<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mempertanyakan Pendidikan Indonesia</title>
	<atom:link href="http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/</link>
	<description>Okto SiLaban "Laban" adalah "LabanUx"</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 12:53:58 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: suti</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2851</link>
		<dc:creator>suti</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 07:26:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2851</guid>
		<description>kurikulum SD aja bikin serem. Bener loh. Banyak pelajaran SD skrg yg gw gak ngerti. Terlalu ruwet.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kurikulum SD aja bikin serem. Bener loh. Banyak pelajaran SD skrg yg gw gak ngerti. Terlalu ruwet.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Okto Silaban</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2511</link>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 13:31:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2511</guid>
		<description>@alfaroby : Karena itu aku pegang prinsip gak pernah mencontek waktu ujian.. Dan itu yg bikin aku tetap PD dengan nilai D ku, daripada dapet B tapi dengan banyak &quot;aksi&quot; waktu ujian. Eh iya, kamu masuk yang mana?

@prabuwardhana : tentunya. Tetapi punya ilmu setengah2 dimana - mana juga adalah spesialis kan?

@annes : nah.. itulah realita Nes.. *sedang mengalami yah? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@alfaroby : Karena itu aku pegang prinsip gak pernah mencontek waktu ujian.. Dan itu yg bikin aku tetap PD dengan nilai D ku, daripada dapet B tapi dengan banyak &#8220;aksi&#8221; waktu ujian. Eh iya, kamu masuk yang mana?</p>
<p>@prabuwardhana : tentunya. Tetapi punya ilmu setengah2 dimana &#8211; mana juga adalah spesialis kan?</p>
<p>@annes : nah.. itulah realita Nes.. *sedang mengalami yah? <img src='http://okto.silaban.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: annes</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2494</link>
		<dc:creator>annes</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 03:33:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2494</guid>
		<description>4 chriz: disana kamu spesialisasinya apa?tapi jangan bagian keluar malam,kasihan anak kecil gak boleh keluar...

tapi kalo dibilang spesialisasi kayaknya belum bisa dijalankan disini,karena kebanyakan kita juga kerja kebanyakan gak sesuai dengan bidang ato ilmu yang kita dalami dikuliah,misalnya seorang engineer yang seharusnya tahu mengenai hal-hal teknik tapi ketika dia bekerja dia ternyata jadi sales barang,kalo barang teknik masih bisa dimaklumi tapi kalo barang yang lain. dan itu tuntutan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>4 chriz: disana kamu spesialisasinya apa?tapi jangan bagian keluar malam,kasihan anak kecil gak boleh keluar&#8230;</p>
<p>tapi kalo dibilang spesialisasi kayaknya belum bisa dijalankan disini,karena kebanyakan kita juga kerja kebanyakan gak sesuai dengan bidang ato ilmu yang kita dalami dikuliah,misalnya seorang engineer yang seharusnya tahu mengenai hal-hal teknik tapi ketika dia bekerja dia ternyata jadi sales barang,kalo barang teknik masih bisa dimaklumi tapi kalo barang yang lain. dan itu tuntutan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prabuwardhana</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2417</link>
		<dc:creator>prabuwardhana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 17:31:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2417</guid>
		<description>@chriz : kayaknya yang namanya spesialis itu malah punya nilai jual tinggi deh. contohnya nih, buat ngebangun sebuah rumah aja dibutuhkan beberapa spesialis. Tukang batu, tukang kayu, tukang cat, operator alat-alat berat, tukang finishing, sampai tukang ngebersihin rumahnya dilakukan oleh orang yang sama sekali berbeda. Gak kayak di Indonesia yang memang hobi buat &quot;rangkap jabatan&quot;...
Mereka dibayar mahal untuk itu karena pekerjaan mereka memang mendekati perfect. Dan untuk kasus ini tukang batu sama sekali gak ngerti tentang gimana mengergaji kayu yang baik dan sebaliknya si tukang kayu gak ngerti gimana caranya masangin batu bata...
~saya sendiri bukan spesialis hiks..hiks..~

@Alfaroby : eh, ada pak Haji...

@okto : nunut komen boz...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@chriz : kayaknya yang namanya spesialis itu malah punya nilai jual tinggi deh. contohnya nih, buat ngebangun sebuah rumah aja dibutuhkan beberapa spesialis. Tukang batu, tukang kayu, tukang cat, operator alat-alat berat, tukang finishing, sampai tukang ngebersihin rumahnya dilakukan oleh orang yang sama sekali berbeda. Gak kayak di Indonesia yang memang hobi buat &#8220;rangkap jabatan&#8221;&#8230;<br />
Mereka dibayar mahal untuk itu karena pekerjaan mereka memang mendekati perfect. Dan untuk kasus ini tukang batu sama sekali gak ngerti tentang gimana mengergaji kayu yang baik dan sebaliknya si tukang kayu gak ngerti gimana caranya masangin batu bata&#8230;<br />
~saya sendiri bukan spesialis hiks..hiks..~</p>
<p>@Alfaroby : eh, ada pak Haji&#8230;</p>
<p>@okto : nunut komen boz&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alfaroby</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2402</link>
		<dc:creator>alfaroby</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 09:07:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2402</guid>
		<description>sebenarnya kalau kita runtut kesalahannya bukan pada sistem pendidikan Indonesia yang amburadul sih... tetapi juga mengenai individu individu sendiri yang menyebabkan sistem pendidikan yang gak terlalu bagus malah jadi tambah rusak saja.... 

