memang tidak baik digunakan di desktop ya? Soalnya katanya kalau di versi server (no GUI), aman &#8211; aman saja.. Baiklah.., setidaknya sekarang saya kapok kedua kalinya untuk tidak melakukan upgrade jika ada rilis Ubuntu baru..</p>
<p>Temenku sampai berhari &#8211; hari menuliskan status di YM : Karmic Kualat, demi banyaknya error akibat rilis Karmic ini.</p>
<p>*nyiapin sekardus biskuit untuk menemani fresh install Karmic Koala&#8230;</p>
<p>Karmic Koala mu gimana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/upgrade-ubuntu-yang-tak-pernah-berhasil-dengan-apt-get-dist-upgrade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ganti Alamat Blog</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/ganti-alamat-blog/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/ganti-alamat-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 15:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[[UPDATE]
Horee&#8230; Domain okto.silaban.net telah kembali normal.. Thanks to amang Charly Silaban..  
Jadi sekarang ku.catat.in akan diarahkan pada domain ini.
[/UPDATE]
Ya suatu hal yang saya sendiri ndak nyangka bakal saya lakukan.. Ganti alamat blog. Walaupun isinya tetap sama, tapi kalau alamat ganti itu kaya bikin blog lagi dari nol.
Baiklah, alamat blog saya yang dulu di okto.silaban.net [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[UPDATE]</p>
<p>Horee&#8230; Domain <a href="http://okto.silaban.net">okto.silaban.net</a> telah kembali normal.. Thanks to amang Charly Silaban.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi sekarang <a href="http://ku.catat.in">ku.catat.in</a> akan diarahkan pada domain ini.</p>
<p>[/UPDATE]</p>
<p>Ya suatu hal yang saya sendiri ndak nyangka bakal saya lakukan.. Ganti alamat blog. Walaupun isinya tetap sama, tapi kalau alamat ganti itu kaya bikin blog lagi dari nol.</p>
<p>Baiklah, alamat blog saya yang dulu di <a href="http://okto.silaban.net">okto.silaban.net</a> kini berganti jadi <a href="http://ku.catat.in">ku.catat.in</a> (susah ngapalnya? sini <a href="http://ku.catat.in">kucatatin</a>.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Penyebabnya adalah karena terjadi sesuatu dengan server situs silaban.net. Setelah diperbaiki oleh <a href="http://idwebhost.com">pihak hosting</a>, sekarang sepertinya harus ada yang diset ulang dengan DNS nya. Kebetulan domain itu dipegang oleh saudara saya, Charly Silaban (sosok dibalik berdiri tegaknya situs <a href="http://Silaban.net">Silaban.net</a>), jadi saya tidak bisa melakukan konfigurasi terhadap domain silaban.net. Saya sendiri masih kesulitan menghubungi Charly, berhubung sekarang beliau jarang online (ganti jalur bisnis dari online ke offline).</p>
<p>Oh iya, Catat.in sendiri sebuah aplikasi web sederhana untuk mobile, berguna untuk mencatat pengeluaran sehari &#8211; hari. Saya buat untuk saya pribadi, tapi ada yang mau pakai juga bisa, tinggal register aja. Reviewnya ntar aja ya..</p>
<p>[catatan]</p>
<p>Kalau domain silaban.net kembali normal, mungkin alamat blog ini akan kembali ke alamat awal (atau mungkin saya bikin keduanya mengacu pada satu server).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/ganti-alamat-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda Desainer, Web Programmer, SysAdmin, Marketer dan Pemilik Bisnis</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/beda-desainer-web-programmer-sysadmin-marketer-dan-pemilik-bisnis/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/beda-desainer-web-programmer-sysadmin-marketer-dan-pemilik-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 03:48:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah hasrat untuk membuat website..
