Detik.com – Sejarah Hingga Penjualannya ke CT Corp

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain)

Image

Sebagai web-startup Indonesia pertama yang sukses dengan dukungan pernyataan resmi soal valuasi mereka, maka saya rasa wawancara Bisnis.com dengan Budiono Darsono ini jadi referensi yang bagus.

Catatan:

  1. Detik.com dibeli sahamnya 100% oleh CT Corp sebesar US$ 60jt (sekitar 500 miliar rupiah).
  2. CT Corp adalah juga pemilik TransTV, Trans 7, Trans Studio dan Bank Mega
  3. Sebelumnya saham Detik.com 59% dimiliki oleh Agranet, 39% Tiger Capital, dan 2% Mitsui Capital.
  4. Di tahun 2010 laba bersih Detikcom adalah 20 miliar rupiah, target di tahun 2011 adalah 40 miliar rupiah.

Sejarah lengkapnya bisa dibaca di arsip artikel Bisnis.com ini.

MeetDoctor.com – Web Startup Bidang Kesehatan yang Dibuat oleh Dokter

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain)

Image

MeetDoctor sebenarnya sudah sekitar 2 tahun lebih online. Ada beberapa fitur di MeetDoctor ini, tapi bagi saya pribadi top-of-mind nya adalah disini kita bisa tanya – tanya soal kesehatan, dan yang menjawab adalah dokter beneran. Jadi kualitas tanya-jawabnya (harusnya) tinggi ya.

Yang saya sangat sukai di MeetDoctor ini adalah yang membuat konsepnya bukanlah sekadar “tech-people/biz-people” yang punya ide startup di dunia online. Adhiatma Gunawan (pendiri MeetDoctor) adalah seorang Dokter lulusan UNAIR, yang juga pernah membuka praktek di Surabaya. Selain itu Adhiatma juga menjalankan bisnis digital agency yang bernama VP Digital.

Kombinasi dokter + praktisi digital business ini saya rasa pas sekali untuk mengembangkan MeetDoctor.com. Selain itu mereka juga sudah mendapatkan seed-funding sebesar $100.000. Tinggal nanti reaksi pasarnya saja yang kita tunggu.

UPDATE: Selain itu mereka juga mendapatkan investasi sekitar Rp 3,2 Miliar dari sebuah perusahaan Jepang.

Sejauh ini mereka sudah memiliki belasan ribu member dan belasan ribu visitor setiap harinya.

NOTE: Adhiatma Gunawan juga adalah sosok dibalik mommeworld.com (situs informasi seputar bayi dan kehamilan)

MeetDoctor di e27.co

Melihat Tempo.co Lebih Dekat dari Sisi Bisnis

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain)

Secara keseluruhan, grup Tempo (kode saham TMPO) di tahun 2012 menghasilkan laba bersih Rp 29,64 Miliar (ini termasuk laba dari penjualan gedung). Nilai ini meningkat dari tahun 2011 yang besarnya Rp 10,38 Miliar.

Portal berita Tempo sendiri dikonsep ulang dan diluncurkan kembali tanggal 23 November 2011, menggantikan portal berita Tempo Interaktif. Peluncuran ulang ini sekaligus peluncuran nama dan alamat barunya : www.tempo.co.

Pendapatan iklan Tempo.co di tahun 2012 naik 50% dibanding tahun sebelumnya (tetapi tidak disebutkan berapa nilainya).

Di bulan Oktober tahun 2012, Tempo.co mencatat 10,7 juta pengunjung dan 51 juta pageviews. Secara rata – rata, sepanjang tahun 2012 Tempo.co mencatatkan 11 juta pengunjung per bulannya, dan total 55 juta halaman yang dilihat perbulan (pageviews). Ini artinya rata – rata pengunjung Tempo.co membuka 5 halaman setiap kunjungan (page per visit).

Selain dari Tempo.co, Grup Tempo juga menjalankan bisnis PDAT (Pusat Data dan Analisa Tempo). Disini tercatat ada 2,6 juta database foto. Selain itu juga ada 1,2 juta expose foto digital yang bisa diakses di www.tempophoto.com.

Continue reading

Perusahaan Teknologi dan Pandangan Pribadi/Politik

Image

Beberapa waktu lalu dunia teknologi sempat geger karena Brendan Eich diangkat jadi CEO Mozilla, lalu tidak berapa lama kemudian langsung turun dari posisi itu.

Kemudian kemarin muncul situs drop-dropbox.com. Isinya cuma 1 halaman. Inti pesan di halaman ini, meminta agar pengguna Dropbox membatalkan keputusan mereka mengangkat Condeleezza Rice menjadi salah satu Board of Director (BOD) di Dropbox.