bayangin aja coba... kita terbiasa dengan mencontek diwaktu ujian... dan dosen terus menegur atau terkadang memberikan nilai E... padahal... coba kalau dosen tersebut berpandangan lain... mengapa sih mahasiswa tersebut kok mencontek.... apakah ada yang salah dengan cara mengajar kita yang mungkin membuat bosen mereka... atau terlalu banyak tugas yang saya bebankan pada mahasiswa saya... jangan jangan saya menerangkan pelajaran terlalu cepat dan gak jelas...

kalau hal itu terpecahkan... sekarang gantian pada pihak mahasiswanya.... mereka terkadang menggampangkan dan menghalalkan segala cara... gak pake belajar yang penting ujian dapat nilai A.. atau tugas tinggal contek milik &quot;sahabat&quot; saja.. kan enak gak usah mikir.... mereka mintanya yang praktis dan cepat serta spontan ada... nih karena kita sering dijejali dengan produk produk berupa makanan yang cepat saji ataupun internet yang menyediakan berbagai keperluan yang ada sehingga kita seakan akan terbuai dengan semuanya

kita melupakan apa itu kerja keras dan apa itu semangat....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya kalau kita runtut kesalahannya bukan pada sistem pendidikan Indonesia yang amburadul sih&#8230; tetapi juga mengenai individu individu sendiri yang menyebabkan sistem pendidikan yang gak terlalu bagus malah jadi tambah rusak saja&#8230;. </p>
<p>bayangin aja coba&#8230; kita terbiasa dengan mencontek diwaktu ujian&#8230; dan dosen terus menegur atau terkadang memberikan nilai E&#8230; padahal&#8230; coba kalau dosen tersebut berpandangan lain&#8230; mengapa sih mahasiswa tersebut kok mencontek&#8230;. apakah ada yang salah dengan cara mengajar kita yang mungkin membuat bosen mereka&#8230; atau terlalu banyak tugas yang saya bebankan pada mahasiswa saya&#8230; jangan jangan saya menerangkan pelajaran terlalu cepat dan gak jelas&#8230;</p>
<p>kalau hal itu terpecahkan&#8230; sekarang gantian pada pihak mahasiswanya&#8230;. mereka terkadang menggampangkan dan menghalalkan segala cara&#8230; gak pake belajar yang penting ujian dapat nilai A.. atau tugas tinggal contek milik &#8220;sahabat&#8221; saja.. kan enak gak usah mikir&#8230;. mereka mintanya yang praktis dan cepat serta spontan ada&#8230; nih karena kita sering dijejali dengan produk produk berupa makanan yang cepat saji ataupun internet yang menyediakan berbagai keperluan yang ada sehingga kita seakan akan terbuai dengan semuanya</p>
<p>kita melupakan apa itu kerja keras dan apa itu semangat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adhi P</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2398</link>
		<dc:creator>Adhi P</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 03:35:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2398</guid>
		<description>Saya milih masuk Ilmu Komputer murni karena tertarik sama komputer... Meski saya harus pontang-panting setengah hidup untuk bisa survive.. Huehehehe...

Saya juga merasa miris dengan kurikulum di sini yang sering gonta-ganti...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya milih masuk Ilmu Komputer murni karena tertarik sama komputer&#8230; Meski saya harus pontang-panting setengah hidup untuk bisa survive.. Huehehehe&#8230;</p>
<p>Saya juga merasa miris dengan kurikulum di sini yang sering gonta-ganti&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Okto Silaban</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2389</link>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 10:39:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2389</guid>
		<description>@Romi : Saya sudah baca tulisan dan komentar - komentarnya Mas. Mungkin Mas Romi bisa menjawab pertanyaan saya di komentar tulisan tersebut?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Romi : Saya sudah baca tulisan dan komentar &#8211; komentarnya Mas. Mungkin Mas Romi bisa menjawab pertanyaan saya di komentar tulisan tersebut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Romi Satria Wahono</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2388</link>
		<dc:creator>Romi Satria Wahono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 09:55:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2388</guid>
		<description>Sedikit mirip, saya pernah nulis pengalaman kuliah di Jepang di sini: http://romisatriawahono.net/2006/02/27/bagaimana-mahasiswa-ilmu-komputer-belajar-mengkritisi-kurikulum-dan-gaya-pendidikan-kita/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit mirip, saya pernah nulis pengalaman kuliah di Jepang di sini: <a href="http://romisatriawahono.net/2006/02/27/bagaimana-mahasiswa-ilmu-komputer-belajar-mengkritisi-kurikulum-dan-gaya-pendidikan-kita/">http://romisatriawahono.net/2006/02/27/bagaimana-mahasiswa-ilmu-komputer-belajar-mengkritisi-kurikulum-dan-gaya-pendidikan-kita/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Okto Silaban</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2378</link>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 08:48:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2378</guid>
		<description>@chriz : Wahh, berarti berat juga dong persainganmu dengan temen - temen di Belanda? Ya..ya, selamat berjuang deh... 

@Yahya : he...he

@infra : sama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@chriz : Wahh, berarti berat juga dong persainganmu dengan temen &#8211; temen di Belanda? Ya..ya, selamat berjuang deh&#8230; </p>
<p>@Yahya : he&#8230;he</p>
<p>@infra : sama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: infra</title>
		<link>http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/comment-page-1/#comment-2366</link>
		<dc:creator>infra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 04:00:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://okto.silaban.net/2008/03/general/mempertanyakan-pendidikan-indonesia/#comment-2366</guid>
		<description>sering denger juga sih.. tapi aku belum pernah ke luar negeri sih.. he..he..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sering denger juga sih.. tapi aku belum pernah ke luar negeri sih.. he..he..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

