X Ray

X-Ray

Barusan update mesin WordPress blog ini, setelah selesai saya baca ada fitur upload audio (audio gallery). Jadi tulisan ini sebenarnya untuk mencoba fitur itu aja sih.

Oh iya, musik di atas ciptaan saya sendiri. Ini salah satu yang saya maksud dalam tulisan saya terdahulu. Dari semua musik genre dance yang pernah saya buat, saya paling suka yang ini. Terasa menyenangkan setiap di dengar. Terutama ketika di dengarkan di jalan saat saya menuju suatu tempat yang menyenangkan atau seru. Pas di jalan mau ketemu gebetan misalnya. *eh. Haha.

Enjoy..!

Catatan: Lagu ini sebenarnya belum selesai, makanya di bagian akhir mungkin terasa agak kurang nyambung. Tapi beberapa berkas untuk membuat lagu ini tercecer entah kemana.

Peta Wisata Jogja 2014 oleh YogYES.com

Image

Mengunjungi suatu tempat wisata populer itu gampang-gampang susah. Soalnya rata-rata tempat wisatanya kita pernah dengar. Misal kalau di Jogja, kita sudah familiar dengan nama Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pantai Parangtritis, Malioboro, Keraton, dll. Tetapi lokasi persisnya di mana, biasanya traveler pemula masih belum paham.

Mengingat biasanya waktu berwisata itu biasanya tidaklah panjang, hanya beberapa hari, maka perencanaan wisata yang matang itu perlu banget. Nginep dimana biar gampang menjangkau tempat wisata A, B, C dalam satu hari. Lalu hari kedua bisa gak mengunjungi D, E, F dalam satu kali jalan.

Nah untuk di Jogja, inisiatif YogYES.com untuk membuatkan peta wisata Jogja ini sangatlah membantu perencanaan wisata kita di Jogja. Lengkap dengan koordinat GPS nya cuy..! Dengan peta ini kita bisa tahu misalnya bahwa ternyata tempat wisata A, D, F itu ada dalam satu jalan. Jadi mending hari kedua baru ke B, C, E.

Cara dapetin petanya? Ada beberapa cara. Cekidot.

Apakah Menjadi Pengusaha Lebih Mulia?

Beberapa kali saya membaca tulisan yang menyebutkan bahwa menjadi pengusaha itu lebih mulia. Kenapa? Karena pengusaha itu membuka lapangan pekerjaan, yang berarti secara tidak langsung dia ikut membantu kehidupan keluarga para karyawannya. Jadi kalau karyawannya ada 10, dan masing-masing karyawan menghidupi 3 orang di rumahnya, dia sudah berjasa membangun kehidupan 30 orang.

Alasan lainnya, pengusaha itu harus mati-matian berurusan sama pajak, pemerintah, hukum, preman (terorganisir maupun tidak), dll. Karyawan gak tahu itu. Mereka tahunya kerja, terima gaji.

Lalu apakah ini berarti karyawan itu kurang mulia? Atau justru hina?

Jadi apakah pengusaha dengan 30 karyawan itu lebih mulia daripada guru-guru di pelosok desa yang hanya mengajar 10 orang, yang gajinya belum tentu dikirimkan, yang untuk makan sendiri pun susah?

Apakah pengusaha juga lebih mulia daripada buruh pabrik batu bata di desa-desa di Sumatra sana? Yang harus berjuang agar anak-anaknya sekadar bisa lulus SMP agar bisa kerja jadi office boy di kota?

Berarti Nazaruddin (yang ditangkap dan dipenjarakan oleh KPK) itu juga mulia dong. Berapa banyak proyek ajaib yang dia buat. Tiap proyek ini (contoh membangun rumah sakit), saja bisa menyerap 100 orang lebih tenaga kerja. Dan proyek dia bukan cuma ini. Bayangkan berapa ribu orang yang dia bantu dengan bisnis-bisnisnya ini.

Urusan hukum, pajak, pengadilan, preman, dll. Wahh.., Nazarudin kurang menderita apa coba. Belum lagi diadili di media. Persepsi publik. Keluarganya yang dibenci masyarakat. Karyawannya enak, cuma tahu kerja dan terima gaji. Jadi dia mulia sekali, begitu ya?

Saya masih enggak mengerti logika kalau jadi pengusaha itu lebih mulia.

Saya sendiri pengen juga jadi pengusaha. Tapi yang jelas bukan karena saya ingin jadi lebih mulia.

Tangan boleh di atas, tapi hati jangan.

Detik.com – Sejarah Hingga Penjualannya ke CT Corp

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain)

Image

Sebagai web-startup Indonesia pertama yang sukses dengan dukungan pernyataan resmi soal valuasi mereka, maka saya rasa wawancara Bisnis.com dengan Budiono Darsono ini jadi referensi yang bagus.