[Desainer]
&#8220;Desainnya harus keren. Pakai animasi dong.., masa web diam &#8211; diam aja. Jangan takut kasih foto &#8211; foto yang keren. Orang bilang konten is the king, tapi kalo desainnya jelek percuma. Programmer itu minta ubah &#8211; ubah desain jadi lebih simpel kan cuma karena takut codingnya jadi tambah susah sebenernya..&#8221;
[Programmer]
&#8220;Harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah hasrat untuk membuat website..</p>
<p>[Desainer]</p>
<p>&#8220;Desainnya harus keren. Pakai animasi dong.., masa web diam &#8211; diam aja. Jangan takut kasih foto &#8211; foto yang keren. Orang bilang konten is the king, tapi kalo desainnya jelek percuma. Programmer itu minta ubah &#8211; ubah desain jadi lebih simpel kan cuma karena takut codingnya jadi tambah susah sebenernya..&#8221;</p>
<p>[Programmer]</p>
<p>&#8220;Harus benchmark dulu mau pakai teknologi apa. Harus pake framework. Frameworknya MVC. Developnya pake konsep agile development. Jangan pakai CMS yang sudah jadi deh.., emang ndak tahu apa kalau nanti sudah mulai customize sana &#8211; sini jadi kerepotan sendiri. Fitur &#8211; fitur webnya harus lengkap. Harus web 2.0 (dua arah), ada web-apps nya. Harus ada API nya buat para developer.&#8221;</p>
<p>[SysAdmin]</p>
<p>&#8220;Pakai cloud computing. Pakai beberapa server, dibikin virtualization. Server databasenya harus clustering, master &#8211; master, ato master &#8211; slave juga bisa. Pakai teknologi yang model CDN (Content Delivery Network) jadi diakses dari seluruh dunia tetep cepat. Taruh server di berbagai titik, biar loadnya bisa dipecah. &#8221;</p>
<p>[Marketer]</p>
<p>Pasang banner di atas, kanan, kiri, bawah. Diantara paragraf juga dipasang.  Itu dipasang pake frame. Kalo perlu waktu halamannya di scroll iklannya ikutan naik turun juga. Pesan sponsor dijadikan konten ndak apa &#8211; apa kok. Trafiknya.. trafik.. trafik..</p>
<p>[Pemilik bisnis]</p>
<p>Terserah lo deh.. yang penting jadi duit..!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/11/linux/beda-desainer-web-programmer-sysadmin-marketer-dan-pemilik-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Astaga.com Reborn..!</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/astaga-com-reborn/</link>
		<comments>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/astaga-com-reborn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cms]]></category>
		<category><![CDATA[drupal]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/?p=697</guid>
		<description><![CDATA[Saya ndak pernah tahu lagi kabar Astaga.com (salah satu portal yang dulu sempat besar di Indonesia) sampai salah seorang awaknya (Aan Afdi) memberi komentar di blog ini. Dan Astaga.com (yang sekarang dipegang PT. IMT) ternyata sudah di-redevelop dan diluncurkan kembali pada tanggal 5 Oktober lalu. Tentu saja ada beberapa fitur yang *berbau web 2.0*, seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="astaga" src="http://okto.silaban.net/wp-content/uploads/2009/10/astaga.jpg" alt="astaga" align="left" />Saya ndak pernah tahu lagi kabar Astaga.com (salah satu portal yang dulu sempat besar di Indonesia) sampai salah seorang awaknya (<a href="http://www.planet-orange.org/about/">Aan Afdi</a>) memberi komentar di blog ini. Dan Astaga.com (yang sekarang dipegang <a href="http://www.imt.co.id/">PT. IMT</a>) ternyata sudah di-redevelop dan diluncurkan kembali pada tanggal 5 Oktober lalu. Tentu saja ada beberapa fitur yang *berbau web 2.0*, seperti &#8216;7circles&#8217; (digg-like) dan &#8216;yournews&#8217;. Review lengkapnya bisa dibaca di <a href="http://www.planet-orange.org/astagacom-reborn/">blog Aan Afdi ini</a>.</p>
<p>Astaga.com baru ini menggunakan <a href="http://okto.silaban.net/2007/08/website/sedikit-pengenalan-tentang-drupal-cms/">CMS Drupal</a>, dan dikerjakan dalam waktu 1 bulan 15 hari.. (wow..!), dengan menggunakan clustering server. Menurut komentar bung Aan Afdi, Astaga.com ini dikembangkan oleh satu orang programer, satu orang orang webmaster, satu orang desainer dan satu orang sysadmin.</p>
<p>Menanggapi pertanyaannya di bagian komentar :<br />
<em>Saya mo komen ahh… kalo bang okto bilang lupakan detikcom bikin yang beda, maka akan muncul pertanyaan baru tuh bang</em> ” apa sih yang belum ada di jagad maya ini?&#8221;</p>
<p>Maksud saya di tulisan itu sebenarnya adalah, kalau mau bikin <strong>portal berita</strong> baru jangan &#8220;copy-paste&#8221; detikcom. Ya bikin yang beda (tampilan, model penulisan, cara pemaparan, cara berinteraksi, marketing, dst.. dst..). (itu cuma pemikiran, saya sendiri juga blm bisa mempraktekkan kok.. he..he..)</p>
<p>Kalau soal apa yang beluma ada di jagad maya, pertanyaan yang sama selalu ada setiap saat. 10 tahun yang lalu, kalau saya ditanya, saya tidak tahu. Tapi hari ini kita tahu.. Ternyata yang belum ada waktu itu : Twitter, Facebook, LinkedIn, StumbleUpon, Flickr, Politikana, dst.. dst..</p>
<p>Terus, kalau sekarang yg belum ada apa? Banyak.. terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu. Kalau boleh saya ganti pertanyaannya harusnya menjadi &#8220;Yang dibutuhkan di dunia maya sekarang apa?&#8221; Nah kalau ini saya sendiri tidak berani menjawab. Kalau saya dapat jawabannya, kemungkinan besar sudah saya buat duluan.. hee.. <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau pertanyannya ganti jadi &#8220;Yang dibutuhkan di dunia maya sekarang apa&#8221; kan berarti ndak harus sesuatu yang baru. Selama memang itu dibutuhkan, ya kemungkinan besar pasti sukses. Dan kalau Astaga.com bisa memberi jawaban atas pertanyaan itu, niscaya portal ini bisa sukses.. (*serasa motivator..*)</p>
<p>[catatan]</p>
<p><a href="http://thenetsetter.com/blog/startups/so-you-want-to-start-a-startup-5-places-to-start/">Tulisan ini</a> cukup memberi pencerahan tentang apa yang bisa dibuat di dunia maya. (via <a href="http://twitter.com/rampok">Rama Mamuaya</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okto.silaban.net/2009/10/linux/astaga-com-reborn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