Sekadar pengingat, Brendan Eich itu adalah pembuat JavaScript. Bisa dibilang hampir semua website terkenal di dunia saat ini pasti menggunakan JavaScript.

Condeleezza Rice sendiri adalah mantan Menteri Sekretaris Negara Amerika Serikat di era pemerintahan George Bush. Dan banyak yang menyebut wanita single ini sebagai arsitek perang Irak.

Kenapa diminta mundur?

Brendan Eich, dulu ternyata pernah memberikan donasi (uang) agar undang-undang yang melarang pernikahan sesama jenis kelamin disahkan. Atas tindakannya di masa lalu itu, dia dicap anti-gay. Nah, di US, hal seperti ini sangat sensitif. Anti-gay itu dianggap hampir sama seperti rasis, atau pro-apartheid.

Kalau Condeleezza Rice sepertinya cukup jelas ya. Pandangan politiknya sebagai pendukung (apalagi disebut arsitek) perang Irak, membuat gerah banyak orang di AS, bahkan mungkin di dunia.

Sanggahan

Brendan Eich sendiri menyangkal kalau dirinya seorang “anti-gay”. Dia tidak ada masalah dengan mereka yang menyukai sesama jenis. Dia hanya tidak setuju jika pernikahan mereka dilegalkan. Saya kurang tahu kenapa.

Kalau Condeleezza Rice sendiri sepertinya cukup jelas kenapa banyak ditolak orang ya. Selain karena pandangan dan dukungannya atas perang Irak, dia juga yang memberikan otorisasi kepada NSA untuk memata-matai warga AS, pejabat PBB, dan perwakilan Negara lain di AS.

Pro Kontra

Tentunya banyak terjadi pro-kontra terkait hal ini. Mereka yang tidak setuju dengan alasan di atas. Sebagian lagi menyatakan, tidak ada hubungannya pandangan politik / pribadi dengan pekerjaan profesional. Menurut mereka jika semua orang dengan pandangan politik/pribadi yang tidak popular harus dipecat dari tempat kerjanya, maka semua kantor-kantor akan sepi.

Hmm.. masuk akal juga. Tapi yang jelas kalau kantor-kantor itu sepi, saya tahu kemana mereka bisa “ngantor”. Tuh di Senayan.

 

Sumber foto : TheWire.com

Suara.com dan MataMata.com – Portal Berita Kembar ?

Kapan itu saya pernah nulis tentang Suara.com, portal berita yang baru, masih gress. Dari komentar Dwi di tulisan itu saya baru sadar kalau portal ini berbasis WordPress. Tadinya gak kepikiran buat ngecek.

Lalu, secara gak sengaja, tadi ketemu situs satu lagi yang errr.., bisa dibilang 98% sama. Namanya MataMata.com. Gak tahu sih ini memang dimiliki oleh tim yang sama atau enggak. Atau mungkin MataMata.com ini versi developmentnya gitu ya. Entahlah.

Berikut screenshotnya.

Image

 

Image

Tema Blog Baru

Setelah (kalau gak salah sih) 7 tahun lalu, akhirnya saya mencoba mengganti tema blog ini. Tema baru yang saya inginkan punya syarat sederhana : bersih, sederhana, dan mendukung fitur “responsive” yang sedang marak 3 tahun terakhir ini. Responsive ini arti singkatnya halaman webnya akan menyesuaikan sendiri penampilannya ketika diakses dari komputer maupun dari perangkat bergerak (ponsel, tablet). Sehingga tetap nyaman dibaca di perangkat apapun.

Tadinya saya mau bikin sendiri. Kebetulan beberapa hari terakhir sedang nyobain CSS Framework yang bernama Bootstrap itu. Tapi kok ya males ya. Hehe. Akhirnya googling, nemu tema ini, Touchfolio.

Di tema blog ini sebelumnya, saya menggunakan tema bernama Equix. Tapi 40% kode nya sudah saya modifikasi. Nah untuk kali ini, beberapa kode nya sedikit saya otak-atik juga, tapi minor saja sih.

Semoga betah dengan tema baru ini. *eh, ganti temanya kebetulan bareng dengan hari Pemilu 2014 nih

Kurasi Musik Indonesia

Di Indonesia itu ada gak sih, satu website di mana isinya adalah kurasi dari musik-musik Indonesia yang bagus-bagus? Entah itu indie, major, atau mungkin rekaman di kamar aja (kaya video Raisa 5 tahun lalu ini – waktu belum terkenal).