Catatan:

  1. Detik.com dibeli sahamnya 100% oleh CT Corp sebesar US$ 60jt (sekitar 500 miliar rupiah).
  2. CT Corp adalah juga pemilik TransTV, Trans 7, Trans Studio dan Bank Mega
  3. Sebelumnya saham Detik.com 59% dimiliki oleh Agranet, 39% Tiger Capital, dan 2% Mitsui Capital.
  4. Di tahun 2010 laba bersih Detikcom adalah 20 miliar rupiah, target di tahun 2011 adalah 40 miliar rupiah.

Sejarah lengkapnya bisa dibaca di arsip artikel Bisnis.com ini.

MeetDoctor.com – Web Startup Bidang Kesehatan yang Dibuat oleh Dokter

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain)

Image

MeetDoctor sebenarnya sudah sekitar 2 tahun lebih online. Ada beberapa fitur di MeetDoctor ini, tapi bagi saya pribadi top-of-mind nya adalah disini kita bisa tanya – tanya soal kesehatan, dan yang menjawab adalah dokter beneran. Jadi kualitas tanya-jawabnya (harusnya) tinggi ya.

Yang saya sangat sukai di MeetDoctor ini adalah yang membuat konsepnya bukanlah sekadar “tech-people/biz-people” yang punya ide startup di dunia online. Adhiatma Gunawan (pendiri MeetDoctor) adalah seorang Dokter lulusan UNAIR, yang juga pernah membuka praktek di Surabaya. Selain itu Adhiatma juga menjalankan bisnis digital agency yang bernama VP Digital.

Kombinasi dokter + praktisi digital business ini saya rasa pas sekali untuk mengembangkan MeetDoctor.com. Selain itu mereka juga sudah mendapatkan seed-funding sebesar $100.000. Tinggal nanti reaksi pasarnya saja yang kita tunggu.

UPDATE: Selain itu mereka juga mendapatkan investasi sekitar Rp 3,2 Miliar dari sebuah perusahaan Jepang.

Sejauh ini mereka sudah memiliki belasan ribu member dan belasan ribu visitor setiap harinya.

NOTE: Adhiatma Gunawan juga adalah sosok dibalik mommeworld.com (situs informasi seputar bayi dan kehamilan)

MeetDoctor di e27.co

Melihat Tempo.co Lebih Dekat dari Sisi Bisnis

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain)

Secara keseluruhan, grup Tempo (kode saham TMPO) di tahun 2012 menghasilkan laba bersih Rp 29,64 Miliar (ini termasuk laba dari penjualan gedung). Nilai ini meningkat dari tahun 2011 yang besarnya Rp 10,38 Miliar.

Portal berita Tempo sendiri dikonsep ulang dan diluncurkan kembali tanggal 23 November 2011, menggantikan portal berita Tempo Interaktif. Peluncuran ulang ini sekaligus peluncuran nama dan alamat barunya : www.tempo.co.

Pendapatan iklan Tempo.co di tahun 2012 naik 50% dibanding tahun sebelumnya (tetapi tidak disebutkan berapa nilainya).

Di bulan Oktober tahun 2012, Tempo.co mencatat 10,7 juta pengunjung dan 51 juta pageviews. Secara rata – rata, sepanjang tahun 2012 Tempo.co mencatatkan 11 juta pengunjung per bulannya, dan total 55 juta halaman yang dilihat perbulan (pageviews). Ini artinya rata – rata pengunjung Tempo.co membuka 5 halaman setiap kunjungan (page per visit).

Selain dari Tempo.co, Grup Tempo juga menjalankan bisnis PDAT (Pusat Data dan Analisa Tempo). Disini tercatat ada 2,6 juta database foto. Selain itu juga ada 1,2 juta expose foto digital yang bisa diakses di www.tempophoto.com.

Continue reading

Perusahaan Teknologi dan Pandangan Pribadi/Politik

Image

Beberapa waktu lalu dunia teknologi sempat geger karena Brendan Eich diangkat jadi CEO Mozilla, lalu tidak berapa lama kemudian langsung turun dari posisi itu.

Kemudian kemarin muncul situs drop-dropbox.com. Isinya cuma 1 halaman. Inti pesan di halaman ini, meminta agar pengguna Dropbox membatalkan keputusan mereka mengangkat Condeleezza Rice menjadi salah satu Board of Director (BOD) di Dropbox.

Sekadar pengingat, Brendan Eich itu adalah pembuat JavaScript. Bisa dibilang hampir semua website terkenal di dunia saat ini pasti menggunakan JavaScript.

Condeleezza Rice sendiri adalah mantan Menteri Sekretaris Negara Amerika Serikat di era pemerintahan George Bush. Dan banyak yang menyebut wanita single ini sebagai arsitek perang Irak.

Kenapa diminta mundur?

Brendan Eich, dulu ternyata pernah memberikan donasi (uang) agar undang-undang yang melarang pernikahan sesama jenis kelamin disahkan. Atas tindakannya di masa lalu itu, dia dicap anti-gay. Nah, di US, hal seperti ini sangat sensitif. Anti-gay itu dianggap hampir sama seperti rasis, atau pro-apartheid.

