Five Golden Rules for A Sucessful Ubuntu Desktop Migration

Dulu saya selalu bertanya – tanya, kenapa perusahaan – perusahaan besar itu tidak mau atau sulit sekali untuk pindah ke Linux. (Maksud saya tidak sekadar pindah server ya, tetapi pindah desktop full). Melihat lebih dekat, sekarang saya lebih mengerti kenapa. Uraian lengkapnya nanti saya buat dalam tulisan tersendiri.

Nah buat yang bener – bener mau migrasi desktopnya ke Linux (dalam hal ini Ubuntu) mungkin bisa lebih siap dengan membaca PDF Five Golden Rules for A Sucessful Ubuntu Desktop Migration dari Ubuntu ini. > http://pages.canonical.com/rs/canonical2/images/enterprise-desktop-migration-ebook2.pdf

Posting dari Email

Kalau ini bisa muncul, berarti posting dari email sudah bisa jalan. *cuma penasaran aja dengan plugin ini. :P

Kamar Terbuka, Kamar Tertutup

Jogja – Bandung

Suatu hari, beberapa tahun lalu, saya main ke kos seorang saudara di Bandung. Waktu itu saya masih kuliah, di Jogja. Kos saudara saya ini khusus cewek, tapi tamu pria boleh masuk (belakangan saya tahu boleh nginep juga.. *asal ndak ketahuan yang jaga). Setelah melewati beberapa kamar, saya tertegun, ada beberapa kamar yang terlihat ada sepatu atau sandal lelaki di luarnya, dengan pintu tertutup. Spontan saya berbisik ke saudara saya “Ini ada cowok ya di dalam?”. Dengan santai dia jawab, “Iya kali.. Biasa itu mah.”.

Mungkin sebagian dari anda heran, kenapa saya mesti heran. Waktu itu masih tahun pertama saya kuliah, dan saya masih fresh dari “daerah” (istilah orang Jakarta untuk orang dari luar pulau Jawa :D ). Bagi kultur saya, hal itu agak “janggal”. Terlebih saat itu juga saya anak kos, di Jogja. Di daerah kos – kosan saya, kulturnya serupa dengan kultur di daerah saya. Jadi, kalau di kos – kosan cewek, ada tamu cowok masuk ke kamar, secara otomatis mengikuti aturan tak tertulis “maka pintu wajib terbuka”. Begitu juga sebaliknya, untuk kos cowok yang didatangi tamu cewek.

Saya waktu itu berbisik lagi ke saudara saya dengan polos, “Kok pintunya ditutup ya?”. Dijawab juga dengan polos, “Lha kalau dibuka ya malu lah.. Keliatan dong lagi ngapa – ngapain. Hahaha..”. Terbalik rasanya dengan yang saya pahami kalau itu terjadi di Jogja.

Jakarta

Sekarang saya masih jadi anak kos juga, tapi di Jakarta. Untuk masuk ke kamar saya, melewati beberapa kamar. Sambil lewat, sekilas saya melihat sebuah kamar yang pintunya terbuka. Kamar ini yang menghuni cewek, baru semingguan. Saya melewatinya sambil iseng melirik ke dalam (kepo..), ternyata ada tamunya, cowok. Saya ingat beberapa hari lalu juga pernah pintunya terbuka lebar, ada tamu cowok juga. Sambil melewatinya saya berujar dalam hati, “Lah.. si mbak ini, ada tamu cowok kok pintunya dibuka sih. Tutup aja lah..”.

Bukan kos saya saja yang berubah, sepertinya saya juga berubah. Entah kenapa.

Catatan: Ndak semua kos – kosan di Jogja seperti saya ceritakan tadi. Itu hanya di daerah sekitar kampus saya saja.

Krisis Keuangan di Amerika itu Sebenarnya Gimana Sih? Ini Dia

Tags: , ,

Dulu saya mendapat informasi sepotong – sepotong soal kenapa ada Occupy Wallstreet (demo dimana – mana di Amerika), terus krisis keuangan di Amerika tahun 2008 silam (dan sekarang sepertinya terjadi lagi). Jadi kebanyakan nebak – nebak juga (dari hasil baca koran, nonton film dokumenter, dll). Nah animasi ini semakin memperjelas bagaimana semua proses itu terjadi.

Selamat menonton.