Pernah terbersit buat nyariin sendiri musik-musik bagus kreasi lokal yang ada di SoundCloud, terus diposting di satu situs. Paling simpel taruh di tumblr gitu. Tapi booooo’.. Males gilak nyari + dengerin satu-satu akun-akun antah berantah di SoundCloud. -___-

Jadilah coba mau bikin situs yang isinya orang bisa submit link soundcloud/youtube musik-musik lokal yang bagus-bagus, terus di-vote. Ala Reddit gitu deh. Tapi ya.., ini kan bukan gak pake usaha bikinnya ya. Pernah sih sempat sampe coding HTML nya. Tapi ya sampai situ aja. Karena pada dasarnya soalnya saya memang mau jadi end-user aja. Penikmat aja. Kurasi dan website biarlah orang lain yang bikin.

Tapi sebenarnya sudah ada belum sih situs sejenis itu di lokal? Atau yang mirip-mirip deh? *yang isinya musik-musik buatan lokal ya, bukan luar negri. Kalau di luar negri udah banyak situs atau channel YouTube beginian.

Kita Butuh Blog Seperti Ini Lebih Banyak

Saya mendapatkan ada pengunjung yang meninggalkan komentar di blog ini. Saya buka blognya. Awalnya saya kira isinya blog dengan tulisan-tulisan cerdas hasil copy paste. Kenapa saya kira begitu? Karena ya itu tadi, isinya cerdas dan seperti forward-an di milis-milis yang tidak pernah menyebutkan sumber aslinya.

Sampai akhirnya saya membaca di footernya kalau ternyata blogger satu ini beneran Sarjana Matematika UGM. Baru saya baca beberapa tulisan-tulisannya yang lain. Ohh.., asli sepertinya.

Kalau orang bilang trend blog sudah usai, saya bilang gak masalah. Trend blog yang isinya lebih ke diary-personal saja, ya gak masalah sih kalau usai. Tapi blog seperti “ariaturns” ini yang butuh lebih banyak.

Cerita Startup-Startup Itu

Image

Sebuah topik berubah menjadi seru dalam hitungan jam di HackerNews. Judul (aslinya) adalah “Single, female, non-tech founder with no team…and her first 1 million users”, di tautkan ke sebuah presentasi di Slideshare. Presentasinya dibuat sendiri oleh si cewek dalam topik ini, Deenav (aslinya berasal dari Serbia).

Terdengar keren gak sih? Cewek, sendirian, bukan orang teknologi, tanpa tim, berhasil membangun startupnya (Wanelo.com), hingga berhasil mendapatkan 1 juta pengguna. Wuihhh hebat banget ya.. *menjuraaa*

Para pengunjung HackerNews yang skeptis pun akhirnya mencari tahu. Dan belakangan diketahui ternyata Deenav ternyata memiliki “co-founder” atau “tim”, yang bernama Sarvjeet Ahuja. Pria yang berdomisili di India inilah yang membangun Wanelo.com pertama kali, sendirian, dengan teknologi Java (Struts, Hibernate) dan MySQL. Dan dia pun menjadi CTO di Wanelo.

Bohong?

Lalu kenapa Deenav berbohong? Errr.., secara teknis Deenav gak berbohong juga sih. Akhirnya Sarvjeet dan Deenav sama-sama memberikan konfirmasi di HackerNews.

Jadi memang benar Sarvjeet yang pertama kali membangun website Wanelo, sendirian. Tapi waktu itu Sarvjeet hanya mengerjakannya sebagai proyek berbayar. Kaya freelance aja gitu. Dia dibayar sama Deenav untuk membangun Wanelo ini.

Setelah beberapa waktu Deenav baru mengajak Sarvjeet menjadi bagian tim dari Wanelo, sebagai CTO dan co-founder. Tapi ini gak lama, akhirnya mereka merasa tidak cocok. Sarvjeet keluar dari Wanelo. Setelah keluar dari Wanelo inilah Deenav sendirian mencari investor.

Jadi bener juga sih, waktu dia mencari investor itu, dia sudah gak punya CTO lagi, dan gak punya tim. Ya memang, secara teknis Deenav tidak bisa dibilang gak punya tim juga sih. Cuma karena kerjaan teknis Deenav ini dilakukan secara outsource ke Sarjveet di India, menurut para investor itu bukan tim. Itu cuma outsource aja. Jadi definisi tim menurut investor inilah yang disebutkan Deenav dalam presentasinya.