Kalau Condeleezza Rice sepertinya cukup jelas ya. Pandangan politiknya sebagai pendukung (apalagi disebut arsitek) perang Irak, membuat gerah banyak orang di AS, bahkan mungkin di dunia.

Sanggahan

Brendan Eich sendiri menyangkal kalau dirinya seorang “anti-gay”. Dia tidak ada masalah dengan mereka yang menyukai sesama jenis. Dia hanya tidak setuju jika pernikahan mereka dilegalkan. Saya kurang tahu kenapa.

Kalau Condeleezza Rice sendiri sepertinya cukup jelas kenapa banyak ditolak orang ya. Selain karena pandangan dan dukungannya atas perang Irak, dia juga yang memberikan otorisasi kepada NSA untuk memata-matai warga AS, pejabat PBB, dan perwakilan Negara lain di AS.

Pro Kontra

Tentunya banyak terjadi pro-kontra terkait hal ini. Mereka yang tidak setuju dengan alasan di atas. Sebagian lagi menyatakan, tidak ada hubungannya pandangan politik / pribadi dengan pekerjaan profesional. Menurut mereka jika semua orang dengan pandangan politik/pribadi yang tidak popular harus dipecat dari tempat kerjanya, maka semua kantor-kantor akan sepi.

Hmm.. masuk akal juga. Tapi yang jelas kalau kantor-kantor itu sepi, saya tahu kemana mereka bisa “ngantor”. Tuh di Senayan.

 

Sumber foto : TheWire.com

Suara.com dan MataMata.com – Portal Berita Kembar ?

Kapan itu saya pernah nulis tentang Suara.com, portal berita yang baru, masih gress. Dari komentar Dwi di tulisan itu saya baru sadar kalau portal ini berbasis WordPress. Tadinya gak kepikiran buat ngecek.

Lalu, secara gak sengaja, tadi ketemu situs satu lagi yang errr.., bisa dibilang 98% sama. Namanya MataMata.com. Gak tahu sih ini memang dimiliki oleh tim yang sama atau enggak. Atau mungkin MataMata.com ini versi developmentnya gitu ya. Entahlah.

Berikut screenshotnya.

Image

 

Image

Tema Blog Baru

Setelah (kalau gak salah sih) 7 tahun lalu, akhirnya saya mencoba mengganti tema blog ini. Tema baru yang saya inginkan punya syarat sederhana : bersih, sederhana, dan mendukung fitur “responsive” yang sedang marak 3 tahun terakhir ini. Responsive ini arti singkatnya halaman webnya akan menyesuaikan sendiri penampilannya ketika diakses dari komputer maupun dari perangkat bergerak (ponsel, tablet). Sehingga tetap nyaman dibaca di perangkat apapun.

Tadinya saya mau bikin sendiri. Kebetulan beberapa hari terakhir sedang nyobain CSS Framework yang bernama Bootstrap itu. Tapi kok ya males ya. Hehe. Akhirnya googling, nemu tema ini, Touchfolio.

Di tema blog ini sebelumnya, saya menggunakan tema bernama Equix. Tapi 40% kode nya sudah saya modifikasi. Nah untuk kali ini, beberapa kode nya sedikit saya otak-atik juga, tapi minor saja sih.

Semoga betah dengan tema baru ini. *eh, ganti temanya kebetulan bareng dengan hari Pemilu 2014 nih

Kurasi Musik Indonesia

Di Indonesia itu ada gak sih, satu website di mana isinya adalah kurasi dari musik-musik Indonesia yang bagus-bagus? Entah itu indie, major, atau mungkin rekaman di kamar aja (kaya video Raisa 5 tahun lalu ini – waktu belum terkenal).

Pernah terbersit buat nyariin sendiri musik-musik bagus kreasi lokal yang ada di SoundCloud, terus diposting di satu situs. Paling simpel taruh di tumblr gitu. Tapi booooo’.. Males gilak nyari + dengerin satu-satu akun-akun antah berantah di SoundCloud. -___-

Jadilah coba mau bikin situs yang isinya orang bisa submit link soundcloud/youtube musik-musik lokal yang bagus-bagus, terus di-vote. Ala Reddit gitu deh. Tapi ya.., ini kan bukan gak pake usaha bikinnya ya. Pernah sih sempat sampe coding HTML nya. Tapi ya sampai situ aja. Karena pada dasarnya soalnya saya memang mau jadi end-user aja. Penikmat aja. Kurasi dan website biarlah orang lain yang bikin.

Tapi sebenarnya sudah ada belum sih situs sejenis itu di lokal? Atau yang mirip-mirip deh? *yang isinya musik-musik buatan lokal ya, bukan luar negri. Kalau di luar negri udah banyak situs atau channel YouTube beginian.