The Crisis of Credit Visualized – HD

[UPDATE]
Ada juga satu film full yang membahas tentang krisis ekonomi Amerika tahun 2008 tersebut, lebih detail lagi, lengkap dengan wawancara dengan pihak – pihak yang terlibat langsung. Saya tonton sekitar bulan Agustus lalu. Tadi malam mau nulis juga tapi lupa judulnya, baru inget lagi judulnya dari komentar di bawah : Inside Job. *terima kasih om Affan telah mengingatkan saya kembali :)

Di film Inside Job ini banyak istilah, nama – nama (perusahaan, orang), dan konsep yang mungkin tidak begitu populer di kalangan awam. Saya sendiri sempat mengulangi beberapa bagian untuk bisa mencernanya (dan sekarang pun lupa lagi) hahaha.. Animasi seperti di atas itu ada juga di film ini, tapi lebih detail seingat saya.

Indonesia di Front Page Reddit.com

Jarang – jarang berita tentang Indonesia nyampe di  halaman depan Reddit, kalaupun ada biasanya bukan bernuansa positif. Hari ini sepertinya begitu juga.

*klik gambar untuk masuk ke tautan di Reddit

Manajemen vs Pernak – Pernik

Tags: ,

Sebuah perusahaan bisa memiliki komputer yang baru, meja kerja yang baru, kursi yang ergonomis, atau malah kantor baru sekalian, ditambah aneka permainan digital yang mengasyikkan.

Tetapi jika kultur, kebiasaan organisasi dan manajemen yang berantakan -nya tetap saja berlangsung, percuma.

Tapi ya.., selama manajemen yang berantakan itu secara de-facto tetap menghasilkan pundi – pundi uang yang nilainya tidak sedikit, apa mau dikata. Pada dasarnya ini adalah bisnis, yang obyektif nya adalah di akhir tiap periode, saldo di rekening perusahaan harus makin bertambah.

Profil Tech-Biz (mobile, internet, games) di Indonesia dan China

Tags: , , , , , ,

Heboh dengan Blackberry dan iPhone padahal duit yang sebenarnya berasal dari featured phone, henpon – henpon dibawah 1jt-an, karena kelas “elit” ndak mau beli barang digital, udah pinter cari gratisan. Lagian persentasi pengguna henpon low-end & featured phone itu 80% lebih dari seluruh pengguna henpon di Indonesia.

Kurang lebih begitu yang saya tangkap dari Andy Zain sewaktu dia jadi pembicara di salah satu seminar (CMIIW). Dan saya mengganguk setuju dalam hati waktu itu.

Tadi ketemu tulisan ini, membahas tentang “dua sisi” tech-biz di China, dan jika disandingkan dengan materi Andy Zain tadi, sepertinya memang kondisi market Indonesia dan China mirip. Saya rasa kalau di Indonesia ada yang menggali lebih dalam, hasilnya bakal sama seperti tulisan ini.

Enjoy : http://techrice.com/2011/06/07/the-story-of-wl-chinas-great-internet-divide/

Sebelas Sebelas Sebelas

Diposting tepat pukul 11.11 tanggal 11/11/’11.  #abaikan

Btw, blog ini sudah berusia 7 tahun ternyata.. #abaikanlagi

Auto Completion “Kenapa …” di Google

:D

Spesialisasi di Industri Web (Indonesia)

Tags: , , , , , , , ,

Membuat website itu sendiri paling basicnya, sudah butuh beberapa teknologi, sebut saja :

  • Web server (Apache/Nginx/Tornado, dll)
  • Database server (MySQL/CouchDB/MongoDB, dll)
  • Server side programming (PHP/Python/Ruby, dll)
  • HTML

Jadi.., untuk bisa bikin satu web utuh, anda harus memahami 4 jenis teknologi itu. *Eh, ini konteksnya menggunakan tool – tool yang open ya.., bukan pake tool2 enterprise ala Visual Studio, dkk itu.. Agak beda sepertinya, CMIIW.

Nah, dulu.., kalau bisa ke-empat hal ini sudah bagus. Tapi makin lama tuntutannya bertambah. Jadi seperti ini :

  • OS (biasanya Linux, karena biasanya Apache, Nginx, Tornado dkk itu jalannya emang untuk di *NIX platform)
  • Web Server
  • Database Server
  • Server Side Programming
  • HTML
  • CSS & JavaScript

Lalu berkembang lagi jadi begini :

  • OS (ini bisa install OS, konfigurasi OS + install (compile) software + konfigurasi lho ya..)
  • Web Server
  • Database Server
  • Server Side Programming + Framework (CodeIgniter/Django/Pylons, dll)
  • HTML
  • CSS & JavaScript + JavaScript Framework (JQuery/Mootools, dll)
  • API (Facebook/Twitter, dll)

T : Beuhh.. banyak aje om?? Segitu yang harus dikuasai baru bisa jadi web progremer?

J : Ho oh..

T : Berarti rate web-developer makin lama makin tinggi dong ya? Kan spec nya makin rame aja tuh.. (baca…)