Di Indonesia

Nah, tidak jarang juga saya menemukan cerita yang berbeda tentang startup/web-business di Indonesia. Apa yang tertulis di media, dan apa yang saya dapatkan dari lingkaran dalam, atau bahkan pendirinya sendiri, bisa berbeda jauh. Ya sama juga, mereka gak bisa dibilang bohong juga, cuma cara penyampaiannya aja yang “pinter”.

Intinya, apa yang kita baca di media bisa “berbeda” dengan kenyataannya. Apalagi di startup, sekarang banyak sekali startup yang “diajarkan” untuk membuat konten PR yang keren, bikin story yang menjual. Dibelok-belokin dikitlah biar menarik diulas. :P

Ya, ini memang terjadi di semua hal sih. Di kelas perusahaan multinasional, pabrik, konsultan, BUMN apalagi di politik. Bedanya mereka pakai konsultan PR, dan levelnya sudah berbeda.

Jadi, apa cerita startupmu yang sebenarnya?

Link aslinya di HackerNews : https://news.ycombinator.com/item?id=7458076

Judulnya sudah berganti jadi “Wanelo: The First Million Users”

Kelakuan Anggota DPR itu Salah Kita

PBTA : “Gila ya kelakuan anggota DPR itu. Korupsi miliaran. Ketahuan main cewek. Ada yang tidur waktu sidang MPR. Ada yang nonton video porno malah pas sidang. Sakit jiwa. Mau jadi apa negara ini..”

B: “Iya tuh. Tae lah mereka-mereka ini. Pokoknya jangan sampai Pemilu 2014 ini caleg-caleg biadab kaya gitu dipilih lagi. Rusak negara kita bro..!”

A: “Bener banget..!”

B: “Eh iya bro. Ngomong-ngomong ntar Pemilu, lo pilih caleg siapa bro?”

A: “Itu si Bulha bro. Yang dari PBT, Partai Bengkuang Terong itu bro.”

B: “Eh? Bagus ya orangnya? Apaan emang program kerjanya?”

A: “Emm.. kurang tahu sih. Tapi dia Batak bro.”

B: “Terus?”

A: “Ya.., biar ada lah bro anggota DPR itu dari Batak bro. Biar ada perwakilan kita. Hehehe..”

B : “Tapi bener gak tuh orangnya?”

A: “Ah elaaah bro.., udahlah yang penting dia Batak sama kaya kita.”

6 bulan kemudian, terdengar berita telah beredar video panas si Bulha dari Partai Bengkuang Terong. Selain itu, namanya bolak-balik disebut oleh saksi-saksi kunci di KPK dalam kasus korupsi tender pembangunan 100 pelabuhan baru di Indonesia. Gosipnya sebentar lagi dia akan ditetapkan sebagai tersangka.

Chauvinisme

Iya, dialog dan cerita di atas itu cuma fiksi, karangan saya sendiri. Tidak jarang dialog seperti itu terdengar di telinga saya. Mereka yang mencaci maki kelakuan anggota DPR, mereka jugalah yang memilih anggota-anggota DPR yang tidak kompeten itu hanya atas dasar kesamaan SARA. Entah satu suku, satu agama, satu kelompok di ormas, tetangga rumah, dll. Contoh di atas saya gunakan suku Batak. Tinggal ganti saja Batak ini dengan kelompok lain. Bisa diganti Betawi, China, Padang, Ambon, Bugis, dll. Atau bisa diganti “Kristen, Islam, Hindu, Budha, Konghucu”. Kalau tidak salah hal seperti ini bisa disebut chaunivisme, fanatik berlebihan terhadap suatu kelompok.

Tapi memang ini berhubungan dengan naluri alamiah manusia. Jika kelompok Nanas berada di tengah-tengah mayoritas kelompok Kangkung, maka kelompok Nanas akan cenderung memilih anggota mereka sendiri sebagai perwakilan. Karena, orang yang dipilih ini, separah-parahnya dia, pasti tidak akan mungkin membiarkan kelompok Nanas “ditindas/disepelekan/diacuhkan” oleh kelompok Kangkung, karena dia sendiri kelompok Nanas.

Walaupun kenyataannya yang terjadi  adalah, terlepas siapa yang mayoritas, entah Kangkung atau Nanas, perwakilan dari kelompok Nanas dan Kangkung ini sama-sama tertangkap KPK, sama-sama beredar video/foto panasnya, sama-sama ingkar janji, dan bobo-bareng waktu sidang paripurna.

Kalau kita juga seperti si A dan B di dialog di atas. Maka kelakuan anggota DPR itu ya salah kita.

CATATAN: Pengen tahu kenapa Bulha dari PBT ingin jadi anggota DPRD? Ini alasannya.